Indonesia Bidik 100 Emas di ASEAN Para Games 2019

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 16:38 WIB
Indonesia Bidik 100 Emas di ASEAN Para Games 2019 Indonesia memasang target 100 emas di ASEAN Para Games 2020. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memasang target 100 medali emas untuk bisa menjadi juara umum di ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia di APG 2020, Andi Herman mengatakan persiapan sejauh ini sudah digelar sejak Mei lalu di Solo. Indonesia bakal memberangkatkan 300 atlet yang mengikuti 16 cabang olahraga dengan total kontingen sebanyak 550 orang.

"Dari 16 cabor yang diikuti, enam di antaranya diharapkan dapat memenuhi 70 persen perolehan medali Indonesia. Yakni cabor atletik, renang, bulutangkis, catur, tenis meja dan angkat berat," kata Wasekjen NPC, Rima Ferdianto saat konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senin (16/12).


Rima menjelaskan, Filipina sempat ingin menggelar banyak cabor-cabor yang belum pernah dipertandingkan di APG. Tapi mendapat penolakan tegas dari NPC Indonesia.

[Gambas:Video CNN]
Rima juga memastikan masalah perhitungan medali yang sempat dialami cabor dance sport di SEA Games 2019 tidak bakal terjadi di APG 2020.

"Sebelum dimulai ada yang namanya expression interest, setelah itu diikuti entry by number dan entry by name yang masing-masing nomor harus diikuti minimal empat peserta dari empat negara. Apabila kurang dari empat peserta maka kelasnya akan di kombinasi ke kelas yang lebih ringan. Itu terjadi di semua cabor."

"Ketika ada kejadian [kurang peserta] kami pastikan tidak ada medal event. Kalau minus satu, hanya medali emas dan perak yang diperebutkan, perunggunya tidak," jelas Rima.

Menyoal pendanaan, NPC dan Kemenpora juga sudah menggelar rapat khusus mengingat APG digelar di awal tahun penganggaran 2020. Namun, Kementerian Keuangan melalui Dirjen Anggaran dan perbendaharaan negara disebut memastikan bakal mendukung sepenuhnya keikutsertaan Kontingen Indonesia di APG 2020.

"Alhamdulillah kami diberikan perlakuan khusus dengan memprioritaskan pencairan yang bakal digunakan untuk pengadaan alat dan keberangkatan atlet. Jadi tadi di rapat ada percepatan langkah sebagai antisipasi," ungkapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Asisten Deputi IV, Yayan Rubaeni mengatakan bahwa APG di Filipina menggunakan dua tahun anggaran, 2019 dan 2020. Pelatnas yang digelar mulai Mei menggunakan anggaran 2019, sedangkan pengiriman dan kebutuhan peralatan menggunakan anggaran 2020.

"Kami sudah memberikan anggaran Rp119 miliar kepada NPC untuk pelatnas dari Mei sampai Desember."

Indonesia Bidik 100 Emas di ASEAN Para Games 2019
"Belanja bahan untuk apparel menggunakan anggaran 2019 sebesar Rp5 miliar. Sisanya yang kami harapkan bisa segera diberikan ke NPC yakni untuk kebutuhan biaya atlet, tiket, suplemen dan transportasi. Semoga tepat waktu," jelas Yayan.

ASEAN Para Games (APG) bakal dimulai secara resmi pada 18 sampai 24 Januari 2020. Filipina menyediakan tiga cluster gelaran APG 2019. Cluster Manila hanya menggelar cabor boling, sembilan cabor termasuk renang dan atletik digelar di Clark dan enam lainnya di Subic. (nva/ptr)