Peluang Mission Impossible Barcelona: 9,9 Persen Berhasil
Juprianto Alexander | CNN Indonesia
Rabu, 10 Mar 2021 07:46 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Barcelona mengusung misi mustahil di markas PSG dalam ajang Liga Champions. (AP/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia --
Barcelona mengusung misi mahasulit untuk membalikkan keadaan kontra Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (11/3) dini hari WIB.
Mission Impossible Barcelona jadi jargon yang ramai didengungkan jelang laga nanti. Hal itu bisa dipahami karena Barcelona pernah membuat keajaiban besar tahun 2017 lalu saat bersua lawan yang sama.
Blaugrana secara luar biasa membalikkan keadaan meski takluk 0-4 dari PSG pada leg pertama babak 16 besar. Di Camp Nou, Barcelona bermain 'kesetanan' untuk menang dengan skor 6-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya Barcelona melangkah ke ke fase selanjutnya sempat berada di ujung tanduk karena PSG bisa memperkecil skor jadi 1-3 berkat gol Edinson Cavani. Gol itu membuat agregat menjadi 3-5 untuk tim keunggulan tim tamu.
Barcelona butuh tiga gol untuk lolos. Keajaiban itu pun terjadi berkat dua gol Neymar dan gol Sergi Roberto pada menit kelima masa injury time babak kedua.
Tim yang kala itu diasuh Luis Enrique melenggang dengan cara yang luar biasa. Comeback Barcelona itu bahkan jadi salah satu yang terbaik di arena Liga Champions.
Empat tahun berselang, Barcelona punya setumpuk asa membuat keajaiban serupa. Kali ini misinya lebih berat karena Lionel Messi dkk dituntut membuat keajaiban di markas PSG.
Barcelona dihadapkan pada kenyataan itu setelah tak berdaya saat bermain di kandang sendiri. Tim Catalunya malah dipermalukan dengan skor telak 1-4 oleh PSG saat bermain di Camp Nou.
Stadion kebanggaan Barcelona itu tidak jadi panggung aksi brilian Messi dalam memperdayai lawan-lawan mereka. Stadion berkapasitas 99.354 penonton itu justru jadi tempat penyerang PSG, Kylian Mbappe yang tiga kali membobol gawang Marc-Andre ter Stegen.
PSG pun bersukacita di akhir laga. Tim asuhan Mauricio Pochettino mengantongi modal sangat penting berupa kemenangan dengan margin tiga gol atas PSG.
Dengan keunggulan 4-1 di leg pertama, PSG akan tetap lolos meski kalah dengan skor telak di leg kedua. Sebagai contoh, tim asal Paris itu akan tetap melaju walau tidak bisa mencetak gol dan takluk dengan skor 0-3 di leg kedua.
Dalam kamus sepak bola memang tidak ada kata mustahil. Artinya, apapun bisa terjadi dalam sebuah pertandingan selama 90 menit.
Skuad asuhan Ronald Koeman tentu berharap hal itu juga berlaku untuk mereka. Hanya saja, Azulgrana untuk kali ini mesti lebih mawas diri dan realistis.
Barcelona saat ini sedang dalam masa transisi. Mereka tengah berupaya menata kembali kekuatan usai porak-poranda di Liga Champions musim lalu.
Barcelona saat ini sedang berupaya mengorbitkan pemain-pemain dan bukan lagi tim bertabur bintang seperti era Enrique, Pep Guardiola, atau Frank Rijkaard. Barcelona saat ini juga jauh dari label salah satu tim terbaik di Eropa.
Bersama Koeman, Barcelona memilih untuk melangkah dengan hati-hati ketimbang memancang target muluk seperti membuat keajaiban di Parc des Princes, markas PSG.
Barcelona memang tengah menikmati periode bagus mendekati akhir musim. Tim pengoleksi lima gelar Liga Champions itu selalu menang dalam empat laga terakhir di semua kompetisi.
Rangkaian hasil bagus yang ikut menebalkan optimisme mereka jelang laga nanti. Paling tidak, Barcelona bisa mengakhiri laga dengan kepala tegak, terlepas dari apapun hasil yang diraih di leg kedua.
Sulitnya Barcelona membuat keajaiban juga dikarenakan faktor lawan yang dihadapi. Dari segi kualitas individu, harus diakui tim ibukota Prancis memiliki materi pemain yang lebih baik ketimbang Barcelona.
PSG terbukti tetap tim yang tangguh tanpa Neymar yang cedera. Mereka masih punya Mbappe, Angel Di Maria, Mauro Icardi, hingga Marco Veratti.
Dengan pemain-pemain ini, PSG punya modal yang lebih dari cukup untuk menghentikan laju Barcelona. Maka dari itu jangan heran jika Barcelona harus menerima kenyataan mentok di babak 16 besar.
