Sebelumnya, atlet asal Kota Kediri Jawa Timur itu dikabarkan dipulangkan paksa dan didiskualifikasi dari pelatnas lantaran dituduh sudah tak perawan oleh pelatihnya sendiri.
Imam Muklas mengatakan pada 13 November 2019 tengah malam keluarga atlet peraih 49 medali itu mendadak mendapatkan telepon dari pelatihnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi senam artistik. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Dijelaskan Imam, hasil pemeriksaan tim medis menyatakan bahwa selaput darah Shalfa masih utuh dan tidak mengalami robek sedikit pun. Hal itu, kata Imam, bertentangan dengan tudingan pelatih.
Imam pun merasa hal itu adalah sebuah kejanggalan. Ia menilai pelatih harusnya mengantongi hasil pemeriksaan medis terlebih dahulu sebelum mengklaim Shalfa tak lagi perawan. Namun saat pemulangan Shalfa, tim pelatih tak menyerahkan surat keterangan atau hasil tim medis apapun.
"Kalau memang diskualifikasi harusnya ada pernyataan resmi, mengapa dan apa sebabnya, ini tidak ada, hanya lisan dan tuduhan. Itu juga hanya asumsi pelatihnya," tambahnya.
Untuk mencari keadilan Shalfa, pihak keluarga pun langsung melayangkan surat laporan ke Presiden Joko Widodo, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan KONI.
"Kami sudah menyampaikan ke Presiden, Kemenpora, ke KONI. Kami ingin transparansi kenapasih kok seperti ini. Dan kami minta segera ada penanganan, agar Shalfa bisa kembali seperti semula," ujar Imam.
Sebelumnya Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menyatakan Persani telah membantah isu pencoretan atlet dari Pelatnas SEA Games 2019 karena dituduh tidak perawan.
"Kami langsung hubungi Ibu Ita dari Persani [Persatuan Senam Indonesia]. Informasinya sebagai berikut: Katanya tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani," demikian keterangan Gatot.
"Yang benar kata Pak Indra [pelatih di Jawa Timur] bahwa atlet tersebut tidak disiplin dan kurang fokus serta berdampak prestasi menurun sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games. Dia [Shalfa] kemudian digantikan atlet lain yang peringkatnya jauh lebih baik,"
Saat berita dinaikkan Persani sedang menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kasus ini. (frd/bac)
Ilustrasi senam artistik. (CNN Indonesia/Hesti Rika)