ANALISIS

Tanda Bahaya Marc Marquez

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 19:26 WIB
Juara bertahan Marc Marquez merasakan krisis jelang tampil di MotoGP 2020 karena masalah motor dan kondisi bahu. Marc Marquez mengalami kesulitan jelang MotoGP 2020. (AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marc Marquez merasakan krisis saat MotoGP 2020 akan dimulai kurang dari dua pekan. Kombinasi antara cedera bahu dan belum kompetitifnya sepeda motor RC213V membuat Marquez menatap MotoGP 2020 penuh pesimistis.

Marquez kembali menjadi favorit di MotoGP 2020 setelah musim lalu memastikan gelar juara dunia saat musim masih menyisakan empat seri. Setelah empat kali beruntun merebut gelar juara dunia, Marquez memang pantas difavoritkan.

Namun persiapan Marquez memasuki MotoGP 2020 tidak sempurna, bahkan jauh dari kata kompetitif. Pebalap 27 tahun itu terpuruk di dua tes resmi jelang MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang Malaysia dan Losail Qatar.


Pada tes di Sirkuit Sepang, Marquez terpuruk di posisi 13 dan terpaut hingga 0,5 detik dari Fabio Quartararo dalam catatan waktu kombinasi tiga hari. Sementara hingga hari kedua tes di Losail, Minggu (23/2), The Baby Alien berada di posisi 14 dan terpaut hingga 1,055 detik dari Quartararo.

Marc Marquez tidak puas dengan sepeda motor Marc Marquez tidak puas dengan sepeda motor RC213V 2020. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Marquez memang tidak pernah meraih kemenangan di Sirkuit Losail sejak 2014. Tapi, juara dunia MotoGP enam kali itu selalu mampu finis di posisi lima besar pada balapan MotoGP Qatar sejak saat itu.

"Tentu saya khawatir karena saya ingin tampil cepat di setiap lap, setiap trek. Kami memiliki masalah dan sedang menganalisis apa yang terjadi, karena semua pebalap Honda kesulitan menggunakan sepeda motor baru," ujar Marquez dikutip dari Motorsport.

Semua pebalap Honda mengakhiri tes hari kedua di Qatar di belakang Takaaki Nakagami (posisi sepuluh) yang menggunakan motor RC213V spec 2019. Di saat Marquez mengeluhkan sepeda motor RC213V, maka hampir pasti seluruh pebalap Honda juga akan kesulitan. Pasalnya, selama ini Honda selalu membuat mesin 'khusus' untuk gaya membalap Marquez.

Tanda Bahaya Marc Marquez
Secara garis besar Marquez menggambarkan masalah utama pada RC213V 2020 ada di bagian depan sepeda motor yang mengganggu kenyamanan dan kendali. Marquez tidak percaya diri untuk menggeber sepeda motor secara maksimal, terutama memasuki tikungan.

Tapi, masalah utama Marquez tidak hanya dengan sepeda motor RC213V. Pebalap asal Spanyol itu masih bermasalah dengan kondisi bahu kanan usai menjalani operasi pada November 2019. Marquez mengaku belum 100 persen fit untuk menjalani musim.

Marquez mengaku mengalami kecelakaan di tikungan 8 pada tes hari kedua Losail karena sudah tidak mampu menahan beban sepeda motor. Kombinasi sepeda motor tidak kompetitif dan tubuh tidak fit bisa menjadi penjegal Marquez mempertahankan gelar juara dunia di MotoGP 2020.

Ubah Formula Juara

Marquez dikenal sebagai pebalap yang gemar mengambil risiko dalam meraih kemenangan. Dengan kondisi bahu yang tidak prima Marquez berpeluang tidak bisa melakukannya di MotoGP 2020.

Marc Marquez belum pulih usai operasi bahu kanan.Marc Marquez belum pulih usai operasi bahu kanan. (AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Posisi itu membuat Marquez tinggal berharap sepeda motor RC213V bisa lebih kompetitif daripada saat menjalani tes di Sepang dan Losail. Tapi, Honda tinggal punya waktu kurang dari dua pekan sebelum tampil di MotoGP Qatar.

Marquez sebenarnya pernah menghadapi masalah serupa dengan sepeda motor RC213V pada MotoGP 2017. Ketika itu Marquez kesulitan di awal musim setelah ada penyeragaman perangkat elektronik (ECU) untuk semua tim di MotoGP 2017. Alhasil sempat tertinggal hingga 37 poin dari Maverick Vinales di puncak klasemen.

[Gambas:Video CNN]
Marquez baru mampu meraih kemenangan di seri ketiga pada balapan MotoGP Amerika Serikat dan kemudian gagal menang dalam empat seri. Titik kebangkitan bagi Marquez terjadi di paruh musim ketika Honda mampu menyelaraskan ECU dengan RC213V 2017 yang lebih agresif.

Marquez akhirnya merebut gelar juara dunia MotoGP 2017 dengan mengalahkan Andrea Dovizioso setelah bangkit di 11 seri terakhir. Marquez sukses naik podium sembilan kali, termasuk meraih lima kemenangan.

Kini Marquez sedang harap-harap cemas dua pekan jelang MotoGP 2020 karena tanda-tanda bahaya ada di depan mata. Jika Honda tidak mampu memperbaiki RC213V, dan jika The Baby Alien tidak mampu pulih cepat dari masalah bahu kanan, maka sulit bagi Marquez untuk kembali menjadi juara. (jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK