ANALISIS

Kevin/Marcus, Perkasa dalam Luka

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 19:04 WIB
Kevin/Marcus, Perkasa dalam Luka Kevin/Marcus berhasil jadi juara di China Open setelah tersungkur di babak awal Kejuaraan Dunia. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon datang ke China dalam kondisi luka. Namun mereka kembali membuktikan masih layak jadi pemain nomor satu dunia.

Kevin/Marcus layak jadi pemain yang paling kecewa di Kejuaraan Dunia 2019. Berstatus sebagai unggulan nomor satu dunia, Kevin/Marcus justru harus terjungkal di pertandingan pertama.

Kekecewaan makin terasa karena ini adalah kali ketiga Kevin/Marcus gagal jadi juara dunia. Bahkan untuk sekadar meraih medali, Kevin/Marcus tak mampu mendapatkannya.


Di China, Kevin/Marcus dihadapkan pada drawing neraka. Kehadiran Kevin/Marcus dalam undian tersebut tak menggambarkan status mereka sebagai pebulutangkis nomor satu dunia.

Lawan-lawan berat sudah ada di hadapan mereka sejak babak pertama. Dalam perjalanan menuju tangga juara, Kevin/Marcus mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (runner up Kejuaraan Dunia 2019), Choi Solgyu/Seo Seung Jae (lawan yang menyingkirkan Minions di Kejuaraan Dunia), Goh V Shem/Tan Wee Kiong, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (medali perunggu Kejuaraan Dunia 2019), dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (juara dunia 2019).

Kevin/Marcus, Perkasa dalam LukaKevin/Marcus mengalami kekalahan menyakitkan di Kejuaraan Dunia 2019. (Dok. Humas PBSI)
Dari lawan-lawan yang dihadapi, Kevin/Marcus berhasil menunjukkan bahwa mereka layak menyandang predikat sebagai pemain nomor satu dunia. Minions mampu menaklukkan pemain-pemain hebat, dari hari ke hari, selama satu pekan turnamen berjalan.

Menilik laga-laga tersebut, duel lawan Choi/Seo adalah pertandingan terberat yang dijalani oleh Kevin/Marcus di China.

Laga Kevin/Marcus lawan Choi/Seo di babak kedua China Open juga merupakan penegasan bahwa ganda Korea Selatan tersebut punya pola main yang bisa menyulitkan Kevin/Marcus.

Kevin/Marcus dua kali berada di ambang maut. Choi/Seo meraih match point pada angka 20-19 dan 21-20. Tetapi dua momen tersebut bisa digagalkan oleh Kevin/Marcus.

Minions mampu tampil dingin dan tidak terbawa oleh psywar Choi/Seo, baik saat momen mereka melakukan servis atau momen ketika meminta lapangan dibersihkan untuk mengganggu ritme permainan Kevin/Marcus.
Kevin/Marcus, Perkasa dalam LukaKevin/Marcus telah meraih lima gelar di tahun ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kemenangan Kevin/Marcus atas Choi/Seo tak membuat jalan mereka menjadi mudah, namun kepercayaan diri Minions terlihat meningkat pesat setelah menang lawan ganda Korea Selatan tersebut.

Minions melewati tiga laga berikutnya dengan sangat baik. Gelar China Open pun berhasil mereka dekap di akhir turnamen.

[Gambas:Video CNN]
Minions Tak Jatuh Terpuruk

Kevin/Marcus telah dua tahun jadi pebulutangkis nomor satu dunia. Posisi mereka tidak bisa digoyahkan oleh ganda-ganda lain.

Tiap turnamen digelar, maka kalimat 'Minions adalah favorit juara' akan selalu keluar.

Kevin/Marcus selalu bermain dengan tekanan seperti itu, dari pertandingan ke pertandingan, dari turnamen ke turnamen.

