Bima Siapkan Rotasi Timnas Indonesia U-16 Lawan Mariana Utara

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 13:07 WIB
Bima Siapkan Rotasi Timnas Indonesia U-16 Lawan Mariana Utara Bima Sakti akan siapkan rotasi pemain untuk laga Timnas Indonesia U-16 vs Mariana Utara. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti akan menyiapkan rotasi sejumlah pemain jelang melawan Kepulauan Mariana Utara pada laga kedua Grup G kualifikasi Piala Asia U-16 2019, Rabu (18/9).

Pada latihan yang digelar di Lapangan A Senayan, Bima Sakti membagi tim menjadi dua. Pemain yang turun 90 menit saat menang 4-0 atas Filipina mendapatkan pelatihan tersendiri dengan intensitas yang tidak setinggi pemain yang lebih banyak duduk di bangku cadangan.

"Pasti kami akan melakukan beberapa rotasi karena kemarin ada yang main 90 menit. Pemain yang kemarin tidak diberi kesempatan main, kami agak sedikit tingkatkan intensitas latihannya. Sehingga besok kalau diberi kesempatan main mereka sudah siap," kata Bima Sakti usai latihan, Selasa (17/9).


Bima mengatakan selalu menekankan kepada para pemainnya untuk tidak anggap remeh lawan dan selalu tampil maksimal ketika diberikan kepercayaan main. Sebab, tim hanya punya waktu satu hari ini pemulihan sebelum kembali bermain menghadapi lawan berbeda selama fase grup.

Berdasarkan evaluasi usai laga melawan Filipina, penekanan menu latihan ada pada penyelesaian akhir. Dari banyaknya peluang yang diciptakan Timnas Indonesia U-16, hanya empat yang mampu dikonversikan menjadi gol.

"Makanya tadi di akhir latihan ada sesi shooting ke gawang karena kemarin beberapa kali kita punya peluang tapi tidak kami maksimalkan. Tadi juga disampaikan setiap ada peluang harus bisa bikin gol, karena gol ini sangat penting."

"Kemarin sempat kejadian saat turnamen di Myanmar kami hanya kalah selisih gol dari Korea Selatan dan akhirnya mereka yang juara, kami kedua," jelas Bima Sakti yang merupakan mantan asisten pelatih Timnas Indonesia era Luis Milla itu.

Timnas Indonesia U-16 menang 4-0 atas Filipina. (Timnas Indonesia U-16 menang 4-0 atas Filipina. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Di akhir latihan, Bima Sakti juga memanggil empat pemainnya yang menjadi pilar saat menghadapi Filipina; Alfin Farhan Lestaluhu, Marselino Ferdinan, Ahmad Athallah Araihan dan Muhammad Valeroen. Pemanggilan itu disebut Bima untuk memberikan masukan dan menanyakan apa yang terjadi kepada mereka sehingga banyak peluang yang terbuang.

"Seperti Alfin di babak pertama dia main tidak lepas, sedikit grogi, saya tanya kenapa? Ya ini mereka baru pertama main di publik sendiri bahkan penonton sampai tiga ribu. Kemudian Marselino, kemarin ada beberapa taktik sepak pojok tapi dia malah shooting ke gawang harusnya crossing ke striker."

"Athallah kemarin juga ada satu peluang, tidak boleh egois. Jadi harus tahu kapan harus egois kapan harus passing ke teman yang punya peluang bikin gol lebih besar. Kalau Valeroen dia harus lebih enjoy lagi karena kemarin orang tuanya nonton mungkin ada sedikit beban jadi mungkin ke depan harus bisa lebih enjoy lagi," jelas Bima Sakti.

Bima sadar, ekspektasi publik kepada Timnas Indonesia U-16 cukup besar untuk bisa memenangkan setiap laga di fase grup kualifikasi Piala Asia U-16 2019. Meski begitu, Bima meminta kepada pemainnya supaya tidak boleh terbawa beban untuk mencetak gol.

"Kita harus bermain dengan skema kita, ala Indonesia. Harus sabar, harus fokus semuanya dan saya juga berharap pemain tidak terlalu dipuji berlebihan karena belum apa-apa. Dan jangan pernah sombong, karena mereka prosesnya harus lebih baik," tutupnya.

Grogi Ditonton Orang Tua

Sementara itu, gelandang Timnas Indonesia U-16, Muhammad Valeroen mengaku grogi saat tampil menghadapi Filipina di laga perdana Grup G kualifikasi Piala Asia U-16 karena ditonton kedua orang tuanya.

Valeroen tampil selama 90 menit saat Skuat Garuda Asia saat menang 4-0 atas Filipina di Stadion Madya Senayan, Senin (16/9). Namun, Pelatih Bima Sakti mengatakan Valeroen tampil sedikit beban dan tidak enjoy karena ditonton orang tuanya yang datang langsung Bandung.

"Coach Bima bilang kenapa mainnya tidak enjoy? Kemarin [lawan Filipina] masih grogi karena baru pertama main penontonnya banyak. Takut ngecewain orang tua, takut tidak bisa memberikan yang terbaik. Tapi saya yakin bisa bermain lebih baik lagi," kata Valeroen usai menjalani latihan di Lapangan A Senayan, Selasa (17/9).

[Gambas:Video CNN]
Valeroen yang saat ini masih berusia 15 menyebut sudah memiliki cara mengatasi grogi di pertandingan, yakni dengan mengingat Tuhan. 

"Insya Allah ke depannya bisa bermain lebih bagus lagi dan memberikan yang terbaik untuk tim," sebutnya.

Di sisi lain, Valeroen mengatakan tidak masalah dengan aturan pembatasan penggunaan ponsel yang diberikan tim pelatih. Menurutnya itu dilakukan dengan tujuan supaya pemain lebih fokus di pertandingan.

Bima Siapkan Rotasi Timnas Indonesia U-16 Lawan Mariana Utara
Dalam sehari, Valeroen dan pemain lainnya di Timnas Indonesia U-16 hanya diberikan kesempatan selama 1-2 jam untuk memegang ponsel. Waktunya pun tidak pasti, mengikuti arahan dari tim pelatih.

"Iya ponsel ditahan pelatih. Tapi kan pemain sudah sepakat, tidak apa-apa ditahan supaya bisa fokus saat main. Paling kalau pegang ponsel kasih kabar ke orang tua. Saya jarang buka Instagram, karena benar pujian itu kan racun jadi tidak boleh terbuai," ungkap gelandang 15 tahun itu. (TTF/bac)