PBSI Minta Putri KW Tak Dipuji Berlebihan

CNN Indonesia | Senin, 24/05/2021 15:53 WIB
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani tampil mengesankan saat menjadi juara Spain Master 2021. Putri Kusuma Wardani mengukir prestasi apik di Spain Master 2021. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Rionny Mainaky meminta agar Putri Kusuma Wardani tak dipuji berlebihan usai menjadi juara di kategori tunggal putri Spain Master 2021.

Rionny mengatakan penampilan menawan yang diperlihatkan Putri KW di Spain Master 2021 sudah sesuai dengan apa yang tim pelatih harapkan. Putri keluar sebagai jura usai mengalahkan wakil Denmark, Line Christophersen di final lewat dua gim langsung, 21-15 dan 21-10, Minggu (23/5).

"Putri tampil dengan apa yang saya dan tim pelatih harapkan. Dia main tenang, berani dan semangat. Itu memang kekuatan dia. Sebenarnya ini sudah terlihat di Orleans kemarin tapi saat itu dia belum seberani ini mainnya. Kemarin dia oke sekali dari awal sampai bisa juara," kata Rionny dilansir dari rilis resmi PBSI, Senin (24/5).


Putri KW menjadi pebulutangkis pertama yang menjadi juara di turnamen resmi BWF setelah Fitriani di Thailand Masters 2019. Putri KW juga menjadi salah satu dari empat tunggal putri Indonesia yang mampu menjuarai turnamen Grand Prix Gold atau di atasnya sejak 2007.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Selain Putri KW dan Fitriani, sebelumnya terdapat juga nama Adriyanti Firdasari dan Lindaweni Fanetri yang pernah mengukir prestasi. Firdasari merupakan juara Indonesia Masters 2014 dan Lindaweni juara Syed Modi 2012.

"Harapan memang ada di dia tapi jangan terlalu dipuja-puji dulu. Biar dia berkembang sesuai usianya. Masih banyak yang harus dia perbaiki dan pelajari," ujar Rionny.

Putri KW juga jadi salah satu dari empat wakil Indonesia yang jadi juara di Spain Master 2021. Tiga wakil lainnya yakni ganda putri Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani, ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, dan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Sementara itu, Chico Aura Dwi Wardoyo jadi satu-satunya wakil Indonesia yang kalah di final. Chicho menyerah dari pebulutangkis Prancis, Toma Junior Popov lewat permainan dua gim 15-21, 17-21.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/jal)
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK