Ribuan Pelari Semarakkan 'BPJAMSOSTEK Relay Marathon'

BPJAMSOSTEK, CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 23:44 WIB
Ribuan Pelari Semarakkan 'BPJAMSOSTEK Relay Marathon' Pelari dengan kursi roda di acara BPJamsostek Relay Marathon. (Foto: Dok. BPJS Ketenagakerjaan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 5.000 pelari memeriahkan 'BPJAMSOSTEK Relay Marathon 2019' yang digelar di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta pada Minggu (15/12).

Lomba lari itu digelar dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-42 BPJAMSOSTEK, atau yang dulu dikenal dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Terdapat lima kategori yang diselenggarakan pada lomba ini, yaitu Relay Marathon 4 Buddies 42K, 21K Individual, 10K Individual, 4,2K Family, serta Wheelchair.


'Relay Marathon 42K' adalah cerminan 42 tahun penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari Perum Astek hingga BPJAMSOSTEK.


Jarak 42K ditempih oleh satu tim yang terdiri atas empat pelari yang menempuh jarak masing-masing sekitar 10,5 kilometer untuk memenuhi tantangan lari sejauh 42 kilometer.

"Kami mengucapkan terima kasih atas animo yang luar biasa dari seluruh peserta, karena dalam waktu beberapa hari saja hampir semua kategori sudah habis terjual sejak pendaftaran dibuka pada tanggal 16 November lalu. Kami juga mengapresiasi semangat teman-teman difabel yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini," kata Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto, dalam rilisnya, Senin (16/12).

BPJAMSOSTEK juga mendonasikan biaya registrasi peserta sebesar Rp258 juta untuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Hasil Lomba

Kategori 'Relay Marathon 42K' dimenangkan oleh grup yang terdiri dari Asmabara, Ardi Wirayuda, Agustina Mahardika, dan Westi Indah Sulistiawati. Kelompok itu menerima uang Rp21 juta.

Sedangkan juara 2 diraih oleh grup yang beranggotakan Sutikno, Robby Dwi Kurniawan, Eva Yunita, dan Ambar Winarsih yang berhasil membawa Rp17 juta.

Selanjutnya untuk kategori 21K pria, juara 1 jatuh kepada Rikki Marthin Luther, juara 2 Hamdan Sayuti, juara 3 Betmen Manurung.

Sedangkan untuk 21K wanita juara 1 jatuh kepada Olivia Sadi, juara 2 Yulianti Utari, juara 3 Yanitasari Yanita. Masing-masing pemenang tersebut berhak atas hadiah uang tunai Rp8 juta, Rp7 juta, dan Rp6 juta.


Pada kategori 10K pria Zainal Aripin berhasil mencatatkan waktu tercepat, dan diikuti Saeful Rahman, dan Feri Indriantu untuk posisi 2 dan 3.

Untuk 10K wanita Delvita Lodia Bakun berhasil mengungguli dua rivalnya yaitu Indah Yuniarti dan Angel Tirubae Halawa. Seluruh pemenang kategori 10K tersebut mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta, Rp4 Juta, serta Rp3 juta.

Di kategori 4,2K Family, juara 1 berhasil direbut oleh keluaga Muhammad Soleeh, diikuti oleh keluarga Fazrul Huda, dan keluarga Yefta Beti untuk posisi 2 dan 3. Masing-masing keluarga mendapatkan hadiah Rp3 juta, Rp2 juta dan Rp1 juta.

Pada kelas keluarga kali ini, juga dipilih peserta dengan kostum yang terbaik.

Hasilnya, Nova Meylina S yang berdandan ala Wonder Woman dan Muhammad Rohimin yang berpakaian seperti Gatot Kaca berhasil keluar menjadi juara dan mendapatkan hadih masing-masing Rp500 ribu.

Berbeda dengan kategori lainnya, khusus untuk wheelchair, penyelenggara memberikan uang tunai sebesar Rp1 Juta untuk 24 orang yang merampungkan finis pertama. Selain itu, kategori ini juga mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai 'Peserta Lomba Lari Difabel Terbanyak'. (asa)


ARTIKEL TERKAIT