Olahraga mengalami vakum setelah virus corona menjadi wabah besar dan menghantui kehidupan orang banyak. Cara penularan melalui droplet atau percikan cairan tubuh, yang memaksa orang menjadi berjarak, membuat beberapa hal yang sebelumnya lazim dilakukan atlet berpotensi haram pada masa yang akan datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga terjadi di liga bola basket NBA. Beberapa klub menganjurkan pemain tak lagi melakukan tos pada awal Maret 2020. Begitu pula dalam beberapa turnamen terakhir badminton. Para pemain tak lagi saling bersalaman dengan wasit, juri, dan lawan.
Para pemain melakukan tos dalam pertandingan All Star NBA 2020. (AP Photo/Nam Huh) |
Dalam pertandingan tenis biasanya para atlet dimanjakan dengan keberadaan ball boys atau ball girls yang membawakan handuk. Bisa saja keberadaan bocah-bocah tersebut ditiadakan demi alasan kesehatan.
Pada Maret, ketika virus corona mulai mewabah sempat pula terlihat ball boys dan ball girls mengenakan sarung tangan. Sebelumnya, pada 2018, ATP memperkenalkan rak handuk yang tidak mendapat sambutan antusias dari petenis.
"Saya rasa kemudahan mendapat handuk kapanpun Anda membutuhkannya sangat membantu. Itu mengurangi hal-hal yang harus Anda pikirkan. Saya rasa itu tugas dari anak-anak [ball boys dan ball girls] untuk menyediakan handuk bagi para pemain," ujar petenis Stefanos Tsitisipas dikutip dari AFP.
Sementara dalam olahraga basket, biasanya para atlet mendapat handuk dari ofisial tim saat sedang jeda pertandingan di pinggir lapangan.
Di olahraga sepak bola, kebiasaan meludahi sarung tangan kerap dilakukan kiper dengan sugesti agar dapat membuat bola lebih lengket ketika dipegang.
[Gambas:Video CNN]
(nva/jal)
Para pemain melakukan tos dalam pertandingan All Star NBA 2020. (AP Photo/Nam Huh)