5 Alasan PSG Bakal Kesulitan Lawan Atalanta

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 22:44 WIB
Paris Saint-Germain (PSG) diprediksi bakal kesulitan melawan Atalanta dalam babak perempat final Liga Champions. PSG patut waspada dengan Atalanta. (AP/David Ramos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paris Saint-Germain (PSG) diprediksi bakal kesulitan melawan Atalanta dalam babak perempat final Liga Champions di Stadion Da Luz, Kamis (13/8) dini hari waktu Indonesia.

PSG lebih diunggulkan atas Atalanta karena memiliki komposisi pemain yang lebih mumpuni. Akan tetapi, juara Liga Prancis itu juga memiliki sejmlah faktor yang membuat mereka susah payah menghadapi Atalanta.

Les Parisiens, julukan PSG ke perempat final usai menyingkirkan Borussia Dortmund. Sedangkan Atalanta yang untuk kali pertama tampil di Liga Champions ke babak delapan besar dengan menyingkirkan Valencia. Dikutip dari Sportskeeda, sejumlah faktor bisa membuat PSG kesulitan melawan Atalanta.


5 Alasan PSG Akan Kesulitan Lawan Atalanta:

1. Cedera Pemain

PSG tanpa Marco Verratti dan Layvin Kurzawa saat melawan Atalanta. Tidak hanya itu, bintang Kylian Mbappe juga diragukan bermain karena belum pulih benar dari cedera pergelangan kaki.

[Gambas:Video CNN]

Yang lebih buruk lagi, PSG kehilangan Angel Di Maria karena akumulasi kartu. Terutama tanpa Verratti dan Di Maria yang merupakan pemain kunci dalam serangan PSG, klub ibu kota itu bisa hanya mengandalkan Neymar melawan Atalanta.

2. Formasi 3-4-2-1 Atalanta

Atalanta kehilangan Josep Ilicic dilini tengah, tetapi klub berjuluk La Dea itu masih memiliki gelandang lain seperti Hans Hateboer, Remo Freuler, Marten de Roon dan Robin Gosens untuk mengoptimalkan skema 3-4-2-1 melawan PSG.

Dengan formasi tersebut, Atalanta bisa memenangi pertempuran di lini tengah dengan PSG. Salah satu kelebihan lini tengah Atalanta, mereka sudah bersama-sama sejak 2017 dan kerap bertukar posisi. Sementara PSG, kehilangan sejumlah pemain tengah di posisi itu.

Atalanta's Marten de Roon, third left, celebrates with his team after scoring a goal during a Serie A soccer match between Atalanta and Brescia, at the Gewiss Stadium in Bergamo, Italy, Tuesday, July 14, 2020. (Gianluca Checchi/LaPresse via AP)Atalanta bisa sulitkan PSG. (AP/Gianluca Checchi)

3. PSG dalam Tekanan

Masih jelas ketika PSG disingkirkan MU di 16 besar musim lalu usai kalah 1-3 di Paris, setelah menang 2-0 di Old Trafford.

Selain itu, PSG juga memiliki kenangan menyakitkan lainnya di Liga Champions ketika menang 4-0 di kandang, tetapi kalah 1-6 dalam laga tandang melawan Barcelona di musim 2016/2017.

Sejarah buruk itu diklaim akan memengaruhi PSG dan memberikan tekanan kepada tim asuhan Thomas Tuchel. Sementara itu, Atalanta yang tengah menikmati performa apik di musim ini ingin menambah kekecewaan bagi PSG.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

4. Faktor Zapata dan Muriel

Dua penyerang Atalanta, Duvan Zapata dan Luis Muriel bisa jadi ancalan bagi lini belakang PSG. Keduanya punya performa apik di Liga Italia musim ini.

Zapata dan Muriel bukanlah duet maut bagi Atalanta. Zapata kerap menjadi pilihan utama, sedangkan Muriel merupakan super-sub. Meski demikian, keduanya sama-sama menorehkan 18 gol di Serie A.

Zapata bukan saya pencetak gol hebat, tetapi ia juga kerap terlibat dalam proses serangan dan menciptakan beberapa peluang bagus. Kondisi itu bisa jadi alarm bagi Thiago Silva dan kawan-kawan.

5. Kurang Beruntung

Babak gugur dengan satu leg berbeda dengan dua leg. Performa apik dan nama besar tidak cukup membawa tim lolos ke babak berikutnya, tetapi juga butuh keberuntungan.

PSG tampil di perempat final Liga Champions dengan kondisi yang kurang baik. Hal itu bisa mengurangi keberuntungan mereka pada kesempatan kali ini, dan akhirnya tersingkir.

(sry/sry)