Sejak SEA Games mulai digelar pada tahun 1977, Indonesia adalah langganan juara umum. Atlet-atlet Indonesia mampu mengantar kontingen Indonesia duduk di posisi tertinggi pada klasemen akhir SEA Games.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim voli Indonesia saat tampil di SEA Games 2017. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat) |
Dominasi dan kejayaan Indonesia mulai terkikis setelah Indonesia jadi juara umum SEA Games 1997 yang berlangsung di Jakarta. Saat itu, Indonesia meraih 194 emas, 101 perak, dan 115 perak.
[Gambas:Video CNN]
Catatan spektakuler itu ternyata jadi pesta terakhir Indonesia sebelum tenggelam karena terkejar oleh negara-negara pesaing.
Indonesia mulai melemah dan duduk di peringkat ketiga pada tiga edisi SEA Games berurutan dari 1999-2003. Posisi Indonesia bahkan mulai melorot ke urutan kelima (SEA Games 2005), meski kemudian membaik ke posisi keempat (SEA Games 2007), dan ketiga (SEA Games 2009).
Indonesia akhirnya bisa menyudahi dahaga gelar juara umum di SEA Games 2011. Saat itu Indonesia bisa kembali jadi juara umum ketika tampil sebagai tuan rumah. Indonesia meraih 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu.
Meski faktor cabor pilihan tuan rumah makin dominan, tak bisa dimungkiri Indonesia juga mengalami kemunduran prestasi dalam persaingan olahraga di Asia Tenggara. Kesulitan Indonesia untuk sekadar masuk ke posisi tiga besar adalah indikasi kuat makin sulit bersaing.
Indonesia harus mulai menerima kenyataan bahwa Indonesia pernah jadi raja Asia Tenggara adalah kalimat yang lebih realistis untuk kondisi Indonesia di ajang SEA Games. (ptr/har)
Tim voli Indonesia saat tampil di SEA Games 2017. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat)