Salah satu harapan Tottenham merekrut Mourinho setahun lalu adalah, memimpikan gelar juara yang tidak pernah diberikan empat pelatih sebelumnya, termasuk Pochettino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tottenham terakhir kali mengangkat piala ketika juara Piala Liga Inggris musim 2007/2008. Pada waktu itu pelatih Juande Ramos membawa The Lilywhites ke podium juara usai mengalahkan Chelsea 2-1 di Stadion Wembley melalui babak tambahan waktu.
Sejak itu, selama 12 tahun kemudian, Tottenham hanya mampu menjadi runner-up pada empat kesempatan di berbagai ajang.
Usai juara Piala Liga 2007/2008, Tottenham jadi runner-up di kejuaraan yang sama pada musim berikutnya bersama Harry Redknapp. Disusul pencapaian serupa pada musim 2014/2015 bersama Pochettino.
Pochettino juga yang mengantar rival sekota Arsenal dan Chelsea ini jadi runner-up Premier League 2016/2017. Sampai dengan puncaknya menjadi runner-up Liga Champions 2018/2019 usai kalah dari Liverpool.
Akan tetapi, bersama Mourinho pada musim ini Tottenham bisa merasakan suasana yang berbeda. Peluang ke podium juara itu ada setelah Harry Kane dan kawan-kawan lolos ke final Piala Liga Inggris 2020/2021.
Di babak semifinal, Tottenham mengalahkan klub Divisi Championship Brentford 2-0 di Stadion Tottenham, Rabu (6/1) dini hari WIB, lewat gol Moussa Sissoko pada menit ke-12 yang memanfaatkan assist Sergio Reguilon dan gol Son Heung Min (70') usai menerima assist Tanguy Ndombele.
Itu artinya Tottenham selangkah lagi bisa mengangkat piala untuk kali pertama sejak 2008 silam, atau setelah 13 tahun.
Juara Liga Inggris dua kali itu hanya perlu mengalahkan pemenangan semifinal lain antara Manchester United dan Manchester City di babak final yang digelar di Wembley, 25 April mendatang.
Melihat rapor di musim ini, Mourinho juga sukses membawa Tottenham menang atas dua klub Manchester itu di pertemuan pertama Liga Inggris.
Dalam pertemuan pertama di Premier League musim ini, Tottenham tidak pernah kalah melawan duo Manchester. Man United mereka lumat 6-1 di Old Trafford pada Oktober 2020, giliran Man City mereka tekuk 2-0 di London satu bulan berikutnya.
Bisa jadi antaran MU dan Man City akan memiliki performa yang berbeda baik saat di pertemuan kedua liga, maupun di final Piala Liga. Akan tetapi, Tottenham juga bisa melakukan hal yang sama.
Kans Tottenham Hotspur merasakan juara setelah 13 terbuka lebar lantaran Jose Mourinho merupakan pelatih yang sarat prestasi.
Total 25 trofi diraih Mourinho bersama lima klub berbeda. Mulai dari level Community Shield, piala domestik seperti Piala Liga, hingga trofi liga utama dan Liga Champions.
Garansi lain yang bisa diberikan pelatih 57 tahun itu kepada Tottenham di musim ini, Mourinho tidak pernah kalah di final Piala Liga Inggris.
Dikutip dari Bleacher Report, dalam empat kesempatan tampil di final Piala Liga, The Special One selalu membawa klub yang dilatihnya mengangkat trofi turnamen tersebut.
Pada musim 2004/2005, Mourinho mengantar Chelsea juara Piala Liga usai mengalahkan Liverpool 3-2 di Stadion Millenium.
Dua musim berikutnya, The Blues kembali dibawa ke podium juara usai menumbangkan rival sekota Arsenal 2-1.
Di periode kedua bersama Chelsea, giliran Tottenham yang dikalahkan Mourinho dengan skor 2-0. Sampai dengan pada musim 2016/2017 Mourinho membawa Manchester United juara Piala Liga setelah mengalahkan Southampton 3-2.
Tradisi dan keberuntungan Mourinho sebagai pelatih yang kerap meraih juara kini dalam genggaman Tottenham. Mourinho juga yang sejauh ini membawa The Lilywhites dalam persaingan gelar juara di Liga Inggris.
Faktor lain yang bisa membuat skuad Tottenham dan suporternya sedikit tenang dengan magi Mourinho adalah, eks pelatih Inter Milan itu memenangi 16 trofi yang bersifat laga final dari total 26 kesempatan.
Sedangkan sembilan piala lain merupakan trofi dari liga utama. Itu artinya, Mourinho cukup piawai memainkan taktik saat tampil di laga puncak. Pasalnya, pelatih kelahiran Setubal ini lebih banyak menang dibandingkan kegagalan juara di final atau sejenisnya (10 kali) selama karier kepelatihan.
Kali terakhir Mourinho membawa klub menang di laga final adalah bersama Man United ketika juara Liga Europa 2016/2017 dengan mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0.
Setidaknya usai laga melawan Brentford skuad Tottenham bisa tidur nyenyak. Bukan saja karena berhasil menang dan lolos ke final Piala Liga, tetapi juga karena garansi Mourinho yang tidak pernah kalah di turnamen tersebut.
Paling tidak, The Lilywhites bisa berharap banyak kepada pelatih asal Portugal tersebut, agar magisnya bisa menghadirkan trofi pertama bagi Tottenham sejak 2008.
Jakarta, CNN Indonesia --
Jika Tottenham Hotspur ingin berharap pada keberuntungan yang dimiliki Jose Mourinho sebagai pelatih, musim ini bisa jadi waktu yang tepat.
