Joan Mir Juara MotoGP, Vinales Rival Paling Keki

CNN Indonesia | Minggu, 15/11/2020 22:11 WIB
Maverick Vinales tentunya tidak menyangka Suzuki bisa merebut gelar juara dunia MotoGP lewat Joan Mir empat tahun setelah meninggalkan tim tersebut. Maverick Vinales dan Joan Mir di MotoGP 2020. (Dorna Sports)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembalap Yamaha Maverick Vinales merupakan rival paling keki melihat Joan Mir menjadi juara dunia MotoGP 2020. Vinales tentunya tidak menyangka Suzuki bisa merebut gelar juara dunia MotoGP empat tahun setelah meninggalkan tim tersebut.

Ketika Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2016 di Sirkuit Motegi, Jepang, Vinales menjadi salah satu pembalap yang kecewa melihat The Baby Alien menjadi juara dunia MotoGP untuk kali ketiga.

Rivalitas Vinales dan Marquez sudah terjadi sejak mini moto. Namun Marquez memiliki perjalanan karier yang lebih baik dengan promosi lebih cepat ke MotoGP pada 2013, sementara Vinales baru naik ke MotoGP bersama Suzuki pada 2015.


"Saya lihat dua anak kecil yang balapan. Mereka masih sangat muda. Mereka membuat saya terkesan, jadi usai balapan saya menemui kedua anak kecil ini. Satu anak menangis karena kalah. Anak kecil yang menang itu Marquez, dan yang menangis adalah Vinales. Saya bilang ke Vinales untuk tetap tenang, karena rivalitas mereka lebih besar daripada sepeda motor yang mereka gunakan," ujar juara dunia Grand Prix dua kali asal Spanyol, Sito Pons, melihat persaingan karier Vinales dan Marquez.

Banner gif video highlights MotoGP

Vinales memutuskan pindah ke Yamaha usai MotoGP 2016 sebagai pengganti Jorge Lorenzo. Ketika itu bergabung dengan Yamaha bukan keputusan yang sulit bagi Vinales. Bagi Vinales, dan hampir seluruh pihak di MotoGP, pindah ke Yamaha adalah keputusan tepat bagi Top Gun. Pindah ke Yamaha akan membuat peluang Vinales menjadi juara dunia MotoGP semakin besar.

"Kepindahan ini membantu saya, tentunya, untuk memiliki peluang merebut gelar juara dunia. Itu target saya. Pengalaman Yamaha krusial bagi saya. Yamaha perusahaan besar dan menang banyak gelar. Suzuki selalu baik kepada saya, tapi Yamaha punya sejarah sukses yang panjang," ujar Vinales ketika memutuskan pindah ke Yamaha pada 2017.

Sayang sejak pindah ke Yamaha, Vinales tidak pernah benar-benar mampu bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2020. Kemenangan memang mampu diraih Vinales, namun juara dunia Moto3 2013 itu tidak pernah benar-benar bersaing sengit untuk menjadi juara dunia. Prestasi terbaik Vinales adalah finis ketiga pada MotoGP 2017 dan 2019.

[Gambas:Video CNN]

Sebaliknya, Vinales harus melihat Suzuki menjadi juara dunia lewat Joan Mir. Suzuki yang sebelumnya hanya dipandang sebelah mata, bahkan oleh Vinales sendiri, mampu merebut gelar juara dunia MotoGP lewat pembalap yang baru dua musim tampil di kelas primer Grand Prix. Kondisi itu, melihat Suzuki merebut gelar juara dunia MotoGP, tentunya membuat Vinales keki.

Menariknya, Vinales merupakan pembalap nomor satu Yamaha dalam tiga tahun terakhir. Meski begitu Vinales selalu kesulitan dalam perebutan gelar juara dunia. Vinales terkesan tidak pernah benar-benar menyatu dengan sepeda motor M1.

Kedatangan Fabio Quartararo, pembalap yang lebih muda dan lebih agresif, akan semakin menyulitkan posisi Vinales di tim pabrikan Yamaha musim depan. Peluang Vinales untuk menjadi juara dunia MotoGP juga akan semakin sulit.

(har/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK