Lin Dan, Manusia Super China di Lapangan Badminton

x, CNN Indonesia | Sabtu, 04/07/2020 14:30 WIB
Lin Dan of China throws his racquet after loosing a point against Son Wan-ho of South Korea during their men's singles semi-final match at the Malaysia Open Badminton Superseries in Kuching on April 8, 2017. / AFP PHOTO / MOHD RASFAN Lin Dan memutuskan pensiun pada pertengahan 2020. (AFP PHOTO / MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Predikat Super Dan tidak berlebihan melekat pada sosok Lin Dan yang pernah menjadi orang terkuat di sektor tunggal putra.

Seperti atlet badminton pada umumnya, Lin Dan mengawali karier dari level junior. Prestasinya sudah cukup apik ketika membela tim junior China.

Memasuki 2001 Lin Dan menapaki karier di level senior. Sebelum akrab dengan gelar juara, atlet kidal ini lebih dulu sekadar menjadi penggembira dan kerap gagal menembus babak pertama dalam sebuah turnamen.


Mendapat julukan Lin si Spesialis Babak Pertama, Lin Dan perlahan mulai menunjukkan kualitas sebagai calon penghuni ranking satu dunia.

Pada Februari 2004, nama Lin Dan ada di peringkat teratas tunggal putra. Pria kelahiran Oktober 1983 itu kian menjadi-jadi dan seolah tak terkalahkan.

Tak hanya langganan di podium juara turnamen-turnamen super series, Lin Dan juga tampil sebagai kampiun di All England, Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Asia, termasuk di ajang multi cabang seperti Asian Games.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Lin Dan kemudian tampil sebagai juara Olimpiade 2008. Tidak cuma sekali menjadi juara di pesta olahraga dunia tersebut, Lin Dan mengulanginya empat tahun berselang dengan mengalahkan Lee Chong Wei yang merupakan rivalnya.

Karier Lin Dan di arena badminton tergolong panjang. Kendati seperti atlet pada lazimnya yang mengalami cedera, Lin Dan seperti memiliki kekuatan super untuk tetap tampil sebagai pemenang.

Bahkan ketika sudah berumur kepala tiga dan tidak berada dalam kondisi terbaik, Lin Dan masih mampu menyabet gelar dengan menundukkan pemain-pemain muda.

Total selama 19 tahun menekuni badminton profesional, Lin Dan telah mengoleksi 66 gelar individu, termasuk dua medali emas Olimpiade, lima gelar Kejuaraan Dunia, dua kesuksesan di Asian Games, empat trofi kejuaran Asia serta sekitar 40-an gelar di kejuaraan super series.

Selain karier yang gemilang dan penuh prestasi, Lin Dan juga disorot lantaran memiliki perangai yang kontroversial. Pada 2008 Lin Dan bersitegang dengan pelatih Korea Selatan asal China, Li Mao, dan disebut berkelahi dengan pelatihnya sendiri Ji Xinpeng.

Sebelum menyatakan pensiun pada Sabtu (4/7), Lin Dan sudah lebih dulu membina rumah tangga bersama mantan atlet badminton China Xie Xingfang.

[Gambas:Video CNN]

(nva/jun)