Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan sudah berada di Filipina sekira tiga hari sebelum pembukaan SEA Games 2019. Dia menegaskan hal itu hal wajar di SEA Games dan tidak ada kaitannya dengan kesiapan penyelenggara.
Pemberitaan tersebut sempat ramai karena dianggap pihak penyelenggara tidak siap dalam menyediakan akomodasi penginapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan sewa hotel sendiri di SEA Games 2019. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA) |
"Pihak kontingen bisa meminta bantuan pihak penyelenggara mencarikan penginapan dan transportasi tapi dikenakan US$100 per atlet. Itu sudah aturan resminya. Tapi boleh mencari sendiri karena memang masih di luar kewajiban penyelenggara sesuai aturan."
Lihat juga:Arsenal Pecat Unai Emery |
Harry menegaskan kebijakan untuk sampai lebih dahulu sebelum H-2 diserahkan sepenuhnya kepada PB masing-masing.
"Jadi sekali lagi soal tim angkat besi sewa hotel sendiri sudah lumrah, tak ada hubungannya panitia siap atau tidak soal akomodasi," terang Harry.
[Gambas:Video CNN]
Pelatih Kepala Timnas Angkat Besi Indonesia, Dirja Wiharja, juga membenarkan telah melakukan koordinasi antara KONI dengan PB PABBSI terkait keputusan tim berangkat lebih awal.
"NOC menyampaikan kami awalnya diberangkatkan pada 29 November. Tapi karena kami main tanggal 1 [Desember], kalau berangkat 29 November mepet sekali waktunya. Kami khawatir performa jadi kurang maksimal."
"Waktu itu itu PABBSI bersurat ke NOC untuk minta berangkat lebih cepat pada 27 November untuk mempersiapkan semuanya lebih baik. Sudah disetujui pula dengan NOC," ucap Dirja.
"Setelah tanggal 29 [November], baru semua kebutuhan kami masuk yang jadi tanggungan CdM atau NOC sesuai dengan yang disediakan PHISGOC [panitia penyelenggara SEA Games 2019]," ujar Dirja. (ttf/bac/bac)
Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan sewa hotel sendiri di SEA Games 2019. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)