ANALISIS

Mencegah Camavinga Jadi Blunder Real Madrid

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 06:30 WIB
Mencegah Camavinga Jadi Blunder Real Madrid Eduadro Camavinga menjadi incaran Real Madrid. (AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Real Madrid memasuki fase investasi besar-besaran untuk membeli pemain baru. Fase di mana blunder manajemen Madrid akan terlihat dalam beberapa tahun mendatang.

Eder Militao, Federico Valverde, Vinicius Junior, Brahim Diaz, dan Rodrygo Silva adalah sejumlah pemain muda yang dibeli Madrid dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu masih ada nama Dani Ceballos, Takefusa Kubo, dan Sergio Diaz yang sedang dipinjamkan.

Regenerasi skuat menjadi alasan utama manajemen Madrid gencar merekrut para pemain muda dalam beberapa musim terakhir. Sebuah langkah yang harus dilakukan mengingat Sergio Ramos, Toni Kroos, Karim Benzema, Luka Modric, Marcelo, dan Gareth Bale sudah tidak muda lagi.


Salah satu posisi yang harus segera ditambal Madrid adalah posisi gelandang bertahan. Dalam beberapa musim terakhir Los Blancos tidak memiliki pengganti yang sepadan untuk menambal Casemiro.

Real Madrid memantau Eduardo Camavinga sejak masih 14 tahun.Real Madrid memantau Eduardo Camavinga sejak masih 14 tahun. (AFP/REMY GABALDA)
Casemiro memang masih 28 tahun, namun musim ini gelandang bertahan asal Brasil itu terlalu dieksploitasi oleh pelatih Madrid Zinedine Zidane. Madrid memang memiliki Federico Valverde, tapi pemain asal Uruguay itu lebih kepada gelandang box-to-box.

Dikutip dari Marca, hingga musim ini berhenti karena virus corona, Casemiro merupakan pemain Madrid dengan waktu bermain paling banyak di semua kompetisi dengan 3.120 menit dari 35 pertandingan. Casemiro hanya absen di empat laga El Real musim ini.

Casemiro sempat menjalani 21 pertandingan beruntun hingga akhirnya mendapat waktu istirahat saat melawan Valencia pada 15 Desember 2019. Hingga laga melawan Valencia, Casemiro hanya mendapat waktu istirahat 30 menit melawan Granada serta Galatasaray. Selebihnya Casemiro bermain penuh.

Mencegah Camavinga Jadi Blunder Real Madrid
Kondisi Casemiro yang digunakan terlalu berlebih membuat Madrid kini berambisi mendapatkan Eduardo Camavinga. Gelandang bertahan 17 tahun dikabarkan menjadi bidikan utama Madrid sebagai pengganti Casemiro.

Camavinga merupakan pemain Rennes berdarah Angola yang sudah memperkuat timnas Prancis U-21. Camavinga merupakan pemain termuda dalam sejarah yang memperkuat Rennes di Ligue 1 saat melawan Angers pada 6 April 2019 saat masih 16 tahun dan empat bulan.

Camavinga disebut-sebut sebagai 'The Next Patrick Vieira'. Gelandang yang lahir pada 10 November 2002 itu kuat secara fisik, teknik, bermain tanpa lelah dan memiliki kekurangan yang minim untuk pemain seusianya.

Eduardo Camavinga yang masih 17 tahun dianggap sebagai 'The Next Patrick Vieira'. Eduardo Camavinga yang masih 17 tahun dianggap sebagai 'The Next Patrick Vieira'. (AFP/DAMIEN MEYER)
Di mata Madrid, Camavinga merupakan pemain yang cocok sebagai pelapis sekaligus pengganti Casemiro di masa depan.

Pertaruhan Madrid

Sejumlah media Spanyol mengklaim Madrid sudah memantau perkembangan Camavinga sejak sang pemain masih 14 tahun. Camavinga, bersama Reinier Jesus, merupakan dua pemain muda yang masuk radar pembelian utama Madrid. Reinier kini sudah ada dalam genggaman Madrid, tinggal Camavinga yang harus diburu.

Pencari bakat Madrid, Juni Calafat, yang memantau Camavinga sejak masih 14 tahun memastikan sang pemain siap mengenakan seragam Los Blancos. Namun, ada sejumlah pertanyaan yang muncul jika Madrid membeli Camavinga.

Pertanyaan pertama adalah apakah Camavinga sudah siap dengan tekanan luar biasa pendukung Madrid? Perlu diingat pemain hebat dalam sejarah sepak bola seperti Ricardo Kaka, Zinedine Zidane, hingga Cristiano Ronaldo saja juga tidak luput dari kritikan publik Santiago Bernabeu.

[Gambas:Video CNN]
Sudah banyak contoh pemain muda yang gagal di Madrid. Mulai dari Robinho, Martin Odegaard, hingga Lucas Silva. Pemain muda terakhir yang berhasil memenuhi harapan suporter dan hingga kini bertahan adalah Raphael Varane.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Zinedine Zidane mempercayai Camavinga? Dengan Casemiro masih 28 tahun dan dalam performa terbaik, Zidane diprediksi tetap mempercayai mantan pemain Sao Paulo itu dalam beberapa tahun ke depan. Itu artinya Camavinga akan lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Pertanyaan terakhir adalah apakah Camavinga bisa sabar menunggu kesempatan di bangku cadangan Madrid? Kondisi itu bisa merusak karier sang pemain.

Berkaca dari yang sudah-sudah, biasanya agen atau orang tua sang pemain akan memaksa Madrid menjual atau meminjamkannya demi mendapat waktu bermain lebih lama. Camavinga pun nantinya hanya akan menambah panjang daftar pemain muda yang gagal di Madrid.

Tiga pertanyaan di atas harus bisa dijawab, jika tidak maka Camavinga hanya akan jadi pembelian blunder Madrid. (jun)