Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia di APG 2020, Andi Herman mengatakan persiapan sejauh ini sudah digelar sejak Mei lalu di Solo. Indonesia bakal memberangkatkan 300 atlet yang mengikuti 16 cabang olahraga dengan total kontingen sebanyak 550 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Rima juga memastikan masalah perhitungan medali yang sempat dialami cabor dance sport di SEA Games 2019 tidak bakal terjadi di APG 2020.
"Ketika ada kejadian [kurang peserta] kami pastikan tidak ada medal event. Kalau minus satu, hanya medali emas dan perak yang diperebutkan, perunggunya tidak," jelas Rima.
Menyoal pendanaan, NPC dan Kemenpora juga sudah menggelar rapat khusus mengingat APG digelar di awal tahun penganggaran 2020. Namun, Kementerian Keuangan melalui Dirjen Anggaran dan perbendaharaan negara disebut memastikan bakal mendukung sepenuhnya keikutsertaan Kontingen Indonesia di APG 2020.
"Alhamdulillah kami diberikan perlakuan khusus dengan memprioritaskan pencairan yang bakal digunakan untuk pengadaan alat dan keberangkatan atlet. Jadi tadi di rapat ada percepatan langkah sebagai antisipasi," ungkapnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Asisten Deputi IV, Yayan Rubaeni mengatakan bahwa APG di Filipina menggunakan dua tahun anggaran, 2019 dan 2020. Pelatnas yang digelar mulai Mei menggunakan anggaran 2019, sedangkan pengiriman dan kebutuhan peralatan menggunakan anggaran 2020.
"Kami sudah memberikan anggaran Rp119 miliar kepada NPC untuk pelatnas dari Mei sampai Desember."
