Dampak Virus Corona, Indonesia Absen di China Masters

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 17:09 WIB
Dampak Virus Corona, Indonesia Absen di China Masters Ihsan Maulana batal tampil di China Masters 2020 karena dampak virus Corona. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) batal mengirimkan atlet ke turnamen China Masters 2020 akibat virus corona.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Susy Susanti mengatakan saat ini belum menerima kabar dari Federasi Bulutangkis Asia (BAC) terkait dampak virus corona pada penyelenggaraan turnamen series 100 tersebut.

"Kalau yang di China kami akan batalkan semua. Sekarang saya sedang buat suratnya untuk membatalkan keberangkatan semua atlet," kata Susy, Senin (27/1).


Dikonfirmasi terpisah Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto memastikan Indonesia menarik diri dari China Masters 2020. Beberapa atlet sebelumnya sudah didaftarkan seperti Ihsan Maulana Mustofa, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, hingga Chico Aura Dwi Wardoyo dipastikan batal ambil bagian.

"Indonesia ambil sikap untuk batal tampil. Kami memilih menarik diri karena kemungkinan beberapa kota di China juga bakal dikunci atau diisolasi karena penyebaran wabah virus corona. Lagipula China Masters ini kan bukan turnamen mandatory [dalam perebutan poin ke Olimpiade] karena yang masuk [turnamen kualifikasi Olimpiade] itu series 300, 500, 750 dan 1.000," ucap Budi.

[Gambas:Video CNN]
Budi menyatakan lebih serius memikirkan tentang Kejuaraan Asia Bulutangkis yang rencananya digelar di Wuhan pada April mendatang. Wuhan sendiri merupakan kota yang menjadi sumber penyebaran virus corona.

Meski baru akan berlangsung tiga bulan lagi tetapi kejuaraan tersebut merupakan arena terakhir dalam perebutan poin ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Dampak Virus Corona, PBSI Batal Kirim Atlet ke China Masters
"Bidang luar negeri kami sedang bekerja dengan memberikan saran ke BAC dan BWF untuk tidak digelar di Wuhan sebelum aman dari virus corona," katanya.

Budi juga berpikir lebih jauh tentang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang rencananya dimulai pada 24 Juli sampai 9 Agustus 2020.

"Isu lebih serius lagi Olimpiade 2020. Kalau atlet China secara keseluruhan tidak boleh keluar, ya paling diundur. Kalau dipindah tidak mungkin karena persiapan sudah bertahun-tahun. Mungkin nanti dibicarakan lagi dengan NOC [National Olympic Committee]," ucap Budi.

Turnamen China Masters 2020 sendiri dijadwalkan berlangsung 25 Februari sampai 1 Maret 2020 di Lingshui, Hainan, China. (TTF/jal)