Kemenpora Minta Persebaya dan Bonek Pulihkan Citra Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 19:16 WIB
Kemenpora Minta Persebaya dan Bonek Pulihkan Citra Indonesia Gatot Dewa Broto ingin Persebaya dan Bonek pulihkan citra Indonesia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, meminta Persebaya Surabaya dan Bonek untuk memulihkan citra Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 usai insiden kerusuhan yang merusak sejumlah fasilitas di Stadion Gelora Bung Tono (GBT), Selasa (29/10).

Perusakan Stadion GBT dilakukan Bonek setelah Persebaya kalah 2-3 dari PSS Sleman di pekan ke-25 Liga 1 2019, Selasa sore.

Meski mengaku prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut, Gatot mengungkapkan apa yang dilakukan Bonek merugikan Indonesia yang dipercaya FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Terlebih, Stadion GBT merupakan salah satu venue yang dipersiapkan untuk event dunia tersebut.


"Tentu saja kami prihatin atas kejadian tadi malam. Kericuhan itu kan ada dua, pertama kericuhan internal karena kekecewaan, seperti yang kemarin di PSIM, lalu yang kedua kericuhan antarsuporter, ini yang sering terjadi. Apapun bentuknya, kami tentu prihatin dan menyesalkan," ujar Gatot di sela-sela Diskusi Olahraga 'Mencari Ketua PSSI Ideal' di Wisma Kemenpora, Rabu (30/10).

"Apalagi GBT itu merupakan salah satu stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia. Nanti pertengahan November FIFA mau datang inspeksi. Kalau recovery fisik mungkin tidak sulit, yang sulit itu recovery image [citra]. Makanya kami minta kepada Persebaya dan suporternya [Bonek] untuk menunjukkan tanggung jawab. Ini juga berlaku untuk suporter klub lain," ucap Gatot menambahkan.

Bonek merusak Stadion GTB karena Persebaya kalah dari PSS.Bonek merusak Stadion GTB karena Persebaya kalah dari PSS. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Salah satu pengurus Persebaya yang dihubungi Gatot setelah kejadian menjelaskan bahwa kerusuhan itu adalah dampak kekecewaan dari Bonek setelah Bajul Ijo tidak meraih kemenangan lima kali berturut-turut di kandang. Total, Persebaya belum menang di enam pertandingan dengan catatan dua kali seri dan empat kali kalah.

[Gambas:Video CNN]
Menurut Gatot, hal tersebut seharusnya bisa dikomunikasikan di internal masing-masing klub. Gatot berharap ke depannya masalah suporter tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut citra negara.

Kemenpora Minta Persebaya dan Bonek Pulihkan Citra Indonesia
"Nanti ada kongres, kami minta siapapun ketua umum yang terpilih betul-betul mereka harus pastikan bahwa PSSI peduli tentang masalah ini [masalah suporter]. Selama ini kan PSSI selalu bilang suporter itu urusan klub, ini jangan lagi. Di negara manapun, asosiasi sepak bola ada divisi tertentu yang mengurusi masalah suporter. Ini harus diperbaiki," Gatot menegaskan.

Lebih jauh Kemenpora berharap klub atau stakeholder sepak bola membuat semacam pakta integritas yang bisa mencegah kerusuhan suporter terjadi.

"Harus ada pakta integritas. Kalau perlu kalau terjadi kerusuhan di tempat kami, tidak usah ada lagi pertandingan digelar di tempat itu untuk waktu tertentu. Ada yang berani tidak seperti itu?" ucap Gatot. (TTF)