Meski bermain dengan tekanan hebat seperti itu, Minions mampu membuktikan bahwa mereka adalah ganda yang kuat menghadapi tekanan. Pada tahun ini, Kevin/Marcus mampu memenangkan lima gelar juara dan jumlah itu masih bisa bertambah hingga akhir tahun nanti.

Kevin/Marcus merebut dua gelar Super 1000, Indonesia Open dan China Open.Kevin/Marcus merebut dua gelar Super 1000, Indonesia Open dan China Open. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pada tahun lalu, Minions mampu mengakhiri musim dengan catatan sembilan gelar juara, sebuah catatan spektakuler bukti mereka bisa tampil konsisten dari awal hingga akhir tahun.

Di luar kehebatan Kevin/Marcus, kata terpuruk dialamatkan pada mereka karena mereka gagal juara dunia. Dalam kaca mata orang banyak, Kevin/Marcus memang wajib jadi juara dunia karena mereka sangat layak.

Sial bagi Kevin/Marcus, fase turun yang wajar terjadi bagi tiap pebulutangkis, justru selalu mereka alami ketika tampil di Kejuaraan Dunia.

Situasi yang dihadapi Minions memang penuh dilema. Bila menunjuk mental sebagai alasan kegagalan di kejuaraan dunia, Minions sudah membuktikan dalam banyak pertandingan mereka merupakan ganda dengan kepercayaan diri yang di atas rata-rata.

Tekanan dalam diri sendiri adalah alasan paling tepat yang bisa ditunjuk sebagai sebab kegagalan Minions di Kejuaraan Dunia. Tekanan berupa anggapan bahwa Kevin/Marcus jadi juara dunia dianggap sebagai hal yang sudah semestinya.

Hal ini yang belum bisa ditaklukkan Minions dalam tiga kali kesempatan Kejuaraan Dunia.

Situasi yang dialami Minions berbeda Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Siwei/Yaqiong juga dominan dalam seri BWF Tour tetapi mampu merebut gelar juara dunia.
Kevin/Marcus terus berhadapan dengan tekanan besar.Kevin/Marcus terus berhadapan dengan tekanan besar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Alasan paling logis di balik perbedaan ini adalah Siwei/Yaqiong dominan menghadapi lawan-lawan yang secara kemampuan memang di bawah mereka. Dari segi kualitas, pemain yang bisa mengimbangi permainan Siwei/Yaqiong secara konsisten adalah Wang Yilyu/Huang Dongping. Di luar itu, ganda-ganda lain punya kemampuan 1-2 level di bawah Siwei/Yaqiong.

Sementara itu Kevin/Marcus dominan di tengah persaingan ketat ganda putra. Dari segi kekuatan, ganda putra sejatinya punya pemain-pemain dengan kualitas merata. Musuh berat Kevin/Marcus bukan hanya pemain-pemain papan atas, bahkan juga hingga mereka yang ada di jajaran 20 besar dunia.

Kevin/Marcus, Perkasa dalam Luka
Dalam perjalanan penuh persaingan ketat seperti itu, dominasi Kevin/Marcus sebagai pengumpul gelar terbanyak sudah merupakan prestasi luar biasa. Tetapi dengan standar yang telah mereka tetapkan di atas rata-rata, mereka tentu harus siap dengan konsekuensi yang ada, termasuk tuntutan meraih gelar-gelar bergengsi seperti Olimpiade dan Kejuaraan Dunia.

"Setelah kami turun podium, kami bukan lagi pemain juara. Kami harus berusaha lagi."

Kalimat itu pernah diucapkan Kevin dan Marcus dalam kesempatan wawancara. Lewat semangat seperti itu, Kevin/Marcus bakal terus berjalan melewati turnamen-turnamen yang ada di depan mata.

Sambil menyimpan luka karena belum memenangkan kejuaraan dunia, Kevin/Marcus bakal terus berusaha meningkatkan kualitas agar mereka bisa tampil dominan di persaingan nomor ganda putra. Bukan sekadar dari segi perolehan juara, melainkan pula dari segi penampilan dan kualitas di arena. (bac)