Nama Seto Nurdiantoro pernah ramai di media-media nasional dalam bursa calon asisten pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong. Kini dia malah terbuang dari PSS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seto banyak menghabiskan karier sepak bolanya di Yogyakarta, baik sebagai pemain maupun pelatih. Saat menjadi pemain, ia tidak pernah bisa jauh dari Kota Pelajar.
Setelah dua musim di Solo, Seto kembali rindu dengan kampung halamannya, Yogyakarta. Ia pun memilih kembali ke Sleman dan bermain selama lima tahun bersama Super Elang Jawa. Di PSS, Seto sempat mencicipi gelar juara Divisi I 2000.
Seto Nurdiantoro sempat digadang-gadang jadi asisten Shin Tae Yong di Timnas Indonesia. (Jung Yeon-je / AFP) |
Pelatih kelahiran Kalasan, Sleman, 14 April 1974 ini juga tercatat pernah menjadi pemain Timnas Indonesia pada tahun 1999-2001. Dalam 14 kali penampilannya bersama Skuat Garuda, Seto yang berposisi sebagai gelandang berhasil mencetak tiga gol.
[Gambas:Video CNN]
Seto adalah legenda sepak bola Yogyakarta sebenarnya. Bukan saja kariernya sebagai pemain, kehidupannya sebagai pelatih juga banyak dilakoni di Yogyakarta, setidaknya hingga saat ini.
Karier melatih Seto dimulai bersama PSIM Yogyakarta sejak pensiun sebagai pemain, 2013, sampai 2015. Ia juga sempat dipercaya untuk memegang tim pra PON (Pekan Olahraga Nasional) Yogyakarta jelang PON 2016 di Jawa Barat.
Di tangan Seto, PSS tidak saja numpang lewat di Liga 1 2019, tetapi menjadi kuda hitam. Di musim pertamanya di Liga 1, PSS bisa berada di peringkat kedelapan klasemen akhir musim ini dan bertahan di Liga 1 2020. Sedangkan dua tim promosi lainnya, Semen Padang dan Kalteng Putra terdegradasi.
Lihat juga:Jadwal Babak 16 Besar Indonesia Masters 2020 |
Kecemerlangan Seto sebagai arsitek tim sepak bola tidak terlepas dari Lisensi AFC Pro yang diambilnya di 2019. Di level itu ia menjadi lulusan terbaik kedua dari 20 peserta kepelatihan.
Banyak yang berspekulasi Seto jadi salah satu asisten Shin Tae Yong karena kecemerlangannya bersama PSS. Namun, namanya hanya menyangkut sebatas kandidat. Pelatih 45 tahun itu bahkan tak dipakai lagi di PSS meski jasanya cukup besar mengangkat klub itu. (ttf/sry)
Seto Nurdiantoro sempat digadang-gadang jadi asisten Shin Tae Yong di Timnas Indonesia. (Jung Yeon-je / AFP)