3 Faktor Liverpool Gagal Bekuk Man Utd

osc, CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 06:05 WIB
Berikut tiga faktor yang membuat Liverpool gagal meraih poin penuh ketika ditahan imbang 0-0 melawan Manchester United. Liverpool tak mampu menyarangkan gol ke gawang Manchester United meski tampil mendominasi. (AP/Paul Ellis).
Jakarta, CNN Indonesia --

Liverpool tak mampu menaklukkan Manchester United di pekan ke-18 Liga Inggris, Senin (18/1) dini hari WIB. Berikut tiga faktor yang membuat The Reds gagal meraih poin penuh.

Liverpool harus puas dengan hasil 0-0 meski tampil mendominasi melawan Setan Merah. Bermian di kandang sendiri, Stadion Anfield, Liverpool tak mampu mengonversi kesempatan untuk menjadi gol.

Peluang demi peluang diciptakan, namun terbuang percuma. Mereka juga kesulitan membongkar pertahanan rapat tim tamu.


Berikut tiga faktor Liverpool gagal memenangi pertandingan.

1. Perjudian Klopp

Jurgen Klopp dihadapkan pada situasi sulit menjelang duel big match ini. Dia sudah kehilangan sejumlah pemainnya karena cedera.

Bahkan Klopp terpaksa menduetkan duo gelandangnya Jordan Henderson dan Fabinho sebagai bek tengah.

GIF Banner Promo Testimoni

Dengan ditariknya Henderson dan Fabinho ke jantung pertahanan, maka membuat Klopp berjudi pada lini tengah. Eks Borussia Dortmund itu memilih Georginio Wijnaldum, Thiago Alcantara, Xherdan Shaqiri.

Nama terakhir tampil tak sesuai eskpetasi. Apalagi Shaqiri di musim ini juga jarang dimainkan.

Eks Arsenal itu beberapa kali kalah berduel dan tak mampu mengkreator umpan maupun peluang. Shaqiri kemudian digantikan James Milner.

[Gambas:Video CNN]

2. Pertahanan Rapat Man Utd

Man Utd datang ke Anfield dengan misi mempertahankan puncak klasemen. Di sepanjang pertandingan, Bruno Fernandes cs tampak bermain menunggu dan merapatkan barisan.

Kuartet Harry Maguire, Victor Lindelof, Luke Shaw, dan Aaron Wan-Bissaka bermain solid di belakang. Mereka juga mendapat bantuan dari Scott McTominay dan Fred yang bermain lebih mundur ke garis pertahanan.

Ole Gunnar Solskjaer terlihat memang menginstruksikan anak asuhnya bermain rapat dengan mengandalkan serangan balik jika mendapat kesempatan.

Hal itu terbilang efektif. Beberapa kesempatan lini belakang tuan rumah kocar kacir dan bahkan peluang matang tercipta lewat skema ini.

Manchester United's Paul Pogba, center, vies for the ball with Liverpool's Sadio Mane and Thiago, 2nd right, during the English Premier League soccer match between Liverpool and Manchester United at Anfield Stadium, Liverpool, England, Sunday, Jan. 17, 2021. (Paul Ellis/Pool via AP)Liverpool kesulitan menembus pertahanan Manchester United. Kedua tim harus puas dengan hasil imbang 0-0. (AP/Paul Ellis).

3. Trio Firmansyah Mati Kutu

Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah yang diturunkan di lini depan tak mampu berbuat banyak. Trio 'Firmansyah' ini bahkan dibuat mati kutu.

Pergerakan Mane maupun Salah di di sisi kanan dan kiri tak benar-benar bisa membongkar pertahanan Red Devils. Firmino pun demikian, tak berkutik di antara kepungan bek-bek lawan.

Salah tercatat hanya membuat tiga sepakan, tanpa ada yang mengarah ke gawang. Firmino juga sama, hanya satu tembakan tepat sasaran dari lima upaya. Mane lebih parah lagi, cuma membuat satu tendangan on target.

Total Liverpool sendiri membuat 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 18 tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran. Sementara Man Utd sedikit lebih efisien, karena mampu membuat empat tembakan tepat target dari delapan kali percobaan.

(osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK