Olimpiade Tokyo Diundur, Cabor Ubah Program

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 10:19 WIB
Olimpiade Tokyo Diundur, Cabor Ubah Program Pelatnas dayung tetap berjalan. (ANTARA FOTO/INASGOC/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cabang olahraga (cabor) membuat penyesuaian program latihan kepada para atlet usai Olimpiade 2020 Tokyo diundur ke 23 Juli 2021 akibat wabah virus corona.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Budiman Setiawan mengatakan pelatnas dayung tetap berlatih secara normal dengan beberapa penyesuaian program di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Penyesuaian dilakukan karena jadwal kualifikasi Olimpiade mundur ke akhir tahun.

"Jadi program latihan kami buat intensitasnya rendah, bukan seperlunya. Kalau latihan dengan intensitas tinggi kami takut menyebabkan atlet jadi lelah dan rentan sakit," ujar Budiman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).


Budiman mengatakan tidak mungkin pelatnas dihentikan. Bukan hanya persiapan menuju kualifikasi Olimpiade, tapi latihan yang digelar selama ini juga sekaligus persiapan menuju SEA Games 2021 di Vietnam dan Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

"Olimpiade hanya salah satu saja. Di Olimpiade kami belum bisa menjanjikan medali, tapi mudah-mudahan bisa lolos. Yang berat itu di Asian Games 2022 bagaimana kami bisa mempertahankan prestasi di 2018 lalu," ucap Budiman.

Olimpiade Tokyo Diundur, Cabor Ubah Program
Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) meliburkan semua atlet pelatnas dan memulangkannya ke daerah masing-masing. Keputusan meliburkan pelatnas diambil sebelum adanya penundaan Olimpiade dan larangan mudik, atau sekitar dua pekan lalu.

Sekjen PB PASI Tigor Tanjung mengungkapkan sejauh ini baru satu atlet atletik yang dipastikan lolos ke Olimpiade Tokyo, yakni Lalu Muhammad Zohri. Sedangkan empat lainnya masih berusaha mendapatkan tiket.

"Mereka juga pulang dengan membawa program latihan dari pelatih masing-masing untuk dikerjakan. Dengan mundurnya Olimpiade ke 2021 pasti ada penyesuaian sistem kualifikasi, ini yang masih kami tunggu keterangan dari World Athletic yang berkoordinasi dengan IOC," ucap Tigor.

[Gambas:Video CNN]
Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Ade Lukman berharap para atlet bisa menjaga kebugaran di tengah kondisi yang tidak menentu karena wabah virus corona.

"Biasanya atlet berlatih mengikuti program periodesasi. Jadi mereka tetap harus menjaga kebugarannya. Jangan diforsir, tapi bagaimana tetap sehat," ucap Ade.

Pesan Kemenpora

Sementara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menitipkan pesan kepada penghuni pelatnas bulutangkis di Cipayung usai pelatih tunggal putra Hendry Saputra dinyatakan negatif virus corona.

Kepastian negatif virus corona Hendry dipastikan setelah hasil tes swab yang dilakukan sejak Rabu (25/3) keluar pada Selasa (31/3) malam.

"Kondisi ini [belum keluarnya hasil tes swab] sempat membuat galau dan menimbulkan psikologis tidak nyaman buat Coach Hendry, istri dan penghuni cipayung. Meski hasilnya negatif pemerintah juga minta untuk tetap hati-hati, jangan sampai lengah karena Jakarta ini sebagai epicentrum virus corona," kata Gatot kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Mewakili Kemenpora, Gatot mengaku ikut senang dan lega dengan hasil negatif virus corona Hendry Saputra. Kepastian ini sekaligus membuat penghuni pelatnas bulutangkis di Cipayung, ofisial, dan pengurus bisa lega. Terlebih, hasil rapid test yang dilakukan kepada seluruh penghuni Cipayung juga negatif dari virus corona.

Setelah hasil swab diketahui, PBSI disebut Gatot bakal mengabarkan hal tersebut kepada Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang selama ini sudah menunggu. Hendry sempat berstatus PDP atau Pasien Dalam Pengawasan usai kembali dari Birmingham, Inggris, menemani atlet tampil di All England 2020, 11-15 Maret lalu.

"Setelah hasil negatif ini keluar, kondisinya sudah normal lagi. Coach Hendry sudah boleh pulang ke rumah," ucap Gatot. (TTF/har)