Dalam laporan FIFPRO, mereka menyoroti kebijakan PSSI yang mengizinkan klub melakukan pemotongan gaji tanpa berdiskusi dengan APPI dan FIFPRO sebagai perwakilan pemain.
Dengan berlandaskan kebijakan tersebut, tiap klub membayar gaji maksimal 25 persen sejak bulan April, dan bahkan ada dua tim yang hanya membayar gaji sebesar 10 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi makin menyedihkan lantaran upah tersebut dipotong sehingga ada pemain yang hanya mendapat US$50 alias Rp736 ribu selama pandemi corona.
"PSSI melakukan intervensi dalam hubungan pekerja [keputusan potong gaji] tanpa punya niat untuk mengundang asosiasi pemain dalam diskusi. Melihat fakta perlakuan ini sudah berlangsung sejak Maret menunjukkan PSSI tidak mempedulikan standar internasional dan juga kesejahteraan pemain di Indonesia," ucap Direktur Hukum FIFPRO Roy Vermeer.
CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi PSSI untuk meminta klarifikasi mengenai laporan FIFPRO, namun belum mendapat tanggapan.
[Gambas:Video CNN]
(ptr/nva)
