Belum ada kepastian mengenai sosok asisten pelatih lokal yang bakal menemani Tae Yong. Hanya saja nama Indra Sjafri dan Seto Nurdiantoro mendadak mengemuka menjadi asisten pelatih asal Korea Selatan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra Sjafri digadang-gadang menjadi asisten pelatih Shin Tae Yong. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) |
[Gambas:Video CNN]
Jika selama ini pelatih-pelatih lokal mendapat ilmu dari kursus kepelatihan, maka berada langsung di sisi pelatih utama yang memiliki kualitas top ibarat praktik lapangan bagi pelatih dalam mendapat kepandaian.
Sang asisten akan mendapat pengalaman yang tak sekadar teori dan tentunya bisa menambah curriculum vitae serta gengsi.
Transfer ilmu menjadi harapan agar pelatih-pelatih Indonesia kelak bisa memimpin tim, merancang taktik dan strategi, dan mengangkat prestasi serta harkat martabat skuat Merah Putih di masa yang akan datang.
Ketika menangani Timnas Indonesia, Luis Milla (ketiga dari kiri) didampingi Bima Sakti (ketiga dari kanan). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Cara memotivasi pemain di ruang ganti, gaya komunikasi, penerapan kedisiplinan bisa jadi pelajaran lain yang tidak kalah krusial untuk menangani talenta-talenta sepak bola skuat Garuda.
Lebih mendalam ke urusan di atas lapangan, asisten pelatih bisa mendapat ilmu baru mengenai pola latihan yang bakal mendukung penerapan strategi dan formasi.
Diskusi taktik dengan sosok yang lebih berpengalaman juga bisa memperlebar wawasan seorang pelatih. Keberadaan pelatih dengan standar tinggi bisa menular pula ke asisten yang menemani.
Dari asisten pelatih yang berasal dari dalam negeri, nantinya pelatih kepala bisa mendapat pengetahuan tentang data pemain di atas lapangan sebelum membuat keputusan. Masukan dari asisten pelatih menjadi hal yang penting bagi pelatih asing yang masih meraba kemampuan pemain.
Seperti proses belajar di manapun, kemampuan murid dalam menyerap ilmu akan menjadi pembeda. Agar harapan PSSI dan pecinta sepak bola Indonesia mengenai Timnas Indonesia yang lebih baik di masa depan, asisten-asisten pelatih dari dalam negeri dituntut benar-benar belajar dan memiliki kemauan tinggi untuk menuntut ilmu. (nva/bac)
Indra Sjafri digadang-gadang menjadi asisten pelatih Shin Tae Yong. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Ketika menangani Timnas Indonesia, Luis Milla (ketiga dari kiri) didampingi Bima Sakti (ketiga dari kanan). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)