Adesanya ikut bergabung dengan aksi protes di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Auckland. Dalam protes tersebut, Adesanya mengungkapkan keresahan terhadap kematian Floyd.
"Saya lelah melihat wajah-wajah itu dibunuh, karena saya melihat diri saya di dalam mereka [korban]. Ini sungguh menghancurkan hati. Saya sungguh marah," ucap Adesanya, dikutip dari Newshub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berapa banyak dari kalian yang masuk ke toko dan harus meletakkan tangan di belakang sehingga mereka tidak berpikir bahwa kamu akan mencuri?"
Israel Adesanya ikut dalam demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. (Harry How/Getty Images/AFP) |
Adesanya lalu menceritakan kisahnya saat berada di lift di apartmen tempat ia tinggal.
"Saya ada di lift dan tiga kali mengalami momen ketika orang kulit putih melompat terkejut ketika melihat saya. Jadi saya harus tersenyum. Jadi saya memutuskan berada di sisi lift dan membiarkan mereka masuk sehingga mereka tak lagi ketakutan ketika melihat saya."
"Kenapa? Karena saya hitam. Itu karena saya hitam. Apa yang saya lakukan? Saya tidak memiliki pilihan. Bila saya memiliki pilihan, saya akan tetap menjadi kulit hitam," ujar Adesanya.
Adesanya juga menyebut bahwa suara-suara protes atas ketidakadilan terhadap warga kulit hitam juga harus datang dari seluruh elemen masyarakat.
"Kami sudah berbicara untuk waktu yang lama, kami bergerak untuk waktu yang lama, dan kini bukan hanya tentang kami."
"Seluruh orang dari berbagai ras ada di sini karena kami butuh kalian. Kami butuh kalian untuk berbicara. Kami butuh kalian untuk mengatakan sesuatu," kata Adesanya.
Adesanya adalah atlet UFC kelahiran Nigeria. Namun di usia 10 tahun, keluarga Adesanya pindah ke Selandia Baru. Adesanya adalah pemegang sabuk juara kelas menengah di UFC. Adesanya belum pernah kalah dalam 19 laga Mixed Martial Arts yang ia jalani. (ptr/sry)
Israel Adesanya ikut dalam demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. (Harry How/Getty Images/AFP)