Strategi Berkelas nan Aneh Guardiola

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 20:11 WIB
Strategi Berkelas nan Aneh Guardiola Pep Guardiola menerapkan strategi aneh saat Manchester City mengalahkan Real Madrid. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pep Guardiola kembali membuat kejutan dengan strategi aneh saat Manchester City mengalahkan Real Madrid pada pertandingan Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (27/2).

Sebuah strategi yang bahkan membuat pemain Man City bingung. Gelandang serang Man City Kevin de Bruyne usai sukses mengalahkan Madrid 2-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions mengaku para pemain The Citizens sempat bingung dengan strategi yang diterapkan Guardiola.

Sama seperti ketika mengalahkan Manchester United pada leg pertama semifinal Piala Liga, 7 Januari lalu, Guardiola menggunakan formasi 4-4-2 yang tidak biasa. Sergio Aguero dan Raheem Sterling dicadangkan. Sebagai gantinya Guardiola memainkan De Bruyne dan Bernando Silva sebagai false nine.


Gabriel Jesus yang berposisi natural sebagai penyerang tengah justru dimainkan sebagai sayap kiri. Sementara sayap kanan menjadi milik Riyad Mahrez dengan Rodri dan Ilkay Gundogan sebagai jangkar di lini tengah. Strategi itu baru diberitahu ke para pemain beberapa saat sebelum pertandingan.

Manchester City mengalahkan Real Madrid 2-1.Manchester City mengalahkan Real Madrid 2-1. (AFP/JAVIER SORIANO)
Strategi itu diterapkan Guardiola untuk melawan strategi Zinedine Zidane yang dikenal senang menumpuk gelandang dan berusaha menyerang lewat serangan balik cepat. Casemiro, Federico Valverde, Isco, dan Luka Modric dimainkan Zidane melawan Man City, dengan Vinicius dan Karim Benzema bertugas sebagai penyelesai peluang.

Dengan menaruh Silva dan De Bruyne bermain di depan dua gelandang bertipe bertahan, Gundogan dan Rodri, Guardiola berharap Man City bisa membahayakan lini pertahanan Madrid lewat Jesus dan Mahrez yang masuk dari sayap.

Strategi Berkelas nan Aneh Guardiola
Keputusan Guardiola menumpuk empat gelandang membuahkan hasil positif. Man City mampu membuat lini tengah Madrid frustrasi. Pertandingan ketat terjadi. Kedua tim mendapatkan peluang emas, tapi penampilan Thibaut Courtois dan Ederson mencegah terjadinya gol hingga akhirnya Rodri melakukan blunder pada menit ke-60.

Mantan pemain Atletico Madrid itu kehilangan bola dan Madrid sukses unggul lewat Isco usai menerima umpan Vinicius. Tapi, De Bruyne menjelma menjadi pembeda. Keputusan Guardiola untuk menarik De Bruyne sedikit ke tengah untuk menjemput bola, ditambah masuknya Raheem Sterling pada menit ke-73, membuat Man City bangkit.

De Bruyne kemudian memberi assist kepada Jesus yang kembali bermain sebagai penyerang tengah. Umpan silang De Bruyne membuat Jesus menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-78.

[Gambas:Video CNN]
Tekanan tanpa kenal lelah Man City akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83. Pergerakan Sterling membuat Dani Carvajal melakukan pelanggaran di kotak penalti. De Bruyne pun mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk membawa Man City menang 2-1 di leg pertama.

Guardiola sekali lagi membuktikan sebagai pelatih yang sering membuat kejutan dengan strategi berkelas nan aneh. Sebuah strategi yang bahkan membuat De Bruyne bingung.

"Empat tahun saya ada di sini, Guardiola selalu membuat pemain terkejut. Para pemain bahkan tidak tahu [strategi Guardiola] hingga pertandingan mau dimulai," ucap De Bruyne dikutip dari Irish Times. (har/jal)