Pemain Serbia Ditangkap karena Langgar Darurat Corona

CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 20:47 WIB
Pesepakbola Serbia, Aleksandar Prijovic, ditangkap polisi karena melanggar jam malam sebagai bagian dari darurat virus corona. Pesepakbola Serbia ditangkap karena melanggar jam malam darurat virus corona. (AP/Sergei Grits)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesepakbola Serbia, Aleksandar Prijovic, ditangkap pihak kepolisian karena melanggar aturan darurat virus corona di negara itu.

Serbia mulai menerapkan pembatasan jam malam bagi semua warganya untuk menekan penyebaran virus corona. Pemain klub Arab Saudi Al Ittihad itu pun kedapatan melanggar aturan jam malam.

Dikutip dari AP, Prijovic pun langsung ditangkap. Dalam video yang dirilis pihak otoritas Beograd, dia dinyatakan bersalah dalam persidangan dan mendapat hukuman pengurungan di rumahnya selama tiga bulan.


Polisi menangkap penyerang 29 tahun itu beserta 19 orang lainnya di sebuah bar hotel di Beograd, Sabtu (4/4) malam waktu setempat. Pemerintah melarang para warga melakukan aktivitas di luar rumah mulai pukul 17.00 hingga 05.00 waktu setempat.

Luka Jovic sempat ditangkap polisi karena melanggar jam malam di Serbia. (Luka Jovic sempat ditangkap polisi karena melanggar jam malam di Serbia. (AFP/GABRIEL BOUYS)
Prijovic menjadi pemain Serbia kedua yang mendapat hukuman karena melanggar jam malam di negara itu. Sebelumnya, striker Real Madrid juga mendapat hukuman yang sama karena melanggar jam malam.

Dia mengabaikan aturan darurat virus corona dengan menghadiri pesta ulang tahun kekasihnya di salah satu kafe Beograd bulan lalu.

Pemerintah memberlakukan hukuman maksimal hingga tiga tahun penjara bagi para warga yang melanggar aturan darurat virus corona. Sementara hukuman paling ringan adalah tiga bulan kurungan di rumah.

Tingkat penyebaran virus corona di Serbia benar-benar melonjak tajam pada akhir Maret. Kini angkanya mencapai lebih dari seribu orang di negara itu.

Pemain Serbia Ditangkap karena Langgar Darurat Corona
Dilansir dari Anadolu, pemerintah Serbia meminta bantuan kepada Rusia. Pemerintah Rusia segera merespons dengan mengirim para dokter dan sejumlah suplai untuk membantu melawan penyebaran Covid-19.

"Pesawat akan mengirimkan dokter-dokter militer, spesialis virology dan epidemiology dengan peralatan canggih untuk diagnosis virus serta penanganan desinfektan ke pangkalan udara Batajnica [Serbia]," demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia. (bac/bac)