Tabel daftar kasus corona kini menjadi salah satu pusat perhatian, bisa jadi mengalahkan minat orang menengok klasemen liga sepak bola atau klasemen peringkat pebalap MotoGP.
Lihat juga:Edusports: Lencana Kehormatan Liga Champions |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah merebak di Wuhan, China, pelan tapi pasti virus yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan itu mulai menjangkiti banyak orang termasuk mereka yang berkecimpung di dunia olahraga.
Mikel Arteta menjadi salah satu pelaku olahraga yang terkena virus corona. (AP/Matt Dunham) |
Bahkan ada aturan-aturan khusus yang diberlakukan guna menekan risiko di tengah lonjakan kasus corona, seperti anjuran untuk tidak berjabat tangan dengan lawan, tidak menandatangani barang dari fan atau tidak berfoto bersama dengan penggemar.
Ketika corona seolah susah dikendalikan, aksi lain yang lebih signifikan juga dilakukan penyelenggara olahraga seperti penangguhan pertandingan dalam kurun beberapa saat hingga waktu yang belum ditentukan.
![]() |
Bahkan ada pula pembatalan pertandingan, seperti laga ekshibisi atau laga persahabatan sepak bola dan seri pertama F1 di Australia. Sementara MotoGP dipastikan mengalami pengunduran jadwal seperti di Qatar, Amerika Serikat, dan Thailand.
Penundaan, pengunduran, atau pembatalan ajang olahraga itu membuat jadwal berantakan tak lagi beraturan seperti laiknya dalam kondisi normal.
Penyelenggaraan balap motor di Qatar tidak menyertakan balapan MotoGP, hanya Moto2 dan Moto3. (KARIM JAAFAR / AFP) |
Penyelenggaraan Piala Eropa 2020 dan Olimpiade 2020 berada dalam titik bimbang. Dua pesta olahraga itu memang cukup riskan untuk digeser lantaran hitung-hitungan finansial dan gengsi.
Kerugian uang dan ego tentu tak sebanding dengan kesehatan dan nyawa yang bisa saja terancam. Atas alasan kemanusiaan dan tanggung jawab itu maka bisa saja Piala Eropa ke-16 dan Olimpiade ke-30 diundur.
Khusus untuk penyelenggaraan Olimpiade, dalam beberapa tahun terakhir memang kerap terganggu isu virus. Pada Olimpiade musim dingin Vancouver 2010 terdapat kasus H1N1, sementara jelang Olimpiade 2016 dibayangi virus Zika.
Jepang masih membuka opsi menyelenggarakan Olimpiade 2020 tepat waktu. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU) |
Kedua acara tersebut jelas masih bisa terselenggara tepat waktu dengan syarat dan ketentuan tertentu, semisal isu corona sudah mereda. Kendati demikian tetap saja Piala Eropa dan Olimpiade harus berjalan dengan pendekatan khusus dalam hal kesehatan dan keselamatan bagi para peserta, penonton, dan penyelenggara.
Seandainya Piala Eropa dan Olimpiade tak terselenggara tepat waktu, kelak bakal dicatat sebagai sejarah yang tak memalukan. Ketimbang harus mengorbankan banyak orang dan justru menjadi memilukan. (har)
Mikel Arteta menjadi salah satu pelaku olahraga yang terkena virus corona. (AP/Matt Dunham)
Penyelenggaraan balap motor di Qatar tidak menyertakan balapan MotoGP, hanya Moto2 dan Moto3. (KARIM JAAFAR / AFP)
Jepang masih membuka opsi menyelenggarakan Olimpiade 2020 tepat waktu. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)