Tekan Mekanik, Rossi Buktikan Masih Cinta Yamaha

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 09:14 WIB
Valentino Rossi mengatakan masih cinta pada Yamaha sehingga menekan para mekanik dari Jepang membuat setelan sesuai gaya balapannya. Valentino Rossi menekan mekanik untuk menunjukkan rasa cinta kepada Yamaha. (Mohd RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Usai meraih podium MotoGP Andalusia 2020, Valentino Rossi mengatakan tak ada maksud untuk memperburuk nama Yamaha dengan menekan para mekanik. Sebaliknya, The Doctor justru ingin menunjukkan bahwa dia masih cinta kepada tim pabrikan tersebut.

Sebelumnya, The Doctor blak-blakan angkat suara soal perdebatan sengit dengan para mekanik Yamaha dari Jepang.

Bukan ingin merendahkan tim sendiri, Rossi justru ingin menunjukkan rasa terima kasih dan cinta kepada Yamaha.


"Saat saya masih membalap di Ducati, saya sangat tidak yakin bisa mencapai level lebih tinggi."

"Saya sangat beruntung Yamaha kembali merekrut saya sehingga memberikan kesempatan 10 tahun lagi berkarier. Ketika pembalap tak lagi nyaman di motor, terlebih jika sudah tua, dia mulai berpikir untuk pensiun," tutur Rossi kepada Tuttomotoriweb.

MotoGP Yamaha rider Valentino Rossi of Italy celebrates 3rd place during the Andalucia Motorcycle Grand Prix at the Angel Nieto racetrack in Jerez de la Frontera, Spain, Sunday July 26, 2020. (AP Photo/David Clares)Valentino Rossi berhasil meraih podium ketiga di MotoGP Andalusia 2020. (AP/David Clares)

The Doctor kemudian menjelaskan bahwa dia memiliki hubungan sangat baik dengan Yamaha.

"Saya juga punya sejarah luar biasa dengan mereka [Yamaha], namun saya hanya memberikan sedikit tekanan kepada mereka dengan hasil ini," ujar Rossi dikutip dari Marca.

Pembalap asal Italia itu pun berhasil merebut podium di MotoGP Andalusia 2020 setelah 17 seri tak satu pun meraih podium.

Dalam kesempatan itu, Rossi mengakui bahwa Yamaha sempat mengalami kesulitan dengan ban resmi MotoGP produksi Michelin.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

"Ini bukan hanya menyangkut mekanik, tapi juga gaya balapan. Dalam beberapa tahun, Yamaha kesulitan dengan ban Michelin ketika mulai terkikis. Mereka mencoba menambah berat di motor."

"Awalnya bagus, tapi tidak bagi saya. Saya tak bisa balapan seperti yang saya inginkan. Namun, saya juga tak mau membuat banyak alasan," ujar Rossi.

Sebelumnya, Rossi mengungkapkan Kepala Mekanik David Munoz amat membantu menekan para mekanik dari Jepang untuk membuat perubahan sesuai sarannya.

"Kami berjuang bersama David [Munoz] dan kami menekan Yamaha. Kami tidak mau menyerah, kami melakukan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lebih kepada gaya balapan saya," kata Rossi.

[Gambas:Video CNN]

(bac/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK