Duel Tyson vs Jones Dihantui Risiko Kematian

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 17:58 WIB
Duel Mike Tyson melawan Roy Jones Junior di Stapless Center, California, Amerika Serikat pada 28 November mendatang dihantui risiko kematian. Mike Tyson pernah meraih kejayaan puluhan tahun lalu. (AFP PHOTO / Carlos SCHIEBECK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duel Mike Tyson melawan Roy Jones Jr. di Staples Center, California, Amerika Serikat pada 28 November mendatang dihantui risiko kematian.

Kemungkinan risiko itu diungkapkan dr. Andhika Raspati, Dokter spesialis keolahragaan kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/11).

"Bertambahnya usia seseorang, penuaan atau aging juga berjalan dan membuat terjadinya penurunan fungsi organ tubuh, perlambatan recovery, penurunan adaptasi dan daya tahan," kata dr. Andhika.


Menurut dr. Andhika, penuaan dapat mempengaruhi berbagai sistem organ tubuh termasuk syaraf. Seorang petinju ketika terkena pukulan di kepala akan mengalami gegar otak.

"Seseorang dengan penuaan di sistem syaraf pusat kalau dikasih guncangan besar dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Petinju yang usianya relatif masih muda saja kalau kena KO butuh minimal 90 hari tidak tanding dulu, butuh recovery yang cukup. Artinya kondisi ini cukup serius, dampaknya cukup besar. Bisa dibayangkan kalau terjadi pada seseorang yang berusia lanjut."

"Orang semakin menua pembuluh darahnya semakin rapuh dan gampang pecah pembuluh darahnya. Kalau otaknya terguncang, pembuluh darah bisa saja pecah, stroke bahkan kematian," jelasnya.

JACKSONVILLE, FLORIDA - SEPTEMBER 19: Mike Tyson looks on before the start of the Tennessee Titans at Jacksonville Jaguars at TIAA Bank Field on September 19, 2019 in Jacksonville, Florida.   James Gilbert/Getty Images/AFPMike Tyson terakhir kali naik ring pada 2005. (James Gilbert/Getty Images/AFP

Dengan usia yang semakin lanjut, seseorang juga bisa mengalami pengecilan massa otak. Secara penelitian dikatakan kondisi seperti itu biasa terjadi pada seseorang di atas usia 60 tahun.

"Kita tidak tahu Mike Tyson ini otaknya sudah mulai atrofi [mengecil] atau belum. Karena kalau otaknya sudah mulai atrofi, maka risiko untuk gegar otaknya lebih besar," terang dr. Andhika.

Dalam kasus Tyson yang usianya saat ini 54 tahun dirasa dr. Andhika sulit untuk mengembalikan kebugarannya sama seperti ketika masih muda. Terhitung sudah 15 tahun petinju berjuluk Iron Mike itu tidak naik ring sejak memutuskan pensiun seusai dikalahkan Kevin McBride pada 2005.

Banner gif video highlights MotoGP

"Penuaan tidak cuma bicara sistem syaraf yang mengalami penurunan fungsi, tapi juga kebugaran secara umum bisa merosot kalau tidak dijaga. Sebab sulit mengembalikan kebugaran sama seperti saat muda lagi."

"Semakin tua risiko berbagai macam penyakit semakin tinggi. Fungsi jantung tidak seperti dulu, mungkin ada penyumbatan pembuluh darah atau lainnya. Kita tidak tahu pola hidup seorang Tyson pasca pensiun dan penuaan yang dialaminya. Gangguan medis yang dialaminya seperti apa. Jadi sangat berbahaya kalau dipaksakan bertanding," ungkap dr. Andhika.

Pertarungan Tyson melawan Jones rencananya akan berlangsung dalam delapan ronde dengan durasi dua menit tiap ronde dan tanpa pelindung kepala dengan menggunakan sarung tinju seberat 12 ons. Selain itu pihak Komisi Atletik California sudah menyatakan bakal menghentikan duel bila salah satu petinju mengalami cedera serius.

(ttf/nva)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK