ANALISIS

Tahun Genap Olahraga Berantakan karena Corona

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2020 09:06 WIB
Tahun 2020 tampak berbeda dengan tahun genap sebelumnya yang identik dengan penyelenggaraan ajang besar olahraga karena virus corona. Beberapa penonton menggunakan masker ketika menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Inggris. (AP/Jon Super)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun 2020 tampak berbeda dengan tahun genap sebelumnya yang identik dengan penyelenggaraan ajang besar olahraga karena virus corona.

Tabel daftar kasus corona kini menjadi salah satu pusat perhatian, bisa jadi mengalahkan minat orang menengok klasemen liga sepak bola atau klasemen peringkat pebalap MotoGP.

Virus corona yang sudah dikategorikan sebagai pandemi oleh WHO memang sudah memengaruhi berbagai sisi kehidupan termasuk olahraga.


Dunia olahraga yang menjadi salah satu sarana berkumpul banyak orang mau tidak mau mulai terkena dampak wabah corona yang mulai naik daun pada Januari 2020.

Setelah merebak di Wuhan, China, pelan tapi pasti virus yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan itu mulai menjangkiti banyak orang termasuk mereka yang berkecimpung di dunia olahraga.

Tahun Genap Olahraga Berantakan Gara-gara CoronaMikel Arteta menjadi salah satu pelaku olahraga yang terkena virus corona. (AP/Matt Dunham)
Untuk mencegah penyebaran corona kian meluas, dunia olahraga pun mengambil berbagai langkah seperti penundaan pertandingan dan menyelenggarakan berbagai gelaran tanpa penonton.

Bahkan ada aturan-aturan khusus yang diberlakukan guna menekan risiko di tengah lonjakan kasus corona, seperti anjuran untuk tidak berjabat tangan dengan lawan, tidak menandatangani barang dari fan atau tidak berfoto bersama dengan penggemar.

Ketika corona seolah susah dikendalikan, aksi lain yang lebih signifikan juga dilakukan penyelenggara olahraga seperti penangguhan pertandingan dalam kurun beberapa saat hingga waktu yang belum ditentukan.

Tahun Genap Olahraga Berantakan Gara-gara Corona
Tentunya hal tersebut berlangsung secara parsial, sebagai bagian dari keseluruhan usaha sebuah negara untuk mencegah penyebaran corona semakin parah seperti yang terjadi di ATP, NBA, Liga Italia, Liga Champions, Liga Inggris, dan Liga Spanyol, serta beberapa liga sepak bola lain.

Bahkan ada pula pembatalan pertandingan, seperti laga ekshibisi atau laga persahabatan sepak bola dan seri pertama F1 di Australia. Sementara MotoGP dipastikan mengalami pengunduran jadwal seperti di Qatar, Amerika Serikat, dan Thailand.

Penundaan, pengunduran, atau pembatalan ajang olahraga itu membuat jadwal berantakan tak lagi beraturan seperti laiknya dalam kondisi normal.

Tahun Genap Olahraga Berantakan Gara-gara CoronaPenyelenggaraan balap motor di Qatar tidak menyertakan balapan MotoGP, hanya Moto2 dan Moto3. (KARIM JAAFAR / AFP)
Jika MotoGP, F1, ATP, NBA, Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Champions, dan Liga Inggris yang bersifat kompetisi tahunan sampai ditunda atau dibatalkan, lantas bagaimana dengan dua hajatan besar olahraga tahun ini yang menjadi ciri khas tahun genap?

Penyelenggaraan Piala Eropa 2020 dan Olimpiade 2020 berada dalam titik bimbang. Dua pesta olahraga itu memang cukup riskan untuk digeser lantaran hitung-hitungan finansial dan gengsi.

Kerugian uang dan ego tentu tak sebanding dengan kesehatan dan nyawa yang bisa saja terancam. Atas alasan kemanusiaan dan tanggung jawab itu maka bisa saja Piala Eropa ke-16 dan Olimpiade ke-30 diundur.

Khusus untuk penyelenggaraan Olimpiade, dalam beberapa tahun terakhir memang kerap terganggu isu virus. Pada Olimpiade musim dingin Vancouver 2010 terdapat kasus H1N1, sementara jelang Olimpiade 2016 dibayangi virus Zika.

Tahun Genap Olahraga Berantakan Gara-gara CoronaJepang masih membuka opsi menyelenggarakan Olimpiade 2020 tepat waktu. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Pengunduran ajang akbar tersebut tentu bakal membutuhkan penyesuaian pada masa yang akan datang, tak melulu soal uang tetapi juga soal penyesuaian waktu yang rumit karena melibatkan banyak atlet dari negara yang tidak sedikit.

Kedua acara tersebut jelas masih bisa terselenggara tepat waktu dengan syarat dan ketentuan tertentu, semisal isu corona sudah mereda. Kendati demikian tetap saja Piala Eropa dan Olimpiade harus berjalan dengan pendekatan khusus dalam hal kesehatan dan keselamatan bagi para peserta, penonton, dan penyelenggara.

Tahun Genap Olahraga Berantakan Gara-gara Corona

Belum ada keputusan resmi soal kepastian penyelenggaraan, namun Piala Eropa mulai menunjukkan sinyal melunakkan waktu kick off atau memilih opsi tanpa penonton, sementara Olimpiade masih cukup berkeras optimistis diselenggarakan sesuai waktu yang telah direncanakan kendati membatalkan dan memindah lokasi pertandingan kualifikasi beberapa cabang olahraga.

Seandainya Piala Eropa dan Olimpiade tak terselenggara tepat waktu, kelak bakal dicatat sebagai sejarah yang tak memalukan. Ketimbang harus mengorbankan banyak orang dan justru menjadi memilukan. (har)