Catatan tersebut membuat Gaethje punya rasio kemenangan KO/TKO mencapai 85,7 persen. Dari tiga kemenangan lain di luar KO/TKO, Gaethje satu kali menang lewat submission dan dua kali menang lewat keputusan juri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
James Vick, Edson Barboza, dan Donald Cerrone takluk lewat pukulan Gaethje saat pertandingan baru berjalan selama satu ronde.
Sosok Tony Ferguson bakal jadi ujian yang bagus untuk Justin Gaethje. (Harry How/Getty Images/AFP) |
Di duel lawan Barboza, Gaethje sukses membuat Barboza terjungkal lewat pukulan tangan kanan. Upaya Barboza keluar dari area pukulan Gaethje tak membuahkan hasil karena ia terkena hantaman pukulan kanan Gaethje. Barboza tumbang dan pertarungan langsung dihentikan.
Sedangkan di duel lawan Vick, Gaethje terus merangsek ke dalam area pertahanan Vick. Kombinasi pukulan kiri dan kanan Gaethje membuat Vick tersungkur dan pertandingan berhenti.
Dikutip dari situs resmi UFC, Gaethje mampu mendaratkan rata-rata 8,57 pukulan per menit. Catatan ini merupakan catatan terbaik dalam sejarah UFC.
[Gambas:Video CNN]
Akurasi pukulan Gaethje pun ada di angka 55,6 persen alias yang terbaik di kelas ringan.
Dua hal ini yang jadi kunci sukses Gaethje lahir sebagai salah satu raja KO, baik di UFC maupun di arena sebelumnya tempat ia bernaung.
Dengan catatan tersebut, laga Gaethje pasti selalu dihiasi strategi agresif. Gaethje adalah tipe petarung yang selalu menyeruak menyerang lawan untuk mencari kesempatan mendaratkan pukulan kerasnya.
Keganasan Gaethje akan beradu dengan Ferguson yang punya kemampuan bagus dalam menghadapi berbagai jenis petarung. (ptr)
Sosok Tony Ferguson bakal jadi ujian yang bagus untuk Justin Gaethje. (Harry How/Getty Images/AFP)