Kiprah Enam Juara Dunia Junior Indonesia Sebelum Leo/Daniel

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 15:39 WIB
Kiprah Enam Juara Dunia Junior Indonesia Sebelum Leo/Daniel Gregoria Mariska Tunjung salah satu juara dunia junior asal Indonesia. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil jadi juara dunia badminton junior ketujuh asal Indonesia. Berikut kiprah enam juara dunia junior sebelumnya asal Indonesia.

Leo/Daniel sukses jadi juara dunia junior setelah menaklukkan Di Zijian/Wang Chan pada final yang berlangsung di Kazan, Rusia, Minggu (13/10). Setelah jadi juara dunia junior, Leo/Daniel bakal diharapkan bisa lebih berprestasi di masa depan.

Berikut kiprah enam juara dunia junior Indonesia sebelumnya:


Amon Santoso/Kusno (juara dunia junior 1992)

Amon Santoso/Kusno berhasil jadi juara dunia junior di Jakarta dengan menaklukkan Namrih Suroto/Sigit Budiarto di babak final dengan skor 15-11, 12-15, dan 15-12.

Setelah menapak ke level senior, Amon/Kusno tidak mampu meraih gelar bergengsi. Sebaliknya, Sigit Budiarto justru sukses mencuat sebagai salah satu pemain terbaik di nomor ganda putra.

Alfian Eko/Gloria Emanuelle Widjaja (juara dunia junior 2011)

Setelah absen punya juara dunia junior hampir dalam dua dekade, Indonesia kembali memiliki juara dunia junior lewat sukses Alfian Eko/Gloria Emanuelle Widjaja. Alfian/Gloria menang atas Ronald Alexander/Tiara Rosalia Nuraidah dengan skor 12-21, 21-17, 25-23.

Usai jadi juara dunia junior, Alfian/Gloria sempat berpasangan di level senior namun hasilnya kurang memuaskan.

Edi Subaktiar dan Gloria Emanuelle Widjaja pernah jadi juara dunia junior di edisi yang berbeda.Edi Subaktiar dan Gloria Emanuelle Widjaja pernah jadi juara dunia junior di edisi yang berbeda. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Setelah sempat beberapa kali berganti pasangan, Alfian kini berduet dengan Marsheilla Gischa Islami dan duduk di posisi ke-37 dunia. Sementara itu Gloria berduet dengan Hafiz Faisal dan kini ada di peringkat sembilan dunia.

Edi Subaktiar/Melati Daeva (juara dunia junior 2012)

Setahun berselang, Indonesia kembali punya juara dunia junior di nomor ganda campuran lewat All Indonesian Final. Edi/Melati menang atas Alfian Eko/Shella Devi Aulia dengan skor 21-17, 21-13.

Sempat berpasangan di level senior, Edi dan Melati akhirnya dipecah. Edi kini sudah pensiun dan jadi pelatih karena mengalami cedera parah di tahun 2017. Sedangkan Melati kini berpasangan dengan Praveen Jordan dan duduk di posisi tujuh dunia.

[Gambas:Video CNN]
Gregoria Mariska Tunjung (juara dunia junior 2017)

Gregoria Mariska Tunjung berhasil jadi juara dunia junior di tahun 2017 dengan mengalahkan Han Yue dengan skor 21-13, 13-21, dan 24-22. Gregoria sudah menjadi penghuni pelatnas sejak usia 15 tahun dan diharapkan bisa jadi andalan Indonesia di nomor tunggal putri.

Kemenangan di Kejuaraan Dunia Junior menjadi salah satu pencapaian penting bagi Gregoria. Saat ini Gregoria ada di peringkat 16 dalam daftar ranking BWF.

Kiprah Enam Juara Dunia Junior Indonesia Sebelum Leo/Daniel
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (juara dunia junior 2017)

Pada Kejuaraan Dunia Junior 2017, Indonesia memiliki dua juara. Selain Gregoria, Rino Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga berhasil jadi juara dengan menaklukkan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva.

Sampai saat ini, Rinov/Pitha masih berpasangan. Rinov/Pitha sempat memenangkan Indonesia Masters Super 100 di tahun 2018 dan menjadi runner up di Swiss Open tahun ini.

Rinov/Pitha kini ada di posisi 19 dunia.

Kiprah Enam Juara Dunia Junior Indonesia Sebelum Leo/DanielRinov/Pitha kini sudah masuk 20 besar dunia. (Dok.PBSI)
Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil (juara dunia junior 2018)

Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil kembali meneruskan prestasi Indonesia pada nomor ganda campuran di Kejuaraan Dunia Junior. Leo/Indah menjadi juara setelah mengalahkan Rehan/Siti di babak final dengan skor 21-15 dan 21-9.

Di tahun ini, Leo/Indah masih bermain di Kejuaraan Dunia Junior dengan status sebagai unggulan pertama. Namun Leo/Indah harus puas dengan medali perak setelah kalah di babak final. (har)