Manchester United mendapatkan apa yang mereka inginkan pada pekan ke-18 Liga Inggris. MU berhasil menggusur rival dalam perburuan gelar, Liverpool dari puncak klasemen.
MU memastikannya usai menang tipis 1-0 atas Burnley di Turf Moor, Rabu (13/1) dini hari WIB. Hasil positif yang membuat The Red Devils kini berada di atas sang rival.
MU saat ini mengoleksi 36 poin dengan jumlah pertandingan yang sama dengan The Reds. MU unggul tiga poin atas Liverpool yang harus rela turun ke peringkat kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MU naik ke puncak klasemen dengan cara terbaik yang bisa mereka lakukan yakni meraih kemenangan. Skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer memperlihatkan bisa meraih hasil optimal walau dalam tekanan.
Tekanan itu bukan hanya dari permainan lawan, tetapi juga tekanan psikologis yang menghinggapi para pemain MU. Hal ini lantaran para pemain MU sadar dituntut meraih kemenangan di markas Burnley.
Gol kemenangan MU atas Burnley dicetak Paul Pogba. (Peter Powell/Pool via AP)
Tekanan itu juga begitu terasa pada awal-awal pertandingan. Para pemain Setan Merah bermain tidak leluasa dan justru kerap ditekan oleh para pemain Burnley.
Bruno Fernandes dkk. dibuat kerepotan oleh permainan bola-bola diagonal yang diperagakan tim asuhan Sean Dyche. Beruntung tidak ada gol yang bisa disarangkan Burnley saat para pemain MU tampak belum sepenuhnya nyetel dengan atmosfer pertandingan.
Bahkan sampai dengan 30 menit pertama, MU tidak tampil layaknya tim kandidat juara musim ini. Tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu minim kreativitas untuk bisa merepotkan pertahanan Burnley yang saat ini berada di zona papan bawah.
Momen MU bermain lebih meyakinkan baru terlihat saat gol Harry Maguire dianulir wasit Kevin Friend pada menit ke-36. Gol itu dianggap tidak sah karena Maguire dianggap mendorong bek Burnley, Erik Pieters sebelum menyundul bola yang menggetarkan gawang Nick Pope.
Jelang akhir babak pertama MU bahkan nyaris unggul di laga ini. Namun, kegemilangan Pope menepis bola yang diarahkan Anthony Martial ke tiang jauh membuat skor tetap imbang 0-0 hingga babak pertama usai.
Performa apik MU pada 15 menit terakhir itu berlanjut di babak kedua. MU sepenuhnya mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol ke gawang tuan rumah.
Fernandes dan Cavani mendapatkan lebih dari satu peluang untuk mengubah keadaan, namun gagal dikonversi jadi gol. Dalam kondisi butuh pemain yang memberikan perbedaan, Paul Pogba muncul jadi pahlawan.
Gelandang asal Prancis itu jadi pahlawan yang tidak biasa buat MU. Pogba yang belakangan mulai tampil konsisten mencetak gol penentu kemenangan lewat tembakan voli usai menerima umpan Marcus Rashford dan menjadi satu-satunya gol di laga ini.
Kemenangan yang diraih lewat kerja keras itu juga menjadi bukti bahwa Manchester United adalah satu-satunya rival terberat Liverpool pada musim ini. Konsistensi MU dalam 10 laga terakhir di Liga Inggris bisa menjadi ukurannya.
MU kini bukan lagi tim yang punya masalah untuk kemenangan di kandang seperti pada awal musim. Terbukti lima laga terakhir diakhiri MU dengan meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Rangkaian hasil positif itu dicatat tim yang bermarkas di Old Trafford usai dipermalukan Crystal Palace 1-3, Tottenham Hotspur 1-6, hingga Arsenal dengan skor 0-1.
MU juga untuk saat ini tidak lagi punya masalah dengan konsistensi untuk meraih kemenangan. Bisa dibilang, MU adalah tim yang paling konsisten di antara tim-tim kandidat juara musim ini seperti Liverpool atau Man City.
Saat Liverpool paceklik kemenangan dalam tiga laga terakhir di Liga Inggris, MU justru berlari kencang. Hasil positif diraih MU saat bermain di kandang maupun tandang.
Dari 10 laga terakhir di Liga Inggris, MU mengukir delapan kemenangan dan dua hasil imbang. Rentetan hasil bagus itu membuat sudah lupa rasanya kalah di Liga Inggris.
Periode positif itu juga didukung dengan memikatnya performa para pemain yang sempat meredup. Bailly tampil meyakinkan di jantung pertahanan berduet dengan Harry Maguire, begitu pula Luke Shaw yang tidak lagi membuat banyak kesalahan di posisi bek sayap.
MU ke puncak klasemen sementara Liga Inggris usai kalahkan Burnley. (Peter Powell/Pool via AP)
Satu sosok lain yang tampil semakin cemerlang adalah Pogba. Mantan pemain Juventus itu terus memperlihatkan peningkatan performa di tiap pertandingan.
Dengan segala kelebihan itu, MU sudah sepatutnya datang dengan kepala tegak saat bertamu ke markas Liverpool pada akhir pekan ini. Status sebagai pemuncak klasemen membuat para pemain MU pantang merasa inferior meski bermain di kandang lawan.
Bahkan jika MU bisa meraih hasil positif di Anfield maka bukan mustahil gelar juara yang terakhir kali diraih tahun 2013 akan kembali mereka dapatkan.
Dengan kondisi MU yang sedang percaya diri, Liverpool rasanya pantas waswas dan harus berjibaku lebih keras untuk mempertahankan gelar yang diraih musim lalu.
