RD Akui Diminta Jadi Calon Wakil Bupati Lampung Tengah

CNN Indonesia | Minggu, 12/07/2020 10:58 WIB
Rahmad Darmawan. CNN Indonesia/Artho Viando Rahmad Darmawan ditawari menjadi calon Wakil Bupati Lampung Tengah. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan pelatih Timnas Indonesia Rahmad Darmawan (RD) memastikan ada permintaan terjun ke politik dan menjadi bakal calon Wakil Bupati Lampung Tengah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

RD diminta mendampingi Nessy Calvia Mustafa yang menjadi bakal calon Bupati Lampung Tengah melalui sebuah survei yang disebut dilakukan beberapa Ormas [Organisasi Masyarakat] di Lampung.

"Wacana itu ada dan nanti kita lihat seperti apa. Ini sesuatu yang baru buat saya, jadi saya tentu tidak ingin gegabah menentukan sebuah keputusan," ucap RD yang ditemui CNNIndonesia.com, Sabtu (11/7).

Soal ketertarikan di dunia politik, RD enggan memberikan jawaban pasti. Mantan pelatih Persij Jakarta itu mengatakan minta waktu untuk mengambil keputusan.


Rahmad Darmawan. CNN Indonesia/Artho ViandoRahmad Darmawan belum memberi jawaban pasti terjun ke dunia politik. (CNN Indonesia/Artho Viando)

"Sekarang saya minta waktu dalam beberapa hari ini untuk merenung, istikharah apa keputusannya nanti. Sekali lagi ada hal yang kadang-kadang tidak kita inginkan tapi waktu yang menggiring kita ke sana," ungkap RD yang saat ini berstatus pelatih Madura United.

Citra kotor politik tak memberatkan langkah RD terjun ke dunia politik. Meski nantinya masuk dunia politik, RD juga memastikan akan tetap aktif di dunia sepak bola.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

RD mengaku belum secara formal berbicara dengan manajemen Madura United soal menjadi bakal calon Wakil Bupati Lampung Tengah. Haruna Soemitro selaku Direktur Tim Madura United sudah memberikan sentilan buat RD.

"Tadi malam bercanda sama Pak Haruna, dia bilang bahasanya 'Jangan nyasar di jalan yang gelap'. Terus saya bilang apa si pak artinya susah banget. Bercanda dia 'Maksudnya, mencari yang terang-terang saja',"

"Kalau saya masuk [ke politik] saya harus menjadi seperti seorang pelatih sepak bola di lapangan. Jangan sampai ikut kotor. Pasti [tetap di sepak bola]. Dalam posisi yang berbeda. Artinya seorang pelatih mungkin seperti seorang pendidik, pengajar. Tapi nanti mungkin saya sebagai pembina tentu membawahi semua hal-hal kepelatihan akademi, SSB dan sebagainya," ucap RD.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/har)