Banyak cara yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan di saat masa lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus penyebaran virus.
Tujuan utama olahraga di saat seperti ini adalah meningkatkan atau setidaknya menjaga imun tubuh agar tak gampang sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olahraga intensitas berat disebut akan membuat imun menurun dan menjadi bumerang untuk menghadapi virus corona.
Perhatikan intensitas ketika berolahraga. (iStockphoto/Prostock-Studio) |
"Kalau bernyanyi sudah tidak bisa dan berbicara pun juga sudah tidak lancar, itu tanda intensitas olahraganya sudah berat. Kalau sudah begitu kurangi intensitasnya dan tetap berolahraga sampai 30 menit atau sampai target durasi yang direncanakan," jelas dokter yang pernah berdinas di SKO Ragunan.
Jenis olahraga yang dilakukan pun banyak, termasuk olahraga yang bersifat aerobik atau kardio dan strength training yang cenderung menguatkan otot.
"Pilihan saat ini olahraga di rumah lebih baik karena meminimalisasi risiko terkena penyakit. Di rumah pun kita bisa melakukan beragam aktivitas. Kalau ada alat seperti treadmill atau sepeda statis bisa, atau bisa juga kan lihat exercise video seperti zumba atau body combat," ucap Dicky.
"Bahkan ada juga olahraga yang terlihat tidak seperti olahraga sungguhan, seperti menyapu, mengepel, atau naik turun tangga. Itu yang disebut NEPA, Non Exercise Physical Activity. Segala macam aktivitas itu lebih baik daripada tidur, atau rebahan," sambungnya.
Dokter yang pernah bekerja sama dengan Fakhri Husaini di Timnas Indonesia U-16 itu juga menyarankan agar olahraga dilakukan minimal selama 150 menit per pekan atau 30 menit setiap hari. (nva)
Perhatikan intensitas ketika berolahraga. (iStockphoto/Prostock-Studio)