Granero, yang merupakan jebolan akademi Madrid dan pernah berkostum Los Blancos pada musim 2009 hingga 2012, kini berkarier di klub Marbella yang merupakan anggota divisi ketiga sistem kompetisi sepak bola di Spanyol.
Sembari aktif di lapangan hijau, Granero juga turut terlibat dalam pengembangan perusahaan kecerdasan buatan berbasis sepak bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal virus, Anda akan membuat keputusan yang lebih baik jika bisa melihat apa yang akan terjadi. Dengan kecerdasan buatan, Anda bisa melakukan simulasi dari banyak skenario tentang segala hal yang terjadi di masa lockdown, dan bagaimana kita bersiap menghadapi pandemi pada masa yang akan datang."
Pemain yang pernah menjadi rekan satu tim Cristiano Ronaldo itu menyatakan banyak melakukan kerja sama dengan pemerintah, baik di Spanyol dan luar negeri.
Mendapat banyak pujian, Granero justru sungkan karena merasa bukan orang yang tepat untuk diberi apresiasi.
"Saya bukan ahli dalam bidang kecerdasan buatan. Teman-teman saya yang ahli. Mereka bekerja di saat akhir pekan dan di saat waktu bebas mereka dan saya berusaha memberi bahan yang mereka butuhkan," ujar Granero dikutip dari Sky Sports.
"Saya tidak mau ini terdengar heroik, karena bagi saya ini adalah bagian dari tanggung jawab karena kami memiliki alatnya. Pahlawan adalah mereka yang bekerja di rumah sakit," tukas gelandang yang pernah merasakan kompetisi Liga Inggris bersama Queens Park Rangers tersebut.
[Gambas:Video CNN]
(nva/bac)
