28 Mei, AS Roma Kehilangan Pangeran Totti

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 20:44 WIB
Roma's forward from Italy Francesco Totti holds a framed Number 10 during a ceremony to celebrate his last match with AS Roma after the Italian Serie A football match AS Roma vs Genoa on May 28, 2017 at the Olympic Stadium in Rome. Italian football icon Francesco Totti retired from Serie A after 25 seasons with Roma, in the process joining a select group of 'one-club' players. / AFP PHOTO / Vincenzo PINTO Francesco Totti setia di AS Roma. (AFP PHOTO / Vincenzo PINTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbicara tentang kesetiaan di sepak bola, Francesco Totti di AS Roma adalah salah satu contoh terbaiknya.

28 Mei 2017, Totti masuk ke lapangan menggantikan Mohamed Salah di menit ke-54 dalam laga AS Roma lawan Genoa. Laga ini sangat penting bagi Totti karena ini merupakan penampilan terakhir sang Pangeran bersama tim asal ibu kota.


Ribuan penggemar sudah memadati Stadion Olimpico dan menanti detik-detik pertandingan berakhir. Totti terus menguasai bola di sisi kiri pertahanan Genoa sampai akhirnya peluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan.


Roma menang 3-2 atas Genoa dan memastikan posisi kedua di tangan 'Serigala Ibu kota', namun hal terpenting hari itu adalah kepergian Totti dari skuat AS Roma untuk selamanya.

Kemenangan dan kehilangan dirayakan secara bersamaan. Totti lalu harus berdiri di hadapan puluhan ribu penonton untuk mengucapkan kata-kata perpisahan.
Pesepakbola AS Roma Francesco Totti melambaikan tangan kepada penonton disela pertandingan AS Roma Day 2015 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2015. Tim Merah AS Roma berhasil menang atas Tim Putih AS Roma dengan skor 2-1. CNN Indonesia/Safir MakkiFrancesco Totti memilih bertahan di AS Roma meski mendapat banyak tawaran. (CNN Indonesia/Safir Makki)

"Kamu tentu saja tidak bisa melupakan 25 tahun begitu saja. Kalian terus berada di belakang saya, mendukung saya dalam momen baik dan buruk," kata Totti dalam pembuka pidato perpisahannya.

Totti adalah identitas AS Roma dalam lebih dari dua dekade. Ia tumbuh bersamaan dengan evolusi yang terjadi di AS Roma.

Kepiawaian Totti membuatnya jadi salah satu fantasista Italia di era 90-an, bersaing dengan Alessandro Del Piero yang merupakan rekan satu generasinya.

Totti sudah dipercaya jadi kapten AS Roma di usia 22 tahun pada 1998. Sejak itu, jiwa kepemimpinan Totti makin terbentuk.

Ia sukses mengantar Roma jadi juara Liga Italia di musim 2000/2001. Keberhasilan Roma tersebut memutus dominasi Liga Italia yang didominasi oleh Juventus dan AC Milan saat itu.

Namun Scudetto 2000/2001 ternyata jadi satu-satunya gelar besar Totti bersama Roma. Totti memang memenangkan dua Coppa Italia dan dua Piala Super Italia, namun jumlah gelar itu tentu terbilang sedikit untuk pemain sekaliber Totti.

Totti bisa saja menempuh jalan mudah untuk mengoleksi lebih banyak gelar, misal dengan menerima tawaran Real Madrid untuk bergabung. Namun hal itu tidak dilakukan oleh Totti.
Roma's forward from Italy Francesco Totti (L) embraces his wife Ilary Blasi next to his children Cristian Totti (R), Isabel Totti and Chanel Totti during a ceremony to celebrate his last match with AS Roma after the Italian Serie A football match AS Roma vs Genoa on May 28, 2017 at the Olympic Stadium in Rome. Italian football icon Francesco Totti retired from Serie A after 25 seasons with Roma, in the process joining a select group of 'one-club' players. / AFP PHOTO / Vincenzo PINTOMomen ketika Francesco Totti mengucapkan perpisahan. (AFP PHOTO / Vincenzo PINTO)

Hati Totti tetap untuk Roma dan hal itulah yang terus membuatnya bertahan, musim demi musim, hingga akhirnya usia karier Totti di AS Roma mencapai 25 tahun untuk tim senior, plus tiga tahun di tim junior.

Torehan 25 tahun bertahan di satu klub yang sama tentu tak mudah bagi Totti, terutama ketika ia berada dalam fase emas kariernya di awal 90-an dan awal 2000-an.

"Dilahirkan sebagai orang Roma dan menjadi Romanisti memang keistimewaan. Menjadi kapten tim ini merupakan sebuah kehormatan. Kalian selalu ada di dalam hidup saya."
GIF Banner Promo Testimoni


"Saya tak akan lagi menghibur kalian dengan kaki saya, namun hati saya akan selalu bersama kalian. Sekarang saya akan menuruni tangga dan memasuki ruang ganti yang menyambut saya ketika masih anak-anak dan bakal saya tinggalkan sebagai sebuah pria dewasa."

"Saya gembira dan bangga memberikan AS Roma 28 tahun penuh cinta. Saya mencintaimu."

Totti kemudian melambaikan tangan, disambut tepukan tangan dari orang-orang dengan mata yang basah. (ptr/jun)

[Gambas:Video CNN]