Leo/Daniel Patahkan Rapor Buruk di Kejuaraan Dunia Badminton

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 06:25 WIB
Leo/Daniel Patahkan Rapor Buruk di Kejuaraan Dunia Badminton Leo/Daniel juara di Kejuaraan Dunia Badminton Indonesia Junior. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses mematahkan rapor buruk nomor ganda putra Indonesia di Kejuaraan Dunia Badminton Junior yang berusia 27 usai mengalahkan Di Zi Jian/Wang Chang dari China, Minggu (13/10).

Leo/Daniel juara di Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2019 di Rusia dengan mengalahkan Di/Wang 21-19, 21-18 di Kazan Gymnastic Center.

Kemenangan itu membuat Leo/Daniel mematahkan rekor buruk ganda putra Indonesia yang tidak pernah lagi juara di Kejuaraan Dunia Badminton Junior setelah 1992.


Indonesia terakhir kali juara di nomor ganda putra pada edisi pertama Kejuaraan Dunia Badminton Junior di Istora Senayan, November 1992.

Pada tahun 1992 itu Amon Santoso/Kusno menjadi juara usai mengalahkan kompatriotnya, Namrih Suroto/Sigit Budiarto 15-11, 12-15, 15-12.

Leo/Daniel akhiri puasa gelar ganda putra Indonesia di Kejuaraan Dunia Badminton Junior.Leo/Daniel akhiri puasa gelar ganda putra Indonesia di Kejuaraan Dunia Badminton Junior. (Dok. PBSI)
Setelah kesuksesan Amon/Kusno, Indonesia tidak pernah lagi berada di podium pertama Kejuaraan Dunia Badminton Junior. Dalam 19 edisi berikutnya Indonesia hanya dua kali mencapai final ganda putra.

[Gambas:Video CNN]
Di Kejuaraan Dunia Badminton Junior 1994 di Kuala Lumpur, Malaysia, pasangan Eng Hian/Andreas mencoba mengikuti jejak Amon/Kusno. Namun langkah mereka justru dihentikan pasangan Denmark, Peter Gade/Peter Nissen.

Indonesia harus menunggu cukup lama hingga 15 tahun untuk bisa melihat wakil Merah Putih dari ganda putra untuk bisa berada di final Kejuaraan Dunia Badminton Junior.

Leo/Daniel Patahkan Rapor Buruk di Kejuaraan Dunia Badminton
Pada tahun 2009 di Malaysia, Bery Angriawan/Muhammad Ulinnuha menghadapi wakil tuan rumah Chooi Kah Ming/Ow Yao Han. Tetapi Berry/Ulinnuha harus mengakui keunggulan Ming/Han.

Sepuluh tahun berlalu, Leo/Daniel melepaskan rindu ganda putra Indonesia di final Kejuaraan Dunia Badminton Junior. Tidak saja sampai di final, Leo/Daniel keluar sebagai juara.

"Saya sempat ragu dan tegang, masa sih masuk ke final di dua nomor, enggak ada satu pun yang juara? Akhirnya saya merasa senang sekali bisa juara, karena sudah lama Indonesia tidak dapat gelar juara dunia junior di ganda putra," ucap Leo yang meraih medali perak dari nomor ganda campuran dikutip dari Badmintonindonesia.org. (sry/ptr)


BACA JUGA