Di Buriram, camping ground untuk para fan didirikan dengan tujuan berbeda-beda. Rupa-rupa jenis lokasi kamping terdapat di sekitaran Sirkuit Internasional Buriram. Salah satunya adalah camping ground khusus para fan dari pihak sponsor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Kamis (3/10), tenda-tenda tersebut tampaknya baru saja didirikan. Suasananya pun masih sepi, belum ada hiruk pikuk dari para fan. Maklum, balapan MotoGP Thailand masih tiga hari lagi, Minggu (6/10).
Perkemahan untuk para fan MotoGP Thailand masih sepi pengunjung. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain) |
Tampak para pekerja yang merapikan, membersihkan, dan mengepel bagian dalam tenda tersebut satu per satu. Koordinator kamp fan MotoGP Thailand, Pam, mengatakan tenda-teda ini memang bukan diperuntukkan bagi para fan secara umum.
[Gambas:Video CNN]
"Kami menyiapkan tenda-tenda ini untuk para fan undangan yang berjumlah 500 orang. Mereka khusus anggota dari sponsor utama MotoGP Buriram, PTT Thailand [perusahaan minyak negara Thailand]," ujar Pam kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/10).
"Kami juga menyiapkan segala kebutuhan para fan mulai dari minum dan makanan, tak jauh dari lahan kamping. Mungkin tak sama dengan tempat kamping MotoGP biasanya. Namun, kami hanya ingin membuat sedikit sensasi untuk para fan MotoGP anggota kami. Sangat mengasyikkan, bukan?" ucap Pam.
Lebih jauh lagi ada di Chang Wut, sekitar hampir dua kilometer di tenggara sirkuit dan di Ban Khao Kradong. Berbeda dengan di Eropa, Amerika atau Australia, para fan tak perlu membawa tenda karena sudah tersedia di camp ground tersebut.
Lihat juga:INFOGRAFIS: Best XI Liga Champions Pekan Ini |
Gelaran MotoGP Thailand merupakan yang kali kedua di Sirkuit Internasional Buriram. Balapan kali ini bisa jadi penentu juara bagi Marc Marquez.
Live streaming MotoGP Thailand 2019 dapat disaksikan di CNNIndonesia.com. Sedangkan siaran langsung MotoGP Thailand 2019 dapat disaksikan di Trans7. (bac/har)
Perkemahan untuk para fan MotoGP Thailand masih sepi pengunjung. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)