Presiden Liga Spanyol Puas City Dilarang di Liga Champions
CNN Indonesia
Sabtu, 15 Feb 2020 16:36 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, menyatakan puas Manchester City dilarang tampil di Liga Champions dua musim ke depan.
Tebas termasuk yang paling vokal mengkritik klub-klub raksasa di Eropa yang terlalu banyak menghamburkan uang. Dia pula yang kerap meminta UEFA untuk menyelidiki klub-klub besar seperti Man City dan Paris Saint Germain (PSG) karena diduga melakukan pelanggaran regulasi Financial Fair Play (FFP).
"UEFA akhirnya mengambil keputusan penting [menjatuhkan sanksi kepada Man City]."
"Menegakkan aturan Financial Fair Play dan menghukum pelanggaran keuangan merupakan hal penting bagi masa depan sepak bola," terang Tebas dalam akun Twitternya.
Man city bukan hanya dihukum larangan tampil di Liga Champions selama dua musim. The Citizens juga mendapat denda dari UEFA sebesar 30 juta euro (Rp445 miliar).
"Sudah bertahun-tahun kami meminta tindakan serius kepada Man City dan Paris Saint Germain."
"Akhirnya kami mendapatkan contoh yang baik demi dari tindakan [oleh UEFA] ini dan berharap lebih lagi ke depannya. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," tulis Tebas.
Sementara itu, mantan pemain Man City Rodney Marsh menilai hukuman berat ini bisa memaksa pemilik klub, Sheikh Mansour, meninggalkan klubnya.
"Jika aturan ini tetap ditegakkan tidak akan mengejutkan saya apabila Sheikh Mansour bakal menjual klub tersebut."
"Dia amat berkuasa bagi City dan ini gebrakan besar di sepak bola. Saya tidak menyalahkan dia [Sheikh Mansour]," tutur Rodney dikutip dari Mirror.
Man City dihukum UEFA setelah dinyatakan terbukti melakukan pemalsuan dokumen keuangan. Klub itu menggelembungkan pendapatan dari pihak sponsor demi menghindari dari kemungkinan sanksi terkait regulasi FFP. (bac)
Tebas termasuk yang paling vokal mengkritik klub-klub raksasa di Eropa yang terlalu banyak menghamburkan uang. Dia pula yang kerap meminta UEFA untuk menyelidiki klub-klub besar seperti Man City dan Paris Saint Germain (PSG) karena diduga melakukan pelanggaran regulasi Financial Fair Play (FFP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pep Guardiola kemungkinan hengkang dari Man City dengan hukuman terhadap klub. (Joe Giddens/PA via AP) |
"Akhirnya kami mendapatkan contoh yang baik demi dari tindakan [oleh UEFA] ini dan berharap lebih lagi ke depannya. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," tulis Tebas.
"Jika aturan ini tetap ditegakkan tidak akan mengejutkan saya apabila Sheikh Mansour bakal menjual klub tersebut."
"Dia amat berkuasa bagi City dan ini gebrakan besar di sepak bola. Saya tidak menyalahkan dia [Sheikh Mansour]," tutur Rodney dikutip dari Mirror.
Man City dihukum UEFA setelah dinyatakan terbukti melakukan pemalsuan dokumen keuangan. Klub itu menggelembungkan pendapatan dari pihak sponsor demi menghindari dari kemungkinan sanksi terkait regulasi FFP. (bac)
Pep Guardiola kemungkinan hengkang dari Man City dengan hukuman terhadap klub. (Joe Giddens/PA via AP)