Penolakan Fakhri Jadi Asisten Shin Tae Yong Dinilai Tepat

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 16:28 WIB
Mantan pemain Timnas Indonesia era 90-an, Supriyono, mendukung Fakhri Husaini tolak tawaran sebagai asisten Shin Tae Yong. Fakhri Husaini berhasil membawa Timnas Indonesia U-19 lolos Kualifikasi Piala Asia. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pemain Timnas Indonesia era 90-an, Supriyono, mendukung Fakhri Husaini tolak tawaran sebagai asisten Shin Tae Yong.

Supriyono mengaku prihatin mendengar alasan Fakhri menolak tawaran PSSI. Fakhri merasa tak dihargai dan kurang mendapatkan apresiasi dari PSSI.

Padahal, Fakhri merupakan sosok pelatih yang berhasil membawa Timnas Indonesia U-16 meraih gelar juara Piala AFF U-16 2018. Selain itu Fakhri juga turut andil meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan.


"Tempat pelatih-pelatih lokal ini mau di mana? Di Liga 1 saja sudah sedikit [pelatih lokal] lebih banyak bule," kata Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/1).

[Gambas:Video CNN]
PSSI, lanjut Supriyono, para pelatih Timnas Indonesia harus bersikap tegas kepada kebijakan PSSI.

"Menurut saya pribadi, seharusnya semua pelatih punya prinsip seperti Coach Fakhri. Ini perlu dicontoh, perlu diapresiasi bahwa walaupun bicara negara tapi kalau tidak diapresiasi ya ambil sikap."

Mantan pemain Primavera itu menilai chemistry Timnas U-19 yang sudah terbentuk bisa terganggu.

Mantan Pemain Dukung Fakhri Tolak Jadi Asisten Shin Tae Yong
Supriyono berharap kehadiran pelatih asing bukan hanya untuk mendongkrak prestasi Timnas Indonesia. Tapi juga menularkan ilmu kepelatihan kepada talenta lokal.

Keberadaan pelatih asing juga tidak mesti menggusur jabatan pelatih kepala di timnas kelompok umur.

"Siapa yang mau menghargai kita kalau bukan diri kita sendiri. Sebaiknya diberikan banyak kesempatan buat pelatih lokal," ujarnya.

Timnas Indonesia U-19.Timnas Indonesia U-19 diproyeksikan tampil di Piala Dunia U-20 2021.
Sementara itu, mantan bek Timnas Indonesia, Charis Yulianto menilai pilihan untuk menolak tawaran menjadi asisten pelatih Shin Tae Yong adalah hak mutlak seorang Fakhri.

Namun, Charis mencoba berpikir positif bahwa PSSI benar-benar serius mempersiapkan Timnas U-19 agar maksimal di Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

"Mungkin PSSI juga memiliki pertimbangan sendiri. Tapi, saya juga tidak menyalahkan keputusan Fakhri menolak jadi asisten," ujar Charis.

"Sebaiknya semua duduk bareng. Ada PSSI, ada Coach Fakhri, ada Indra Sjafri, dan Nova Arianto untuk bisa menjelaskan secara detail tugasnya. Karena ini semua untuk kemajuan timnas," ujarnya. (TTF/jun)