Witan Sulaeman, Anak Penjual Sayur Jemput Impian ke Eropa

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 22:02 WIB
Witan Sulaeman, Anak Penjual Sayur Jemput Impian ke Eropa Witan Sulaeman menjemput impian merumput di kompetisi sepak bola Eropa. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Witan Sulaeman pemuda sederhana, anak penjual sayur asal Palu, kini menjemput mimpi untuk berkarier di kompetisi sepak bola Eropa.

Ya, pemain Timnas Indonesia U-19 itu bakal merumput di salah satu klub Liga Serbia, FK Radnik Surdulica. Witan ditemani sang agen Dusan Bogdanic sempat pamit kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Kantor Kemenpora, Senin (10/2).

Nama Witan mulai mengemuka ketika memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF U-18 2017. Kala itu dia juga satu tim dengan wonderkid, Egy Maulana Vikri.


Dia mencetak gol perdana untuk Timnas Indonesia U-19 kala itu ketika Merah Putih menang 8-0 atas Brunei Darussalam di Grup B. Witan mencetak dua dari delapan gol.

Debut Witan bersama Timnas Indonesia U-19 ketika dia ikut dalam turnamen Toulon Prancis menghadapi Timnas Brasil U-20, 31 Mei 2017. Saat itu Merah Putih kalah 0-1 dari Brasil.

Witan Sulaeman menjemput impian ke Eropa. (Witan Sulaeman menjemput impian ke Eropa. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Pelatih Timnas Indonesia U-19 kala itu, Indra Sjafri, mengatakan Witan punya potensi luar biasa dan akan jadi pemain top jika berada di klub yang tepat.

"Saya pikir sejak dia [Witan Sulaeman] bersama kami di Timnas U-19 dan telah melewati berbagai kejuaraan seperti Turnamen Touloun di Paris, dua kali Piala AFF dan sekarang Piala Asia, grafik permainannya semakin membaik," ujar Indra dikutip dari situs resmi PSSI.

Bakat Witan ditemukan oleh Indra Sjafri dari SKO Ragunan. Dia sudah merintis karier sepak bola di SKO Ragunan sejak lulus dari sekolah menengah pertama.

Adalah sang ayah, Humaidi, yang mengantar langsung anaknya itu menempa bakat sepak bola di Jakarta. Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai penjual sayur itu menganggap berkarier sepak bola di Palu belum cukup menjanjikan.

"Di Palu dulu minim ajang untuk pesepakbola usia dini. Kalau pun ada, sifatnya hanya pertandingan antar kampung," kata Witan.

""Kalau di Jakarta, lebih banyak kompetisi yang diikuti. Begitu juga di Ragunan, malah bisa mengikuti turnamen internasional di luar negeri," tambah lulusan Sekolah Sepak Bola (SSB) Galara Palu itu.

Witan Sulaeman, Anak Penjual Sayur Jemput Impian ke Eropa
Nama Witan semakin mentereng bersama Timnas Indonesia U-19 di ajang Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tepatnya ketika Merah Putih menghadapi Uni Emirat Arab di laga terakhir Grup A, jadi momen tak terlupakan pemain muda itu.

Witan menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Uni Emirat Arab berkat satu-satunya gol yang dia cetak di menit ke-22. Kemenangan itu pun mengantarkan Witan ke babak perempat final Piala Asia U-19.

"Alhamdulillah saya bisa mencetak gol dan membawa Indonesia ke babak perempat final Piala AFC U-19 2018. Terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan luar biasa," ujar Witan saat itu.

Witan kini bersiap terbang lebih tinggi. Dia bakal memperkuat FK Radnik Surdulica. Witan menyusul rekan setim, Egy Maulana, yang lebih dahulu merumput di Eropa bersama klub Liga Austria, Lechia Gdansk.

Pemain yang humoris dan senang bercanda ini pun mengungkapkan rasa bangga di akun Instagram bahwa impiannya kini jadi kenyataan.

"Mimpi saya benar-benar menjadi kenyataan. Sangat senang bisa gabung dengan FK Radnik," ucap Witan menggunakan bahasa Inggris.

[Gambas:Instagram]


(bac/bac)