Jakarta, CNN Indonesia --
Barcelona mengusung misi mahasulit untuk membalikkan keadaan kontra Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (11/3) dini hari WIB.
Mission Impossible Barcelona jadi jargon yang ramai didengungkan jelang laga nanti. Hal itu bisa dipahami karena Barcelona pernah membuat keajaiban besar tahun 2017 lalu saat bersua lawan yang sama.
Blaugrana secara luar biasa membalikkan keadaan meski takluk 0-4 dari PSG pada leg pertama babak 16 besar. Di Camp Nou, Barcelona bermain 'kesetanan' untuk menang dengan skor 6-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya Barcelona melangkah ke ke fase selanjutnya sempat berada di ujung tanduk karena PSG bisa memperkecil skor jadi 1-3 berkat gol Edinson Cavani. Gol itu membuat agregat menjadi 3-5 untuk tim keunggulan tim tamu.
Barcelona butuh tiga gol untuk lolos. Keajaiban itu pun terjadi berkat dua gol Neymar dan gol Sergi Roberto pada menit kelima masa injury time babak kedua.
Tim yang kala itu diasuh Luis Enrique melenggang dengan cara yang luar biasa. Comeback Barcelona itu bahkan jadi salah satu yang terbaik di arena Liga Champions.
Empat tahun berselang, Barcelona punya setumpuk asa membuat keajaiban serupa. Kali ini misinya lebih berat karena Lionel Messi dkk dituntut membuat keajaiban di markas PSG.
Barcelona dihadapkan pada kenyataan itu setelah tak berdaya saat bermain di kandang sendiri. Tim Catalunya malah dipermalukan dengan skor telak 1-4 oleh PSG saat bermain di Camp Nou.
Stadion kebanggaan Barcelona itu tidak jadi panggung aksi brilian Messi dalam memperdayai lawan-lawan mereka. Stadion berkapasitas 99.354 penonton itu justru jadi tempat penyerang PSG, Kylian Mbappe yang tiga kali membobol gawang Marc-Andre ter Stegen.
PSG pun bersukacita di akhir laga. Tim asuhan Mauricio Pochettino mengantongi modal sangat penting berupa kemenangan dengan margin tiga gol atas PSG.
Dengan keunggulan 4-1 di leg pertama, PSG akan tetap lolos meski kalah dengan skor telak di leg kedua. Sebagai contoh, tim asal Paris itu akan tetap melaju walau tidak bisa mencetak gol dan takluk dengan skor 0-3 di leg kedua.
PSG secara kualitas lebih unggul atas Barcelona. (AP/Joan Monfort)
Dalam kamus sepak bola memang tidak ada kata mustahil. Artinya, apapun bisa terjadi dalam sebuah pertandingan selama 90 menit.
Skuad asuhan Ronald Koeman tentu berharap hal itu juga berlaku untuk mereka. Hanya saja, Azulgrana untuk kali ini mesti lebih mawas diri dan realistis.
Barcelona saat ini sedang dalam masa transisi. Mereka tengah berupaya menata kembali kekuatan usai porak-poranda di Liga Champions musim lalu.
Barcelona saat ini sedang berupaya mengorbitkan pemain-pemain dan bukan lagi tim bertabur bintang seperti era Enrique, Pep Guardiola, atau Frank Rijkaard. Barcelona saat ini juga jauh dari label salah satu tim terbaik di Eropa.
Bersama Koeman, Barcelona memilih untuk melangkah dengan hati-hati ketimbang memancang target muluk seperti membuat keajaiban di Parc des Princes, markas PSG.
Barcelona memang tengah menikmati periode bagus mendekati akhir musim. Tim pengoleksi lima gelar Liga Champions itu selalu menang dalam empat laga terakhir di semua kompetisi.
Rangkaian hasil bagus yang ikut menebalkan optimisme mereka jelang laga nanti. Paling tidak, Barcelona bisa mengakhiri laga dengan kepala tegak, terlepas dari apapun hasil yang diraih di leg kedua.
Sulitnya Barcelona membuat keajaiban juga dikarenakan faktor lawan yang dihadapi. Dari segi kualitas individu, harus diakui tim ibukota Prancis memiliki materi pemain yang lebih baik ketimbang Barcelona.
PSG terbukti tetap tim yang tangguh tanpa Neymar yang cedera. Mereka masih punya Mbappe, Angel Di Maria, Mauro Icardi, hingga Marco Veratti.
Dengan pemain-pemain ini, PSG punya modal yang lebih dari cukup untuk menghentikan laju Barcelona. Maka dari itu jangan heran jika Barcelona harus menerima kenyataan mentok di babak 16 besar.