"Selamat, permainan yang bagus," ujar Arteta kepada Ozil. Gelandang asal Jerman itu adalah pemain pertama di lapangan yang dihampiri dan dipeluk Arteta.
Lihat juga:Liverpool vs Sheffield, Duel Dua Kiper Hebat |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesut Ozil menjadi andalan Mikel Arteta di Arsenal. (Ian KINGTON / AFP) |
Namun, Arteta sadar permainan Ozil sangat penting di lini tengah Arsenal. Pelatih asal Spanyol itu sejak awal menargetkan Ozil sebagai pemain kunci yang bisa memberikan perbedaan. Ozil merupakan salah satu pemain senior di skuat Arsenal, baik dari usia dan pengalaman.
Selama ini Ozil sering dicap sebagai pemain pemalas. Tapi, permainan yang ditunjukkan mantan pemain Real Madrid itu saat melawan MU menunjukkan Ozil bisa menjadi pemimpin di lapangan lewat permainan tanpa kenal lelah.
Menjaga Mood
Sejak kedatangan Ozil ke Stadion Emirates pada 2013 tidak pernah ada pelatih yang mampu 'mengendalikan' sang gelandang. Arsene Wenger, Unai Emery, hingga Freddie Ljungberg selalu gagal membuat Ozil mengeluarkan penampilan terbaik.
Lihat juga:Degradasi Kualitas MU Bersama Lingard |
"Lihat Ozil. Saya pikir ini kali pertama saya melihat dia tersenyum dalam 18 bulan terakhir. Itu menunjukkan kalau dia menikmati latihan, menikmati waktu di tim," ujar mantan bek MU, Rio Ferdinand.
[Gambas:Video CNN]
Arteta terlihat ingin melakukan pendekatan yang berbeda terhadap Ozil. Mantan tangan kanan Pep Guardiola di Manchester City tidak ingin menerapkan pendekatan 'tangan besi' seperti yang dilakukan Emery terhadap Ozil.
Arteta berusaha menjaga mood Ozil dan ingin melihat dia lebih banyak tersenyum. Arteta ingin memberi Ozil kebebasan bermain di lini tengah dan membangun fondasi permainan The Gunners dari mantan pemain Werder Bremen itu.
Jika itu memang menjadi rencana Arteta, maka itu cukup masuk akal. Pasalnya meski sudah 31 tahun, Ozil tetap menjadi salah satu gelandang kreatif terbaik di dunia saat ini. Ozil merupakan salah satu pemain dengan torehan assist terbanyak dalam satu dekade terakhir, yakni 106 assist, hanya kalah dari Angel Di Maria dan Lionel Messi. (har/ptr)
Mesut Ozil menjadi andalan Mikel Arteta di Arsenal. (Ian KINGTON / AFP)