Jakarta, CNN Indonesia --
Manchester United mendapatkan apa yang mereka inginkan pada pekan ke-18 Liga Inggris. MU berhasil menggusur rival dalam perburuan gelar, Liverpool dari puncak klasemen.
MU memastikannya usai menang tipis 1-0 atas Burnley di Turf Moor, Rabu (13/1) dini hari WIB. Hasil positif yang membuat The Red Devils kini berada di atas sang rival.
MU saat ini mengoleksi 36 poin dengan jumlah pertandingan yang sama dengan The Reds. MU unggul tiga poin atas Liverpool yang harus rela turun ke peringkat kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MU naik ke puncak klasemen dengan cara terbaik yang bisa mereka lakukan yakni meraih kemenangan. Skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer memperlihatkan bisa meraih hasil optimal walau dalam tekanan.
Tekanan itu bukan hanya dari permainan lawan, tetapi juga tekanan psikologis yang menghinggapi para pemain MU. Hal ini lantaran para pemain MU sadar dituntut meraih kemenangan di markas Burnley.
Gol kemenangan MU atas Burnley dicetak Paul Pogba. (Peter Powell/Pool via AP)
Tekanan itu juga begitu terasa pada awal-awal pertandingan. Para pemain Setan Merah bermain tidak leluasa dan justru kerap ditekan oleh para pemain Burnley.
Bruno Fernandes dkk. dibuat kerepotan oleh permainan bola-bola diagonal yang diperagakan tim asuhan Sean Dyche. Beruntung tidak ada gol yang bisa disarangkan Burnley saat para pemain MU tampak belum sepenuhnya nyetel dengan atmosfer pertandingan.
Bahkan sampai dengan 30 menit pertama, MU tidak tampil layaknya tim kandidat juara musim ini. Tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu minim kreativitas untuk bisa merepotkan pertahanan Burnley yang saat ini berada di zona papan bawah.
Momen MU bermain lebih meyakinkan baru terlihat saat gol Harry Maguire dianulir wasit Kevin Friend pada menit ke-36. Gol itu dianggap tidak sah karena Maguire dianggap mendorong bek Burnley, Erik Pieters sebelum menyundul bola yang menggetarkan gawang Nick Pope.
Jelang akhir babak pertama MU bahkan nyaris unggul di laga ini. Namun, kegemilangan Pope menepis bola yang diarahkan Anthony Martial ke tiang jauh membuat skor tetap imbang 0-0 hingga babak pertama usai.
Performa apik MU pada 15 menit terakhir itu berlanjut di babak kedua. MU sepenuhnya mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol ke gawang tuan rumah.
Fernandes dan Cavani mendapatkan lebih dari satu peluang untuk mengubah keadaan, namun gagal dikonversi jadi gol. Dalam kondisi butuh pemain yang memberikan perbedaan, Paul Pogba muncul jadi pahlawan.
Gelandang asal Prancis itu jadi pahlawan yang tidak biasa buat MU. Pogba yang belakangan mulai tampil konsisten mencetak gol penentu kemenangan lewat tembakan voli usai menerima umpan Marcus Rashford dan menjadi satu-satunya gol di laga ini.
MU Rival Terberat Liverpool
Manchester United sudah lupa rasanya kalah di Liga Inggris. (AP/Michael Regan)
Kemenangan yang diraih lewat kerja keras itu juga menjadi bukti bahwa Manchester United adalah satu-satunya rival terberat Liverpool pada musim ini. Konsistensi MU dalam 10 laga terakhir di Liga Inggris bisa menjadi ukurannya.
MU kini bukan lagi tim yang punya masalah untuk kemenangan di kandang seperti pada awal musim. Terbukti lima laga terakhir diakhiri MU dengan meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Rangkaian hasil positif itu dicatat tim yang bermarkas di Old Trafford usai dipermalukan Crystal Palace 1-3, Tottenham Hotspur 1-6, hingga Arsenal dengan skor 0-1.
MU juga untuk saat ini tidak lagi punya masalah dengan konsistensi untuk meraih kemenangan. Bisa dibilang, MU adalah tim yang paling konsisten di antara tim-tim kandidat juara musim ini seperti Liverpool atau Man City.
Saat Liverpool paceklik kemenangan dalam tiga laga terakhir di Liga Inggris, MU justru berlari kencang. Hasil positif diraih MU saat bermain di kandang maupun tandang.
Dari 10 laga terakhir di Liga Inggris, MU mengukir delapan kemenangan dan dua hasil imbang. Rentetan hasil bagus itu membuat sudah lupa rasanya kalah di Liga Inggris.
Periode positif itu juga didukung dengan memikatnya performa para pemain yang sempat meredup. Bailly tampil meyakinkan di jantung pertahanan berduet dengan Harry Maguire, begitu pula Luke Shaw yang tidak lagi membuat banyak kesalahan di posisi bek sayap.
MU ke puncak klasemen sementara Liga Inggris usai kalahkan Burnley. (Peter Powell/Pool via AP)
Satu sosok lain yang tampil semakin cemerlang adalah Pogba. Mantan pemain Juventus itu terus memperlihatkan peningkatan performa di tiap pertandingan.
Dengan segala kelebihan itu, MU sudah sepatutnya datang dengan kepala tegak saat bertamu ke markas Liverpool pada akhir pekan ini. Status sebagai pemuncak klasemen membuat para pemain MU pantang merasa inferior meski bermain di kandang lawan.
Bahkan jika MU bisa meraih hasil positif di Anfield maka bukan mustahil gelar juara yang terakhir kali diraih tahun 2013 akan kembali mereka dapatkan.
Dengan kondisi MU yang sedang percaya diri, Liverpool rasanya pantas waswas dan harus berjibaku lebih keras untuk mempertahankan gelar yang diraih musim lalu.