Ketua Umum Persani, Ita Yualita, mengatakan masih akan meminta keterangan dari pelatih yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi senam artistik. (Istockphoto/ Petr_Joura) |
Untuk itu, Ita akan meminta penjelasan dari jajaran pelatih pelatnas SEA Games terkait isu pencoretan atlet dan masalah keperawanan. Pelatih kepala tim senam di SEA Games 2019 saat ini dijabat oleh Indra Sibarani.
"Kami harus dengar dari tim pelatih sebelum ke keluarga. Kami tidak ingin berpolemik. Pada saatnya kami akan konfirmasi," terang Ita.
[Gambas:Video CNN]
Dalam kesempatan itu, Ita juga menanggapi soal nama Irma yang disebut tim kuasa hukum keluarga Shalfa, Imam Muklasin, sebagai penuding sang atlet tidak perawan.
"Saya tidak tahu. Irma itu pelatih di Jawa Timur. Setahu saya dia pelatih pelatda [Pemusatan Latihan Daerah]. [Staf] pelatih pelatnas [di Jawa Timur] itu Zahari," terang Irma.
Sebelumnya pihak keluarga Shalfa melalui kuasa hukumnya, Imam Muklas, menjelaskan soal kronologi tuduhan pelatih bahwa atlet itu tidak perawan sehingga dicoret dari pelatnas SEA Games.
"13 November kemarin, orang tua Shalfa ditelepon oleh pelatihnya, namanya Irma, untuk menjemput Shalfa [Pelatnas SEA Games] di Gresik, alasannya dia dituduh tidak virgin [perawan], namanya orang tua pasti kaget," kata Imam, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/11). (ttf/bac)
Ilustrasi senam artistik. (Istockphoto/ Petr_Joura)