Pernat: Marquez Gagal ke Ducati Gara-gara Rossi

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 15:20 WIB
Tak ada tegur sapa dan jabat tangan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi mengawali konferensi pers jelang MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram, Kamis (3/10. Marc Marquez dan Valentino Rossi. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perseteruan dengan Valentino Rossi di MotoGP Malaysia 2015 membuat peluang Marc Marquez bergabung dengan Ducati tertutup.

Klaim tersebut diungkap pengamat MotoGP sekaligus mantan manajer Rossi, Carlo Pernat. Pria yang juga mantan manajer Andrea Iannone itu mengatakan Ducati hampir mendapatkan Marquez pada 2015.

Perseteruan Marquez dengan Rossi kemudian menggagalkan kepindahan The Baby Alien ke Ducati. Tapi, Ducati kini sudah melupakan insiden tersebut dan kembali berambisi merekrut Marquez.


"Pada 2015, Ducati dan Philip Morris [sponsor Ducati] menginginkan Marquez, tapi setelah apa yang terjadi di MotoGP Malaysia dengan Rossi, mereka menghapus Marquez," ujar Pernat kepada GP One.

GIF Banner Promo Testimoni
"Sekarang setelah kondisi berubah, saya pikir Marquez juga ingin menang dengan sepeda motor lain karena Rossi sudah melakukannya," sambung Pernat.

Ducati sempat berusaha melakukan negosiasi dengan pihak Marquez sebelum pebalap asal Spanyol itu menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun dengan Repsol Honda pada Februari 2020.

[Gambas:Video CNN]
Marquez memastikan ada pembicaraan dengan Ducati. Pebalap 27 tahun itu juga tidak menutup kemungkinan memperkuat Ducati di masa depan.

"Saya mendengar Ducati, yang bertanya sejumlah informasi, tapi proyek bersama Honda adalah yang terbaik. Saat ini saya katakan tidak, tapi di masa depan kita tidak pernah tahu," ucap Marquez.

Sebelumnya Marquez mendapat kritikan karena terus memperkuat Repsol Honda. Marquez ditantang untuk merebut gelar juara dunia MotoGP bersama tim lain.

"Saya 27 tahun, saya punya kontrak untuk empat tahun lagi. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi. Saya dengar orang-orang mengatakan saya harus juara dunia bersama sepeda motor lain, tapi saya mengambil keputusan mengikuti kata hati," ujar Marquez. (har/jun)