Dokter: Kondisi Schumacher Memburuk

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 11:09 WIB
Dokter: Kondisi Schumacher Memburuk Michael Schumacher mengalami kecelakaan saat bermain ski pada Desember 2013. (AFP PHOTO / BERTRAND GUAY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi legenda Formula One (F1) Michael Schumacher diklaim dokter bedah saraf Italia, Nicola Acciari, terus memburuk sejak kecelakaan bermain ski pada Desember 2013.

Acciari yang merupakan salah satu ahli bedah saraf papan atas di Italia, mengklaim kondisi Schumacher semakin memburuk karena organ tubuh yang tidak bekerja dengan sempurna.

Dalam wawancara dengan Contro Copertina, Acciari mengatakan Schumacher saat ini sangat jauh berbeda dari Schumacher yang dulu masih aktif di dunia F1.


"Kita harus membayangkan seseorang yang sangat berbeda dari yang kita ingat di atas trek, dengan struktur organik, otot dan kerangka yang sangat berubah dan memburuk. Semua akibat trauma otak yang dideritanya," ujar Acciari dikutip dari Daily Mail.

Michael Schumacher sempat koma enam bulan usai kecelakaan bermain ski.Michael Schumacher sempat koma enam bulan usai kecelakaan bermain ski. (AFP PHOTO / POOL / Manu Fernandez)
Schumacher terjatuh dan terbentur pada bagian kepala saat bermain ski di Pegunungan Alpen pada Desember 2013. Mantan pebalap Ferrari dan Mercedes itu sempat koma selama enam bulan dan dinyatakan sadar pada Juni 2014. Namun, hingga kini kondisi Schumacher dikabarkan tidak kunjung membaik.

Dokter: Kondisi Schumacher Memburuk
Istri Schumacher, Corinna, serta kedua anaknya, Gina-Marie dan Mick, memilih untuk tidak memberi informasi yang banyak mengenai kondisi juara dunia F1 tujuh kali tersebut.

Orang terakhir yang mengungkapkan kondisi Schumacher adalah mantan Presiden FIA Jean Todt, yang mengatakan mantan pebalap 51 tahun itu masih berjuang keras untuk kembali pulih.

"Saya melihat balapan F1 bersama Michael Schumacher di rumahnya di Swiss. Dia ada di tangan terbaik dan terus menjaganya. Dia tidak menyerah dan terus berjuang. Keluarganya berjuang dan persahabatan kami tidak bisa seperti dulu, karena tidak ada komunikasi seperti sebelumnya," ucap Todt.

[Gambas:Video CNN]

(har/jal)