ANALISIS

Indonesia Buat Thailand Demam Panggung di SEA Games 2019

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 19:53 WIB
Indonesia Buat Thailand Demam Panggung di SEA Games 2019 Timnas Indonesia mengawali misi meraih medali emas dengan sempurna di SEA Games 2019. (AP Photo/Aaron Favila)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia sukses tampil percaya diri dan dua kali melakukan pukulan telak dalam momen yang tepat saat menghadapi Thailand di laga perdana SEA Games 2019. Pertama, ketika pertandingan baru mulai berjalan. Kedua, ketika Thailand terus konsentrasi menyerang.

Dalam perjalanan panjang duel kedua tim, Indonesia lebih sering dianggap demam panggung dan gugup bila berjumpa Thailand. Namun pada laga kali ini, Indonesia justru yang sukses membuat Thailand gugup tak berdaya di laga perdana.

Indonesia berhasil mencuri gol di awal laga lewat Egy Maulana Vikri. Gol ini adalah buah dari keberhasilan Indonesia memanfaatkan kelengahan Thailand yang terlihat belum panas.


Cara Evan Dimas mengeksekusi sepak pojok yang tak langsung ke muka gawang juga membuat lini pertahanan Thailand lengah.

Ketika berhasil mencetak gol cepat, Indonesia mampu mengatasi tekanan-tekanan dari Thailand. Formasi 4-3-3 yang diterapkan oleh Indra Sjafri bekerja dengan baik.

Tiga gelandang jangkar, Evan Dimas-Zulfiandi-Syahrian Abimanyu tidak membiarkan gelandang-gelandang Thailand leluasa bergerak. Asnawi Mangkualam dan Firza Andika juga tak terlalu bernafsu naik membantu serangan.

Hal tersebut membuat Indonesia punya 7-8 pemain yang berdiri di sekitar kotak penalti. Koordinasi bertahan Indonesia sangat apik sehingga Thailand kesulitan untuk benar-benar menciptakan peluang matang.
Timnas Indonesia berhasil mencetak gol cepat di menit keempat.Timnas Indonesia berhasil mencetak gol cepat di menit keempat. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Kecepatan Saddil Ramdani dan Egy di sisi lapangan memudahkan Indonesia untuk melakukan serangan cepat. Dengan kedua pemain tersebut, Indonesia mampu menyusun serangan balik hanya dengan mengandalkan 2-3 pemain di garis depan.

Ujian bagi Indonesia untuk bertahan lebih terlihat di babak kedua. Thailand mampu mengurung pertahanan Indonesia.

Indra Sjafri sendiri melakukan tiga pergantian dengan memasukkan Feby Eka Putra, Rachmat Irianto, dan Osvaldo Haay. Dalam tekanan kuat Thailand, tiga 'tenaga baru' itu punya kontribusi bagus untuk meredam serangan Thailand.
[Gambas:Video CNN]
Rachmat membuat pertahanan Indonesia makin solid. Thailand bisa dibilang tak punya peluang terbuka untuk mencetak gol. 'Pasukan Gajah Perang' hanya mengandalkan beberapa tembakan dari luar kotak penalti.

Meski terus tertekan, Indonesia mulai bisa mengancam di 15 menit akhir. Ketangguhan lini belakang Indonesia membuat pemain-pemain Thailand makin bernafsu menyerang dan melonggarkan lini belakang.

Saddil Ramdani dan Feby Eka Putra bahkan memiliki peluang mencetak gol yang lebih baik dibandingkan peluang-peluang yang didapat oleh Thailand di sepanjang babak kedua.

Egy Maulana Vikri berhasil memaksimalkan peluang yang didapat.Egy Maulana Vikri berhasil memaksimalkan peluang yang didapat. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Kemenangan akhirnya dikunci oleh gol kedua yang dicetak oleh Osvaldo Haay. Saddil Ramdani menunjukkan konsistensi kecepatan dengan melakukan terobosan cepat ke pertahanan lawan.

Osvaldo berhasil menunjukkan ketenangan sebagai striker dalam situasi satu lawan satu. Gol Osvaldo juga otomatis menamatkan semangat Thailand untuk mencetak gol di sisa pertandingan.

Plus-Minus Indonesia

Kemenangan atas Thailand tentu jadi awal yang sangat bagus untuk 'Skuat Garuda'. Mereka mampu mengoleksi tiga poin dari juara bertahan yang kembali difavoritkan jadi peraih medali emas pada edisi kali ini.

Namun kemenangan atas Thailand ini bukan berarti perjuangan Indonesia telah usai. Masih ada Vietnam, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam yang harus dihadapi Indonesia. Dengan hanya ada dua alokasi tiket dari grup, perjuangan masih bakal sengit.

Nilai plus dari penampilan Timnas Indonesia di laga lawan Thailand adalah mereka berhasil tampil penuh percaya diri.

Skema 4-3-3 yang diterapkan oleh Indra Sjafri bisa diterjemahkan dengan baik oleh para pemain di lapangan.

Jurus Indonesia Buat Thailand Tak Berdaya di SEA Games 2019
Indra juga tidak silau dengan nama besar dan jam terbang di laga ini. Ketika ia merasa Egy dan Evan harus ditarik, Indra langsung melakukan hal tersebut tanpa ragu.

Sedikit kekurangan Indonesia di laga ini adalah peran Muhammad Rafli sebagai penyerang tengah yang belum maksimal. Rafli beberapa kali tidak berada di posisi yang tepat dan juga gagal memanfaatkan umpan silang yang dikirimkan rekannya ke muka gawang.

Pada pertandingan selanjutnya, Rafli harus bisa tampil lebih bagus, baik sebagai penyelesai serangan atau pembuka ruang untuk kedua pemain yang bakal ditempatkan di sisi lapangan.

Terlepas dari hal itu, Indonesia telah melakukan awal yang bagus dalam misi panjang merebut kembali emas SEA Games yang terakhir kali didapat di Manila, 28 tahun silam. (jal)