Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Susy Susanti mengatakan saat ini belum menerima kabar dari Federasi Bulutangkis Asia (BAC) terkait dampak virus corona pada penyelenggaraan turnamen series 100 tersebut.
Lihat juga:Fakta Baru Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia ambil sikap untuk batal tampil. Kami memilih menarik diri karena kemungkinan beberapa kota di China juga bakal dikunci atau diisolasi karena penyebaran wabah virus corona. Lagipula China Masters ini kan bukan turnamen mandatory [dalam perebutan poin ke Olimpiade] karena yang masuk [turnamen kualifikasi Olimpiade] itu series 300, 500, 750 dan 1.000," ucap Budi.
Budi menyatakan lebih serius memikirkan tentang Kejuaraan Asia Bulutangkis yang rencananya digelar di Wuhan pada April mendatang. Wuhan sendiri merupakan kota yang menjadi sumber penyebaran virus corona.
Meski baru akan berlangsung tiga bulan lagi tetapi kejuaraan tersebut merupakan arena terakhir dalam perebutan poin ke Olimpiade 2020 Tokyo.
Budi juga berpikir lebih jauh tentang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang rencananya dimulai pada 24 Juli sampai 9 Agustus 2020.
Turnamen China Masters 2020 sendiri dijadwalkan berlangsung 25 Februari sampai 1 Maret 2020 di Lingshui, Hainan, China. (ttf/jal)