Mourinho resmi menjadi pelatih Tottenham pada 20 November 2019 setelah menggantikan Mauricio Pochettino yang dipecat klub asal London Utara itu.
Salah satu harapan Tottenham merekrut Mourinho setahun lalu adalah, memimpikan gelar juara yang tidak pernah diberikan empat pelatih sebelumnya, termasuk Pochettino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tottenham terakhir kali mengangkat piala ketika juara Piala Liga Inggris musim 2007/2008. Pada waktu itu pelatih Juande Ramos membawa The Lilywhites ke podium juara usai mengalahkan Chelsea 2-1 di Stadion Wembley melalui babak tambahan waktu.
Sejak itu, selama 12 tahun kemudian, Tottenham hanya mampu menjadi runner-up pada empat kesempatan di berbagai ajang.
Usai juara Piala Liga 2007/2008, Tottenham jadi runner-up di kejuaraan yang sama pada musim berikutnya bersama Harry Redknapp. Disusul pencapaian serupa pada musim 2014/2015 bersama Pochettino.
Pochettino juga yang mengantar rival sekota Arsenal dan Chelsea ini jadi runner-up Premier League 2016/2017. Sampai dengan puncaknya menjadi runner-up Liga Champions 2018/2019 usai kalah dari Liverpool.
Akan tetapi, bersama Mourinho pada musim ini Tottenham bisa merasakan suasana yang berbeda. Peluang ke podium juara itu ada setelah Harry Kane dan kawan-kawan lolos ke final Piala Liga Inggris 2020/2021.
Di babak semifinal, Tottenham mengalahkan klub Divisi Championship Brentford 2-0 di Stadion Tottenham, Rabu (6/1) dini hari WIB, lewat gol Moussa Sissoko pada menit ke-12 yang memanfaatkan assist Sergio Reguilon dan gol Son Heung Min (70') usai menerima assist Tanguy Ndombele.
Itu artinya Tottenham selangkah lagi bisa mengangkat piala untuk kali pertama sejak 2008 silam, atau setelah 13 tahun.
Juara Liga Inggris dua kali itu hanya perlu mengalahkan pemenangan semifinal lain antara Manchester United dan Manchester City di babak final yang digelar di Wembley, 25 April mendatang.
Melihat rapor di musim ini, Mourinho juga sukses membawa Tottenham menang atas dua klub Manchester itu di pertemuan pertama Liga Inggris.
Dalam pertemuan pertama di Premier League musim ini, Tottenham tidak pernah kalah melawan duo Manchester. Man United mereka lumat 6-1 di Old Trafford pada Oktober 2020, giliran Man City mereka tekuk 2-0 di London satu bulan berikutnya.
Bisa jadi antaran MU dan Man City akan memiliki performa yang berbeda baik saat di pertemuan kedua liga, maupun di final Piala Liga. Akan tetapi, Tottenham juga bisa melakukan hal yang sama.
The Special One Jaminan Juara
Liga Europa 2016/2017 trofi terakhir yang diraih Jose Mourinho. (AP Photo/Martin Meissner)
Kans Tottenham Hotspur merasakan juara setelah 13 terbuka lebar lantaran Jose Mourinho merupakan pelatih yang sarat prestasi.
Total 25 trofi diraih Mourinho bersama lima klub berbeda. Mulai dari level Community Shield, piala domestik seperti Piala Liga, hingga trofi liga utama dan Liga Champions.
Garansi lain yang bisa diberikan pelatih 57 tahun itu kepada Tottenham di musim ini, Mourinho tidak pernah kalah di final Piala Liga Inggris.
Dikutip dari Bleacher Report, dalam empat kesempatan tampil di final Piala Liga, The Special One selalu membawa klub yang dilatihnya mengangkat trofi turnamen tersebut.
Pada musim 2004/2005, Mourinho mengantar Chelsea juara Piala Liga usai mengalahkan Liverpool 3-2 di Stadion Millenium.
Dua musim berikutnya, The Blues kembali dibawa ke podium juara usai menumbangkan rival sekota Arsenal 2-1.
Di periode kedua bersama Chelsea, giliran Tottenham yang dikalahkan Mourinho dengan skor 2-0. Sampai dengan pada musim 2016/2017 Mourinho membawa Manchester United juara Piala Liga setelah mengalahkan Southampton 3-2.
Tradisi dan keberuntungan Mourinho sebagai pelatih yang kerap meraih juara kini dalam genggaman Tottenham. Mourinho juga yang sejauh ini membawa The Lilywhites dalam persaingan gelar juara di Liga Inggris.
Faktor lain yang bisa membuat skuad Tottenham dan suporternya sedikit tenang dengan magi Mourinho adalah, eks pelatih Inter Milan itu memenangi 16 trofi yang bersifat laga final dari total 26 kesempatan.
Sedangkan sembilan piala lain merupakan trofi dari liga utama. Itu artinya, Mourinho cukup piawai memainkan taktik saat tampil di laga puncak. Pasalnya, pelatih kelahiran Setubal ini lebih banyak menang dibandingkan kegagalan juara di final atau sejenisnya (10 kali) selama karier kepelatihan.
Kali terakhir Mourinho membawa klub menang di laga final adalah bersama Man United ketika juara Liga Europa 2016/2017 dengan mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0.
Setidaknya usai laga melawan Brentford skuad Tottenham bisa tidur nyenyak. Bukan saja karena berhasil menang dan lolos ke final Piala Liga, tetapi juga karena garansi Mourinho yang tidak pernah kalah di turnamen tersebut.
Paling tidak, The Lilywhites bisa berharap banyak kepada pelatih asal Portugal tersebut, agar magisnya bisa menghadirkan trofi pertama bagi Tottenham sejak 2008.