Pilih Indonesia, Tae Yong Ingin Seperti Hang Seo di Vietnam
CNN Indonesia
Jumat, 27 Des 2019 15:34 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Shin Tae Yong mengungkapkan alasan memutuskan untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia. Tae Yong mengatakan dia ingin sukses seperti kompatriotnya, Park Hang Seo, yang sukses melatih timnas Vietnam.
Tae Yong tergugah dengan keberhasilan dan kepopuleran Hang Seo setelah sukses menyulap Vietnam menjadi tim yang amat disegani di Asia Tenggara. Mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu pun ingin mengikuti Hang Seo menaklukkan tantangan baru baginya.
"Tuan Park [Hang Seo] sudah melakukan banyak hal sehingga meningkatkan citra sepak bola Korea di Vietnam dengan kepemimpinannya. Dia sudah menciptakan Vietnam yang tergila-gila dengan sepak bola Korea."
"Jika bukan karena dia [Hang Seo], mungkin Indonesia akan mencari pelatih asing yang lain, bukan saya," ujar Tae Yong dikutip dari Korea Times.
Hang Seo begitu populer di Vietnam saat ini lantaran mampu mengangkat prestasi sepak bola Vietnam. Pelatih 60 tahun itu menangani Vietnam pada November 2017.
Baru tiga bulan menangani Vietnam, Hang Seo mampu membawa The Golden Star ke final Piala Asia U-23. Di final, Vietnam kalah dari Uzbekistan 1-2 melalui babak tambahan waktu 2x15 menit.
Untuk kali pertama dalam sejarah sepak bola Vietnam, tim itu mampu menembus babak final di bawah arahan Hang Seo.
Vietnam juga berhasil meraih medali emas SEA Games 2019 untuk kali pertama dalam sejarah sepak bola negeri tersebut. Sukses itu semakin meningkatkan euforia sepak bola Negeri Paman Ho di bawah asuhan Paman Hang Seo.
Vietnam kini begitu mengelu-elukan Hang Seo dan semakin menjadikan Korea Selatan sebagai kiblat sepak bola negeri itu. Sukses Hang Seo di Vietnam pun secara tidak langsung membawa pengaruh bagi PSSI untuk melirik juru taktik dari Korea Selatan memajukan sepak bola Indonesia.
"Saya pikir Indonesia memang terdorong untuk memilih pelatih Korea untuk tim nasional mereka karena dia [Hang Seo]," ujar Tae Yong.
Dalam kesempatan itu, Tae Yong juga mengungkapkan alasan lebih memilih menangani tim nasional ketimbang tawaran menjadi pelatih di klub China atau Jepang.
"Bekerja untuk melatih klub China atau Jepang memang jauh pilihan yang lebih baik jika saya hanya memikirkan pencapaian pribadi. Namun, saya memilih bekerja untuk Timnas Indonesia karena saya punya pengalaman sebagai pelatih timnas sehingga keahlian saya di sini."
"Saya pikir akan sangat bernilai jika saya menggunakan pengalaman dan cara untuk memimpin tim meski daya kompetisinya lebih rendah dari di Korea," kata Tae Yong. (bac/jun)
Tae Yong tergugah dengan keberhasilan dan kepopuleran Hang Seo setelah sukses menyulap Vietnam menjadi tim yang amat disegani di Asia Tenggara. Mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu pun ingin mengikuti Hang Seo menaklukkan tantangan baru baginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hang Seo begitu populer di Vietnam saat ini lantaran mampu mengangkat prestasi sepak bola Vietnam. Pelatih 60 tahun itu menangani Vietnam pada November 2017.
Park Hang Seo amat populer di Vietnam dan ikut mempopulerkan sepak bola Korea Selatan di negara itu. (Nhac NGUYEN / AFP) |
Vietnam juga berhasil meraih medali emas SEA Games 2019 untuk kali pertama dalam sejarah sepak bola negeri tersebut. Sukses itu semakin meningkatkan euforia sepak bola Negeri Paman Ho di bawah asuhan Paman Hang Seo.
Vietnam kini begitu mengelu-elukan Hang Seo dan semakin menjadikan Korea Selatan sebagai kiblat sepak bola negeri itu. Sukses Hang Seo di Vietnam pun secara tidak langsung membawa pengaruh bagi PSSI untuk melirik juru taktik dari Korea Selatan memajukan sepak bola Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Tae Yong juga mengungkapkan alasan lebih memilih menangani tim nasional ketimbang tawaran menjadi pelatih di klub China atau Jepang.
"Saya pikir akan sangat bernilai jika saya menggunakan pengalaman dan cara untuk memimpin tim meski daya kompetisinya lebih rendah dari di Korea," kata Tae Yong. (bac/jun)
Park Hang Seo amat populer di Vietnam dan ikut mempopulerkan sepak bola Korea Selatan di negara itu. (Nhac NGUYEN / AFP)