ANALISIS

Liverpool Balik ke Zaman 'Next Year Is Our Year'

nva, CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 11:09 WIB
Setelah menjadi juara Liga Inggris pada musim lalu, Liverpool yang baru dibantai Manchester City hanya menargetkan posisi empat besar. Liverpool hampir terpental dari zona Liga Champions. (Pool via REUTERS/LAURENCE GRIFFITHS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah menjadi juara Liga Inggris musim lalu, Liverpool kini nyaris keluar dari zona empat besar dan Jurgen Klopp menyuarakan empat besar adalah target musim ini.

Kekalahan 1-4 dari Manchester City di Anfield, Minggu (7/2), semakin menegaskan Liverpool ada dalam bahaya di tengah upaya mempertahankan gelar juara.

Sempat bercokol di puncak klasemen pada awal musim, Liverpool perlahan tapi pasti merosot. Disalip Manchester United, Man City, juga Leicester City. Bahkan kini hanya unggul satu poin atas Chelsea dan West Ham United yang berada di luar zona empat besar.


Padahal, seandainya menang atas Man City maka Liverpool bisa menjaga persaingan empat besar tetap ketat.

Seperti yang dikatakan Klopp, Alisson Becker dengan mudah bisa ditunjuk sebagai biang kekalahan Liverpool. Namun itu hanya perkara takdir. Pemain Liverpool lainnya juga bisa menjadi pesakitan seperti Alisson di pertandingan lain.

Soccer Football - Premier League - Liverpool v Manchester City - Anfield, Liverpool, Britain - February 7, 2021 General view of the scoreboard inside the stadium Pool via REUTERS/Laurence Griffiths EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club /league/player publications.  Please contact your account representative for further details.Liverpool menelan kekalahan kelima pada musim ini. (Pool via REUTERS/Laurence Griffiths)

Perkara utamanya adalah Liverpool sedang tidak memainkan permainan terbaik mereka di atas lapangan.

Man City yang sedang di atas angin lantaran sebelumnya memenangkan 13 laga secara beruntun berhasil mempertahankan standar performa.

Manchester Biru, pada babak kedua khususnya, berhasil membuat Liverpool tertekan. Seandainya Liverpool masih berada dalam level permainan, semangat, dan kepercayaan diri seperti musim lalu, kemungkinan ada solusi yang bisa ditawarkan untuk meredam Man City.

[Gambas:Video CNN]

Klopp mengakui ada perubahan Man City yang tidak bisa diantisipasi anak asuhnya pada babak kedua.

Kesalahan yang dilakukan Alisson juga tidak lepas dari pergerakan-pergerakan pemain lain yang gagal mendapat ruang dari pressing The Citizens.

GIF Banner Promo Testimoni

Kekalahan pun direspons Klopp dengan cara cukup menyedihkan, mengingat Liverpool merupakan juara bertahan.

"Itu [empat besar] adalah target utama kami. Kami akan mencoba melakukan segalanya. Ada banyak pertandingan untuk dilakukan dan kami butuh kemenangan. Hari ini, kami tidak melakukannya," ucap Klopp.

Sementara bagi Pep Guardiola, perubahan pada babak kedua yang antara lain tercermin dari perubahan formasi 4-3-3 menjadi 4-4-2 menunjukkan kesiapan Man City menyongsong trofi pada musim ini.

The Reds Masih Punya Kesempatan Bangkit

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK