Belajar Berpikir Positif dari Rossi yang Seperti Mario Teguh
Nova Arifianto | CNN Indonesia
Jumat, 02 Apr 2021 07:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Valentino Rossi meraih posisi terburuk di MotoGP Qatar pada akhir pekan lalu. (motogp.com)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hasil balapan MotoGP Qatar 2021 menggambarkan daya saing Valentino Rossi tak ubah seperti musim lalu, namun The Doctor tetap kalem.
Start dari posisi keempat di seri perdanaMotoGP 2021, Rossi kemudian melorot ke urutan ketujuh. Lap demi lap berlalu, Rossi lantas disalip satu per satu pembalap di belakangnya.
Posisi ke-16 menjadi titik terendah Rossi di MotoGP Qatar 2021 sebelum kembali 'bangun' dan memperbaiki peringkat sampai akhirnya finis di posisi ke-12.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berada di luar 10 besar pada balapan di Sirkuit Losail adalah hasil terburuk yang pernah didapat Rossi. Padahal di Sirkuit tersebut, Rossi pernah empat kali juara dan 10 kali naik podium.
Setelah balapan, Rossi mengatakan mengalami masalah dengan ban yang juga terkait dengan temperatur di Sirkuit Losail.
Hanya saja Rossi tampak terlalu tenang dan ala kadarnya menghadapi masalah yang sesungguhnya tidak asing bagi dirinya tersebut.
Ban Michelin yang tampak tidak cocok dengan Yamaha khususnya dengan Rossi, terus menerus menjadi problem keseharian yang tak bisa ditemukan dengan pasti solusinya.
Valentino Rossi meraih empat poin di MotoGP Qatar 2021. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
Sementara tiga pembalap Yamaha lainnya tetap bisa sesekali bercokol di deretan pembalap teratas, Rossi mengalami kesusahan bersaing.
Mengalami masalah yang demikian akut, Rossi pun tetap terlihat santai dan seperti berusaha melihat hal-hal positif di balik keburukan yang menimpa dirinya.
Alih-alih mengeluh secara berlebih soal seri debut MotoGP 2021, Rossi masih mencoba berpikir optimistis.
"Saya memiliki start yang bagus, lebih bagus dibandingkan dengan [Fabio] Quartararo dan [Maverick] Vinales," ujar Rossi setelah balapan dikutip dari Corriere dello Sport.
Pada tengah pekan ini, jelang MotoGP Doha 2021, Rossi kembali menyuarakan hal-hal bagus alih-alih berkeluh kesah mengenai seri pertama.
"Posisi keempat [saat start] adalah hasil yang bagus, itu adalah lap tercepat di trek ini dan saya sangat senang," kata Rossi.
"Maverick begitu impresif, dia menjalani balapan yang fantastis. Hal positifnya adalah Yamaha menang," sambungnya dalam berita yang dirilis Speedweek.
Dalam lanjutan komentar tersebut, Rossi hanya seraya menyindir halus perihal sedikit perbedaan setelan motor tim Monster Energy yang berbeda dibanding tim Petronas Yamaha SRT namun menghasilkan hasil berbeda.
Rossi tampak tak menunjukkan rasa lapar akan gelar. Kendati sempat mengutarakan keinginan meraih trofi juara dunia untuk kali ke-10, pembalap 42 tahun itu terlihat cenderung pasrah mendapat hasil yang jauh dari keinginan.
Di balik kegagalan sebuah nama besar dan harapan fan yang kembali pupus melihat sang idola terpuruk, Rossi masih sangat santun dalam bertutur kata soal performa motor.
Bisa jadi yang diutarakan Rossi tak sejalan dengan apa yang ada di benaknya. Jika benar demikian, maka Rossi tak hanya menua di usia 42 namun juga dewasa dalam bertindak-tanduk.
Cara Rossi memandang masalah dengan bijak dan positif terlihat mungkin mirip dengan bagaimana ucapan-ucapan yang dikeluarkan para motivator seperti Mario Teguh.
Hanya saja dalam dunia kebut-kebutan hal tersebut tidak dapat secara langsung mengubah hasil. Tanpa pembenahan dan perbaikan motor yang sempurna, Rossi akan semakin jauh tertinggal dari para rival yang berebut finis terdepan.
Dengan cara pandang Rossi yang terkesan mudah puas tersebut, sepertinya musim depan Rossi tidak akan terlihat lagi sebagai pembalap di MotoGP.
Rossi sudah menyatakan keputusan keikutsertaan di MotoGP 2022 akan bergantung pada hasil paruh pertama balapan MotoGP 2021 dan rasa senang akan balapan.
Jika Rossi tak melakukan perubahan secara drastis, bisa jadi performanya bakal segitu-segitu saja dan gagal bangkit dari musim lalu ketika hanya menempati peringkat ke-15 di klasemen akhir pembalap.
Seandainya Rossi tetap bahagia dengan hasil medioker, sesungguhnya sosok yang sudah ikut 414 balapan tersebut sudah kehilangan gairah dalam olahraga adu cepat yang ia geluti sejak remaja.
Yang jelas menghadapi MotoGP Doha 2021, Rossi sudah menyatakan akan melakukan evaluasi guna meraih hasil yang lebih baik dibanding seri pembuka MotoGP 2021.
Mari kita tunggu hasil balapan MotoGP Doha 2021 yang bisa disaksikan secara live streaming di CNNIndonesia.com, di posisi berapa Rossi finis? Serta, apakah masih akan mengeluarkan kata-kata positif jika meraih hasil buruk?
Jakarta, CNN Indonesia --
Hasil balapan MotoGP Qatar 2021 menggambarkan daya saing Valentino Rossi tak ubah seperti musim lalu, namun The Doctor tetap kalem.
Start dari posisi keempat di seri perdanaMotoGP 2021, Rossi kemudian melorot ke urutan ketujuh. Lap demi lap berlalu, Rossi lantas disalip satu per satu pembalap di belakangnya.
Posisi ke-16 menjadi titik terendah Rossi di MotoGP Qatar 2021 sebelum kembali 'bangun' dan memperbaiki peringkat sampai akhirnya finis di posisi ke-12.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berada di luar 10 besar pada balapan di Sirkuit Losail adalah hasil terburuk yang pernah didapat Rossi. Padahal di Sirkuit tersebut, Rossi pernah empat kali juara dan 10 kali naik podium.
Setelah balapan, Rossi mengatakan mengalami masalah dengan ban yang juga terkait dengan temperatur di Sirkuit Losail.
Hanya saja Rossi tampak terlalu tenang dan ala kadarnya menghadapi masalah yang sesungguhnya tidak asing bagi dirinya tersebut.
Ban Michelin yang tampak tidak cocok dengan Yamaha khususnya dengan Rossi, terus menerus menjadi problem keseharian yang tak bisa ditemukan dengan pasti solusinya.
Valentino Rossi meraih empat poin di MotoGP Qatar 2021. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
Sementara tiga pembalap Yamaha lainnya tetap bisa sesekali bercokol di deretan pembalap teratas, Rossi mengalami kesusahan bersaing.
Mengalami masalah yang demikian akut, Rossi pun tetap terlihat santai dan seperti berusaha melihat hal-hal positif di balik keburukan yang menimpa dirinya.
Alih-alih mengeluh secara berlebih soal seri debut MotoGP 2021, Rossi masih mencoba berpikir optimistis.
"Saya memiliki start yang bagus, lebih bagus dibandingkan dengan [Fabio] Quartararo dan [Maverick] Vinales," ujar Rossi setelah balapan dikutip dari Corriere dello Sport.
Pada tengah pekan ini, jelang MotoGP Doha 2021, Rossi kembali menyuarakan hal-hal bagus alih-alih berkeluh kesah mengenai seri pertama.
"Posisi keempat [saat start] adalah hasil yang bagus, itu adalah lap tercepat di trek ini dan saya sangat senang," kata Rossi.
"Maverick begitu impresif, dia menjalani balapan yang fantastis. Hal positifnya adalah Yamaha menang," sambungnya dalam berita yang dirilis Speedweek.
Dalam lanjutan komentar tersebut, Rossi hanya seraya menyindir halus perihal sedikit perbedaan setelan motor tim Monster Energy yang berbeda dibanding tim Petronas Yamaha SRT namun menghasilkan hasil berbeda.
Valentino Rossi menjalani musim pertama bersama tim Petronas Yamaha SRT. (A.Farinelli/sepangracingteam.com)
Rossi tampak tak menunjukkan rasa lapar akan gelar. Kendati sempat mengutarakan keinginan meraih trofi juara dunia untuk kali ke-10, pembalap 42 tahun itu terlihat cenderung pasrah mendapat hasil yang jauh dari keinginan.
Di balik kegagalan sebuah nama besar dan harapan fan yang kembali pupus melihat sang idola terpuruk, Rossi masih sangat santun dalam bertutur kata soal performa motor.
Bisa jadi yang diutarakan Rossi tak sejalan dengan apa yang ada di benaknya. Jika benar demikian, maka Rossi tak hanya menua di usia 42 namun juga dewasa dalam bertindak-tanduk.
Cara Rossi memandang masalah dengan bijak dan positif terlihat mungkin mirip dengan bagaimana ucapan-ucapan yang dikeluarkan para motivator seperti Mario Teguh.
Hanya saja dalam dunia kebut-kebutan hal tersebut tidak dapat secara langsung mengubah hasil. Tanpa pembenahan dan perbaikan motor yang sempurna, Rossi akan semakin jauh tertinggal dari para rival yang berebut finis terdepan.
Dengan cara pandang Rossi yang terkesan mudah puas tersebut, sepertinya musim depan Rossi tidak akan terlihat lagi sebagai pembalap di MotoGP.
Rossi sudah menyatakan keputusan keikutsertaan di MotoGP 2022 akan bergantung pada hasil paruh pertama balapan MotoGP 2021 dan rasa senang akan balapan.
Jika Rossi tak melakukan perubahan secara drastis, bisa jadi performanya bakal segitu-segitu saja dan gagal bangkit dari musim lalu ketika hanya menempati peringkat ke-15 di klasemen akhir pembalap.
Seandainya Rossi tetap bahagia dengan hasil medioker, sesungguhnya sosok yang sudah ikut 414 balapan tersebut sudah kehilangan gairah dalam olahraga adu cepat yang ia geluti sejak remaja.
Yang jelas menghadapi MotoGP Doha 2021, Rossi sudah menyatakan akan melakukan evaluasi guna meraih hasil yang lebih baik dibanding seri pembuka MotoGP 2021.
Mari kita tunggu hasil balapan MotoGP Doha 2021 yang bisa disaksikan secara live streaming di CNNIndonesia.com, di posisi berapa Rossi finis? Serta, apakah masih akan mengeluarkan kata-kata positif jika meraih hasil buruk?