Keluarga Ingin Bikin Museum dan Kafe demi Mengenang Afridza

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 14:24 WIB
Keluarga Ingin Bikin Museum dan Kafe demi Mengenang Afridza Afridza Munandar meninggal setelah mengalami kecelakaan sehari sebelum ajang balapan MotoGP Malaysia. (Dok. Honda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak keluarga Afridza Munandar berencana membuat museum dan kafe untuk mengenang pebalap Indonesia tersebut yang meninggal sehari sebelum balapan MotoGP Malaysia, Minggu (3/11).

Afridza meninggal setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 10 pada awal-awal lap di balapan hari pertama ajang Asia Talent Cup 2019, Sabtu (3/11).

Berdasarkan hasil autopsi, pebalap 20 tahun tersebut mengalami benturan keras di bagian kepala. Kemungkinan sang pebalap tertabrak motor di belakangnya setelah terjatuh di aspal trek.


Kepada CNN Indonesia TV, ayah Afridza, Irwan Munandar, berencana membuat museum dan kafe untuk mengenang sang anak yang meninggal. Jenazah tiba hari ini dan akan tiba di kampung halamannya, Tasikmalaya, sekitar pukul 19.00 WIB.

Pihak keluarga ingin membuat museum dan kafe untuk mengenang mendiang Afridza Munandar. (Pihak keluarga ingin membuat museum dan kafe untuk mengenang mendiang Afridza Munandar. (Dok. Honda)
Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman Kelurahan Sambong, Mangkubumi, Tasikmalaya. Sang ayah juga mulai memajang deretan piala, piagam, dan atribut balapan Afridza di kediamannya. Pihak keluarga juga ingin mendirikan museum dan kafe bertema balapan untuk mengenang mendiang pebalap muda tersebut.

"Afridza dahulu kepingin buka kafe, nah sekarang keluarga ingin bikin museum [juga] untuk mengenangnya," ujar Irwan.

Sejumlah pebalap top MotoGP mengungkapkan rasa belasungkawa atas meninggalnya Afridza di ajang Asia Talent Cup 2019. Juara dunia MotoGP 2019 Marc Marquez bahkan mendedikasikan sukses podium kedua di MotoGP Malaysia untuk sang almarhum.

[Gambas:Video CNN]
"Ini hari emosional setelah berita yang sangat buruk untuk dunia balap motor kemarin. Kita kehilangan pebalap muda Afridza. Dia talenta muda, pebalap muda dari Indonesia dan saya kenal dia dari Astra Honda dan kami pernah menghabiskan waktu bersama," ujar Marquez dikutip dari Crash.

Keluarga Ingin Bikin Museum dan Kafe Demi Mengenang Afridza
"Kami tidak bisa lupa kalau setiap pebalap di sini tahu dan sadar risiko yang kami ambil di atas sirkuit. Kami mengambil risiko demi bisa sampai ke momen manis dan mencapai target kami," sambung Marquez. (bac/sry)