Pada latihan yang digelar di Lapangan A Senayan, Bima Sakti membagi tim menjadi dua. Pemain yang turun 90 menit saat menang 4-0 atas Filipina mendapatkan pelatihan tersendiri dengan intensitas yang tidak setinggi pemain yang lebih banyak duduk di bangku cadangan.
"Pasti kami akan melakukan beberapa rotasi karena kemarin ada yang main 90 menit. Pemain yang kemarin tidak diberi kesempatan main, kami agak sedikit tingkatkan intensitas latihannya. Sehingga besok kalau diberi kesempatan main mereka sudah siap," kata Bima Sakti usai latihan, Selasa (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin sempat kejadian saat turnamen di Myanmar kami hanya kalah selisih gol dari Korea Selatan dan akhirnya mereka yang juara, kami kedua," jelas Bima Sakti yang merupakan mantan asisten pelatih Timnas Indonesia era Luis Milla itu.
Timnas Indonesia U-16 menang 4-0 atas Filipina. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Seperti Alfin di babak pertama dia main tidak lepas, sedikit grogi, saya tanya kenapa? Ya ini mereka baru pertama main di publik sendiri bahkan penonton sampai tiga ribu. Kemudian Marselino, kemarin ada beberapa taktik sepak pojok tapi dia malah shooting ke gawang harusnya crossing ke striker."
"Athallah kemarin juga ada satu peluang, tidak boleh egois. Jadi harus tahu kapan harus egois kapan harus passing ke teman yang punya peluang bikin gol lebih besar. Kalau Valeroen dia harus lebih enjoy lagi karena kemarin orang tuanya nonton mungkin ada sedikit beban jadi mungkin ke depan harus bisa lebih enjoy lagi," jelas Bima Sakti.
"Kita harus bermain dengan skema kita, ala Indonesia. Harus sabar, harus fokus semuanya dan saya juga berharap pemain tidak terlalu dipuji berlebihan karena belum apa-apa. Dan jangan pernah sombong, karena mereka prosesnya harus lebih baik," tutupnya.
Grogi Ditonton Orang Tua
Sementara itu, gelandang Timnas Indonesia U-16, Muhammad Valeroen mengaku grogi saat tampil menghadapi Filipina di laga perdana Grup G kualifikasi Piala Asia U-16 karena ditonton kedua orang tuanya.
Valeroen tampil selama 90 menit saat Skuat Garuda Asia saat menang 4-0 atas Filipina di Stadion Madya Senayan, Senin (16/9). Namun, Pelatih Bima Sakti mengatakan Valeroen tampil sedikit beban dan tidak enjoy karena ditonton orang tuanya yang datang langsung Bandung.
[Gambas:Video CNN]
Valeroen yang saat ini masih berusia 15 menyebut sudah memiliki cara mengatasi grogi di pertandingan, yakni dengan mengingat Tuhan.
"Insya Allah ke depannya bisa bermain lebih bagus lagi dan memberikan yang terbaik untuk tim," sebutnya.
Di sisi lain, Valeroen mengatakan tidak masalah dengan aturan pembatasan penggunaan ponsel yang diberikan tim pelatih. Menurutnya itu dilakukan dengan tujuan supaya pemain lebih fokus di pertandingan.
"Iya ponsel ditahan pelatih. Tapi kan pemain sudah sepakat, tidak apa-apa ditahan supaya bisa fokus saat main. Paling kalau pegang ponsel kasih kabar ke orang tua. Saya jarang buka Instagram, karena benar pujian itu kan racun jadi tidak boleh terbuai," ungkap gelandang 15 tahun itu. (ttf/bac)
Timnas Indonesia U-16 menang 4-0 atas Filipina. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)